jump to navigation

Bangsa Ini Ada Baiknya Belajar dari Purworejo Maret 16, 2009

Posted by ekojuli in management, PRIVATE.
trackback

purworejo

purworejo

Dlisen Kulon adalah salah satu dari 49 desa di kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo. Meski saya bukan warga desa tersebut, paling tidak sudah lima kali saya mampir ke desa yang lumayan unik itu. Saya cari di wikipedia, belum ada data tentang desa ini, baik itu jumlah penduduk, luas wilayah, dan informasi lainnya. Hanya saja, berdasarakan obrolan saya dengan salah satu warga desa ini, penduduk desa ini tidak lebih dari 300 orang atau hanya sekitar 70 KK. Tetapi di balik desa mungil ini banyak hal yang menarik untuk kita simak.

Dari pengamatan langsung saya ditambah informasi yang saya gali dari salah satu warganya, desa ini tergolong desa yang cukup aman, makmur, dan sejahtera. Wilayahnya sebagian besar sawah yang sangat produktif. Dalam satuh tahun sawah di sana bisa panen 3 kali. Dua kali panen padi, satu kali panen kedele. Air yang berlimpah, membuat warga desa ini tidak pernah ada waktu untuk bermalas-malasan. Penduduknya sebagian besar bertani.

Ada satu hal yang mungkin saja tidak ditemuai di desa lain. Sawah di desa ini tidak dijual untuk orang yang bukan warga desa tersebut. “Sebisa mungkin dibeli oleh warga Desa Dlisen Kulon,” kata Parino, salah satu warga desanya.

Jadi, jika ada warga desa yang mau menjual sawah, disarankan untuk dibeli oleh warga desanya. Keunikan lainnya adalah setiap orang yang memiliki sawah di desa ini wajib menghibahkan 10 persen luas sawah dari luas sawah yang dimiliki. Sawah ini diolah dan dipetik hasilnya oleh orang yang tidak punya sawah tersebut. Mereka juga tidak berhak menjual sawah olahan tersebut. Orang-orang ini, yakni orang yang tidak punya sawah itu, setiap malam diberi tugas untuk ronda menjaga keamaan desa secara bergantian. Hasilnya, tidak pernah ada pencurian di desa Dlisen Kulon. Jalan-jalan di desa ini sudah dipasang pavling blok, rapi dan tidak ada sampah berceceran di jalanan.

Hikmah yang bisa dipetik dari pola hidup di desa ini adalah bahwa keadilan betul-betul terasa. Yang merasa kaya tidak jumawa, yang miskin tidak meratapi kemiskinannya, tetapi ia berjuang keras untuk bisa duduk dengan sejajar dengan yang kaya. Jadi, ada 10 persen dari penghasilan desa ini dibagikan secara gratis kepada mereka yang tidak mampu. Atau, jika manajemen desa ini diterapkan pada manajemen penguasa NKRI, maka tidak ada orang kelaparan di bumi nusantara. Sepuluh persen dari APBN untuk orang miksin. Mereka bisa dipekerjakan sebagai petugas kebersihan, petugas sampah, tukang parkir, dll.

Bayangkan kalau ini bisa dicontoh oleh desa-desa lain di seluruh dunia, saya yakin perdamaian akan segera terwujud.

sumber: http://bloggerpurworejo.com/

Komentar»

1. feeds.bloggerpurworejo.com » Bangsa Ini Ada Baiknya Belajar dari Purworejo - April 2, 2009

[…] Bangsa Ini Ada Baiknya Belajar dari Purworejo Filed under: Uncategorized — @ 11:22 am […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: