jump to navigation

AYO BERKUNJUNG KE PURWOREJO Mei 28, 2009

Posted by ekojuli in PRIVATE.
Tags: , , , ,
trackback

Barangkali, saya tidak cukup kompeten untuk menulis tentang wisata di Purworejo. Kecintaan saya terhadap tanah kelahiranlah yang mendorong untuk menulis ini. Supaya Purworejo bisa bangun dari kota pensiun menjadi kota wisata… (bisa ga ya….)

Sebenarnya Purworejo mempunyai potensi sungguh luar biasa, sehingga banyak alasan kabupaten ini seharusnya dapat bekembang jauh lebih cepat dari kabupaten lain.

monumen_ahmad_yani_purworejo

Letak Geografis

Purworejo terletak di Jalur Utama Jawa via Pantai Selatan. Jalur ini yang menghubungkan Jogya, Kebumen, juga Magelang. Tentu saja faktor letak geografis sangat menguntungkan Purworejo dalam hal distribusi.

Potensi Peternakan,

Purworejo memiliki ternak andalan yaitu kambing etawa, yang kualitasnya terkenal seentero nusantara. Dalam hal ini selain, dagingnya, susunya-pun merupakan potensi yang luar biasa. Sungguh ini potensi yang luarbiasa (menurut saya), bahkan bisa jadi Purworejo menjadi Pemasok terbesar daging kambing di Indonesia bahkan bukan tidak mungkin di export ke manca negara. kenapa tidak?

Potensi Pertanian,

Sepanjang yang saya tahu, kabupaten purworejo, termasuk kebupaten agragris. Wong sempet terkenal gara-gara uji coba yang gagal padi supertoy yang “ditanam” presiden SBY. Back to the case, dari situ bisa terlihat bahwa tanah purworejo subur, tongkat dan kayu (ditancap) jadi tanaman, istilahnya…

Bandingkan dengan di balikpapan, untuk menanam bunga aja harus membeli “tanah subur” satu karungnya Rp.5000,- wedew…

Tentu saja potensi “tanah yang subur” ini juga terkait dengan ketersediaan pangan bagi ternak yang potensial tadi.

Potensi (Home) Industri

Purworejo juga potensial untuk dikembang industri, mulai dari Empon-Empon, industri gula kelapa (harus ada sedikit inovasi dongg… jangan yang gitu-gitu aja, misalnya gula kelapa dalam bentuk serbuk… ada kok pernah liat di tipi), empling mlinjo (yang pohonnya betebaran di seluruh wilayah purworejo), manggis kaligesing, durian somangari ( nahh… yang ini terkenal nih sampai ke jakarta juga), apa lagi? Industri makanan tradisional: geblek, keripik belut, lanting, keripik tempe… wedew banyak deh… (saya jadi tahu bahwa makanan itu diminati detelah saya tinggal jauuhhhhh dr purworejo).

Saya yakin banyak lagi potensi lain yang bisa dikembangkan…

POTENSI WISATA,

Nah… ini nih…. Sebenarnya potensi yang ditulis diatas, jika berkembang dengan baik akan dapat menjadi potensi wisata juga. Tapi yuk kita simak tempat-tempat wisata yang sudah ada yang sangat pantas untuk dikunjungi…

PANTAI PASIR PUNCU DAN KETAWANG

ktw8

Dua puluh dua kilometer dari Kota Purworejo atau sebelas kilometer dari Kota Kecamatan Kutoarjo ke selatan, tepatnya di Hardjobinangun dan Ketawang Kecamatan Grabag, kita dapat menikmati wisata bahari Pantai Pasir Puncu dan Ketawang. Kawasan ini memiliki pesona tersendiri dengan panorama Pantai Laut Selatan yang menarik dan menawan. Perjalanan wisata ke kawasan tersebut sungguh memikat. Dari kota Kutoarjo, di sepanjang jalan wisatawan dapat menyaksikan berbagai keindahan dan keunikan alam Purworejo berupa hamparan sawah di kiri-kanan jalan dan rangkaian Pegunungan Geger Menjangan yang menakjubkan. Perjalanan akan terasa makin pendek karena di sepanjang jalan menuju kawasan wisata tersebut ditanami berbagai jenis pohon rindang seperti Asam Jawa dan Mahoni. Kesejukan ini seolah memberikan nuansa baru sehingga tanpa terasa wisatawan telah memasuki pintu gerbang kawasan wisata pantai tersebut.

Di pintu gerbang inilah wisatawan akan berjumlah dengan dua buah jalan berpasir, di mana jalan ke kiri menuju Pantai pasir Puncu dan Jalan ke kanan Pantai Ketawang dengan jarak masih-masing kira-kira 2 kilometer dan 1,5 kilometer. Situasi sepanjang ke dua jalan ini hampir sama; di kiri – kanan jalan berupa perkebunan tebu yang tertata rapi. Begitupula keindahan pantainya. Pantai Selatan yang indah dengan ombak besar memecah pantai putih membuih. Adalah pantai Pasir Puncu memiliki keistimewaan yang jarang diperoleh di tempat lain. Tempat ini merupakan muara kali Rebung, Kali Kedungmacasan dan Kali Pedegolan. Ketiga kali yang berbapu menyatu menjadi satu muara yang kemudian dikenal sebagai sungai jali ini menciptakan suatu pesona yang cukup langka. Kondisi ini semakin lebih indah tatkala gelombang air laut menggulung kepantai menyambut kedatangan air sungai. Perpaduan antara air sungai yang berwarna keruh dengan air laut yang berwarna biru itu menghasilkan pemandangan sangat indah.

Tawaran menarik lain yang dapat dinikmati wisatawan di Pantai Pasir Puncu di samping keindahan pantainya adalah wisata air dengan naik perahu tempel di muara sungai Jali. Di pantai pasir Puncu maupun Ketawang, wisatawan dapat denganleluasa menyaksikan betapa indahnya suasana matahari terbenam di ufuk barat. Untuk mencapai kawasan wisata Pantai Puncu Pasir dan Ketawang, wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi, bus mini (Purnomo, Langgeng, dan lain-lain) atau menggunakan andong yang selalu siap melayani setiap dibutuhkan. Kondisi jalannya sudah beraspal, kecuali 1,5 sampai 2 kilometer sebelum obyek. Kedua pantai tersebut dapat dapat juga dicapai melalui Kecamatan Purwodadi, sekitar 12 kilometer dari Kota Purworejo. Bila jalur ini yang hendak ditempuh, maka wisatawan bisa singgah terlebih dahulu di obyek wisata Pantai Jatimalang Indah yangt idak kalah menariknya dengan Pantai Pasir Puncu dan Ketawang. Pantai Jatimalang Indah masuk dalam wilayah Kecamatan Purwodadi, Purworejo.

Sebagaimana pantai-pantai lain di pesisir selatan, pantai ini “dilindungi ” oleh mitos Nyi Roro Kidul.

MASJID JAMI’ PURWOREJO

masjid-agung

Masjidnya sih biasa, tapi Bedugnya, luarbiasa… setahu saya ini bedug dari kayu utuh yang terbesar di indonesia, bahkan di dunia (ya iya wong didunia ga ada yang pakai bedug untuk penanda waktu adzan).

Liat nih spek bedug-nya:

- Panjang rata-rata = 292 centimeter

- Garis tengah bagian depan = 194 centimeter

- Garis tengah bagian belakang = 180 centimeter

- Keliling bagian depan = 601 centimeter

- Keliling bagian belakang = 564 centimeter

6.Bedug

Setelah masjid dibangun lalu muncul ide baru dari Bupati Cokronegoro I untuk melengkapinya dengan sebuah Bedug yang harus dibuat istimewa sehingga menjadi tanda peringatan di kemudian hari. Keberadaan Bedug menurut Bupati Cokronegoro I sangat diperlukan adik sang Bupati yaitu Mas Tumenggung Prawironegoro Wedana Bragolan, disarankan agar bahan Bedug dibuat dari pangkal (bongkot) pohon Jati. Bahan baku dari pohon jati tadi sesungguhnya berasal dari Dukuh Pendowo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo. Dari cerita lisan yang turun temurun, pohon-pohon jati yang terdapat di Dukuh Pendowo telah berusia ratusan tahun dengan ukuran besar-besar bahkan ada yang bercabang lima. Dalam ilmu kejawen, pohon-pohon jati besar bercabang lima yang disebut Pendowo mengandung sifat perkasa dan berwibawa. Pembuatan Bedug yang dikenal sebagai Bedug Kyai Bagelen (Bedug Pendhawa) ini diperkirakan dilakukan pada tahun jawa 1762 atau tahun 1834 masehi bersamaan dengan selesainya pendirian bangunan Masjid Agung. Cara pembuatan bedug ini dimulai dengan menghaluskan permukaan bongkot kayu jati, kemudian bagian tengahnya dilubangi hingga tembus dari ujung ke ujung (growong) dan dihaluskan kembali.

Sebagai penutup bedug, mula-mula digunakan bahan dari kulit banteng. Akan tetapi, setelah 102 tahun kemudian (3 mei 1936) kulit bedug bagian belakang mengalami kerusakan sehingga diganti dengan kulit sapi ongale (benggala) dan sapi pemacek yang berasal dari Desa Winong, Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo. Sedangkan di dalam Bedug Kyai Bagelen di pasang sebuah gong besar yang berfungsi untuk menambah getaran dan bunyi (anggreng). Ada persoalan baru ketika bedug selesai dibuat, yaitu persoalan pemindahan dari Dukuh Pendowo (Jenar) ke Kota Purworejo, seperti diketahui, jarak Pendowo – Purworejo cukup jauh yaitu sekitar 9 kilometer dengan kondisi jalan yang sangat sukar dilalui. Untuk mengatasi persoalan ini tentunya dibutuhkan seorang pemimpin yang mempunyai kelebihan, kebijaksanaan dan keberanian di dalam menjalankan tugas. Bupati Cokronegoro I atas usul adiknya Raden Tumenggung Prawironegoro mengangkat Kyai Haji Muhammad Irsyad yang menjabat sebagai Kaum (Lebai/Naib) di desa Solotiyang, Kecamatan Loano untuk mengepalai proyek pemindahan Bedug Kyai Bagelan. Atas kepemimpinan Bedug sang Kyai, saat itu oleh para pekerja diangkat secara beramai-ramai diiringi bunyi gamelan lengkap dengan penari tayub yang telah menanti di setiap pos perhentian. Akhirnya setelah melalui perjalanan yang jauh dan melelahkan, Bedug Kyai Bagelen tiba di Masjid Agung Kabupaten Purworejo. Kini, Bedug kyai Bagelen diletakkan di sebelah dalam serambi Masjid. Barang siapa ingin mendengar suaranya, datanglah pada saat Ashar, Maghrib, Isya, Subuh dan menjelang shalat Jum’at. Di samping itu, pada setiap saat menjelang sholat Sunat Idul Fitri dan Idul Adha, acara-acara atau peristiwa-peristiwa keagamaan Islam dan memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Bedug Kyai bagelen selalu ditabuh untuk memberi tanda dan penghormatan.

ALUN-ALUN PURWOREJO

Terletak tepat di depan masjid jami’. Alun-alun berupa lapangan rumput yang luas, di beberapa daerah di Jawa, lumrah terletak didepan masjid jami’ . Kono alun-alun ini merupakan yang terluas di Jawa. Alun-alun purworejo ini digunakan untuk kegiatan olah raga, upacara, dan berbagai kegiatan umum lainnya.

Nah, di Alun-alun Purworejo ini, mulai sore sampai tengah malam mangkal banyak pedagang makanan di sepanjang pinggiran alun-alun. muali bakso, pangsit, ronde, nasi goreng, gorengan, ayam bakar, dan banyak lagi. Nikmat sekali nongkrong sambil wisata kuliner di alun-alun purworejo. Harganya juga relatif sangat terjangkau. Coba deh..

MUSEUM TOSAN AJI

Museum ini ada di kecamatan kutoarjo, tepatnya di ex-kawedanan kutoarjo. Sesuai namanya museum ini berisi benda-benda pusaka, berupa keris, tombak dan laiin-lain. Di museum ini juga terdapat cara-cara pembuatan pusaka -pusaka itu.

musium-tosan-aji

GEREJA BELANDA

gereja-belanda1

Gereja ini dibangun pada jaman pemerintahan Hindia Belanda, sekarang bernama GPIB (Gereja Protestan Indonesia bagian Barat). Letak gereja ini sama dengan masjid agung, sama-sama berdiri di depan alon-alon kota Purworejo. Sampai saat ini masih berfungsi sebagai rumah peribadatan dan melayani jemaah.
Kesenian

dolalak team

Purworejo memiliki dua kesenian yang khas : Jidur, tarian tradisional diiringi musik perkusi tradisional seperti : Bedug, rebana, kendang. satu kelompok penari terdiri dari 12 orang penari, dimana satu kelompok terdiri dari satu jenis gender saja (seluruhnya pria, atau seluruhnya wanita). kostum mereka terdiri dari : Topi pet (seperti petugas stasiun kereta), rompi hitam, celana hitam, kacamata hitam, dan berkaos kaki tanpa sepatu (karena menarinya di atas tikar), biasanya para penari dibacakan mantra hingga menari dalam kondisi trance (biasanya diminta untuk makan padi, tebu, kelapa)kesenian ini sering disebut juga dengan nama Dolalak
Dzikir Saman – kesenian ini mengadopsi kesenian tradisional aceh dan bernuansa islami, dengan penari yang terdiri dari 20 pria memakai busana muslim dan bersarung, nama Dzikir Saman diambil dari kata samaniyah(arab, artinya : sembilan), yang dimaksudkan sembilan adegan dzikir. diiringi musik perkusi islami ditambah kibord dan gitar. pada jeda tiap adegan disisipi musik-musik yang direquest oleh penonton)

SUMBER DAYA MANUSIA

Untuk mewujudkan itu semua, yang sangat menentukan adalah SDM nya. Dan Saya yakin orang-orang purworejo amat sangat potensial. Rasanya tingglal klik saja.

Bahkan beberap orang asal Purworejo yang terkenal di kancah Nasional, sebutlah beberapa nama:

Ayo datang ke Purworejo….

Yuk mari…

About these ads

Komentar»

1. much - Mei 28, 2009

Jangan Lupakan Potensi Wilayah Hulu yang cenderung tertinggal, Pariwisata akan berkenbang beriringan dengan kondisi ekonomi masyarakat kususnya PWR dan umumnya Indonesia dan dunia salam buat penulis trims.

2. feeds.bloggerpurworejo.com » AYO BERKUNJUNG KE PURWOREJO - Mei 28, 2009

[...] AYO BERKUNJUNG KE PURWOREJO Filed under: Uncategorized — @ 5:32 am [...]

3. trie - Mei 31, 2009

ehmm…setuju mas ,harusnya bisa lebih potensial daripada yang sekarang ini .
salam,

kayanya bisa jauh lebih maju ya mas

4. niha - Juni 21, 2009

setuju bgdzz mas,,,,,,,,,,tinkkyu bat penulis

maju terus purworejo….!!
moga ajh bs lebih potensial…sip!!!!!!

5. syarif - Juni 23, 2009

wisata di daeah pegunungan juga lumayan bagus, untuk dimuat di web ini seperti gooa sepelawan dsb

ntar ya kapan2 kita ulas

6. nurrahman18 - Agustus 23, 2009

wew, mantap promosinya……
lebih cocok purworejo sekarang kota utk “istirahat”..iklim bisnis (mungkin sengaja) kurang tumbuh

7. nasib rahardjo - September 5, 2009

saya dari desa durensari, bagelen, kapan ya… desaku bisa maju seperti yang lain, karena letaknya di puncak gunung

8. Wahid Pamudji - September 5, 2009

“Hebat memang ” Gaung Kota PURWOREDJO sudah sampai seluruh seantero jagad, cikal bakal pemimpin di indonesia. tapi kenapa ya pertumbuhan ekonomi didaerahku (Purworedjo) sangat lambat padahal letaknya sangat strategis,SDMnya bagus-bagus,pertaniannya maju,peternakankannya maju,salah dimana yaa????.

9. eka puspasari - September 26, 2009

wahh Purworejo ternyata banyak yaa yang jadi orang terkenalll hebaat yaa! jng lupa mampir yah!! ke pusat oleh2 purworjo

10. candra - September 30, 2009

ndolalak atau tari angguk tu asli purworejo gak sih??
kok mau di patenkan jadi kesenian dari kulonprogo??

11. candra - September 30, 2009

yup!! bener banget mas syariff!!!
seplawan emang bagus banget. cuma sayang sarana dan prasarana belum memadai. jalannya juga belum bagus. mumgkin pemda juga perlumemikirkan memperbaiki masalah wisata agar menambah pendapatan daerah..

12. rera - Oktober 27, 2009

boleh juga Kota Purworejo, jadi ingin berkunjung. sayangnya tidak mempunyai sanak saudara disana.

13. rabechus - November 2, 2009

kemajuan suatu daerah bukan dari fisik atau gedung gedung yang kini mewabah sebagian besar wilayah nusantara . tapi dengan cara berfikir manusianya . budaya dan pertanianya , yang beberapa tahun kedepan akan jadi sebuah kebutuhan dan cara pandang kehidupan modern … sebab jika bicara teknologi , kita jauh dari negri2 lain apalagi eropa atau amerika . jadi budaya pertanian dan berfikir yang teratur adalah satu kedisiplinan yang vital dan diperlukan.

14. Bayu putra lereng arjuna - November 12, 2009

Bener bgt tu,aq aj yg cuma titisan putri purworejo bangga bgt bisa hdup di purworejo.yg sangat disayangkan orang 2 yg jual kayu2 hutan,tolong donk sedikit pengertian&pengarahan buat saudara2 kta.klo longsor ntar siapa jg yg kena?trus ap purworejo mau trkenal longsornya spt thn 91 di kaligesing.

15. ervin - November 18, 2009

mas Q mw ada Tugasw akhir bkin CompanY profile, Kl Q mw Pilih masjid Agung Buat Tema’y gMna yaW??

kira2mnta iZin’y ribet gx???

TLong bLz yAw…

setau saya gampang kok
apalagi untuk keperluan ilmiah..

16. arya temangsang - Desember 7, 2009

aq nyesel kmarin ke puworejo,hbis lupa ga mnikmati bakso idola siiih, kpaaaan bisa ke purworejo lg…..

17. mathias muksin - Desember 14, 2009

purworejo,t4 klahiran ku
smk 6 pwr i love you full
maen ke purworejo, jngan lpa ke curug muncar bro kren abiz pkoknya

18. hardadi - Januari 23, 2010

banyak sekali yang harus kita pertahankan dan lestarikan dari budaya warga purworejo, dengan kemurahan senyumnya , budaya gotong royong alias kerja bakti yang harus tetap dipertahankan sampai anak cucu kita kelak….! tanks ya mas

19. Ustaz Ha - Februari 15, 2010

Facebook; I luv Masjid

20. iedha' - Februari 23, 2010

wah…
jd pngin ke purworejo lgi ig,,
tp ksenian dolalak.a skrang dh jrang ea?

21. olen - Februari 24, 2010

wah mantep kang aku wis 10 tahun ra bali dadi kangen,jamanku smp yen bolos sekolah yo nongkronge nang pasir puncu.smp n ngombol

22. nolen - Februari 24, 2010

mamtep gan

23. nolen - Februari 24, 2010

purworejo banyak kenanganya.jadi kangen iki pingin pulang tapi udah ngh punya rumah di pwr,

24. qodratullah - Juni 8, 2010

Bravo buat Purworejo.tanah kelahiran anak istriku, semoga purworejo kedepannya menjadi kota bersih, sehat, aman, & sejuk. tak lupa wisata kuliner yang lumayan bervariasi & tentunya cocok di lidah, & pertahankan budaya yang sopan, ramah, tepo seliro, Bravoo.

25. Siwi Parwati - Juli 24, 2010

Menarik … siapa bersedia jadi tuan rumah?

26. Deasy Ery Susanti - Agustus 19, 2010

Romo Loogman lupa disebut mas, dia terkenal sebagai pastur dan juga penyembuh dengan konsep penyembuhan alami dari Purworejo. Sudah banyak yang dibantu oleh beliau. Sayang sudah almarhum.

27. jasmine - Agustus 19, 2010

wih info nya sangat menarik,sekalian belajar budaya daerah lain,terimaksh sangat ya

28. firdaus - September 22, 2010

yaa moga makin berirama purworejo, sugeng riyadi sedoyo mawon…..mudik dah berlalu aktifitas lagi yoookkk….

29. suporter yang ga punya klub - September 28, 2010

kotanya seh bagus, tapi sayang ga punya klub sepak bola..! Bandingin ama ama bantul, mereka punya persiba, sleman punya pss. Purworejo??? Punya tim tarkam thok…

30. isaebadi bruno - Februari 6, 2011

aku sangat senang jika kebuda yaan pwrj di kembang kan……….kembang promosikan ke kayaan aaalam kota pwrj maju turus

31. akbar tsaqif panjerino - April 4, 2011

lalu apa gerangan yg menyebabkan pertumbuhan purworejo terkesan jalan ditempat? ayo purworejo, jangan takut,maju terus…,aku neng mburimu…

32. miko - Agustus 24, 2011

Bagus apaan..selama saya berkeliling kota di indonesia, purworejo adalah daerah yang paling parah.. Ga ada entertainmentnya, makanan yg dijual di alun2 mahal dengan rasa dibawah standard..minim tempat hiburan.. Kualitas SDM masih rendah.. Jangan hanya ngaku2 banyak pahlawan lahir disini kalo daerahnya masih terbelakang.. Masak diusianya yang lebih dr 1000 tahun di purworejo mall aja kagak ada.. Hoi yang pada komentar wake up dong..

33. miko - Agustus 24, 2011

Bandingkan dengan kota kecil malang, dilihat dari segi apapun purworejo gak ada apa-apanya…

34. Atox Morrion - Desember 15, 2011

@Miko: Bila berkomentar lebih berpendidikan y. Blog ini hanya secuil info salah satu kota yg ada di Indonesia, jangan dibanding-bandingkan dengan kota lain, bukan tujuan blog ini. Gunain otak loe kalo komen, dodol.

35. Atox Morrion - Desember 15, 2011

36. whiskyvolentinohiskey - Desember 15, 2011

purworejo sebenarnya kota yang cukup imdah….sayang ada salah satu oknum yang selalu merusak indahnya kedamaian di kota purworejo,,,,,,

37. Santoso - Desember 25, 2011

Stlah bca arsip kota pwj kq jdi bangga

38. Nur Hidayat - Januari 6, 2012

KKN di mana-mana….

39. hendi sumantono - Mei 9, 2012

saya ingin tahu sejarah dari majapahitan yang terletak di sebrang makam kencono ungu di desa kaliwungu bruno. dan sejarah desa sumber bruno dn sejarah desa sambeng bruno dan sejarahnya mbah ukir wongsodirono yang di gowong bruno dan mbah hario wongso yang di brojo duto dan mbah brengos ( mbah udhomenggolo) yang di desa tunggorono kutoarjo dan sejarahnya rd gajah permada yang di bruno. kebetulan orangtua saya dari desa pacor kutoarjo

40. Rosiyati - Mei 30, 2012

Bangga aku dadi wong pordjo…. dari cuplikan diatas ternyata banyak yang aku belum tahu.. bravo PWR…untuk MIKO kalau cari mall ke Jakarta saja

41. Planet Kentir - Juni 5, 2012

Wahhh.,., orang Purworejo ya.,.,??
salam kenal ya.,. :D

42. Sebeningcintasejati Inihanyauntukmu - Juni 16, 2012

Aku kan bangun desa sangubanyu grabag purworejo jadi tempat wisata…..sekarang sudah mulai pembangunan….Bogor punya The Jungle….Pordjo punya The Jambul…..doaun ya…

43. Sebeningcintasejati Inihanyauntukmu - Juni 16, 2012

Aku lahir di sangubanyu grabag….lulusan SPP SPMA 1997….empat tahun merantau di negeri jiran…semua perjalanan hidup pahit manis aku rasakan….skrg kerja di di PT Dairygol Indonesia….pembuat keju merk Cheesy….sebagai staff produksi…..dari sekarang aku sudah berpikir untuk bangun desa biar desaku maju seperti kota cikarang yg aku tempati…di porjo aku mau bngun tempat wisata kolam renang sekaligus tempat wisata yg berpendidikan…semua ilmu yg aku peroleh akan ku perkenalkan untuk umum…….sebagai tempat rekreasi The Tirta Jambul akan kudesain untuk tempat belajar ilmu pertanian…..hortikultura…..tapi disini aku akan banyak pilih tanaman herbal……karena sekarang ini kesehatan sangat mahal…..untuk dinas terkait seperti pemda….pariwisata…mohon bantuan petunjuk agar semua ini terlaksana…….semua ini kuwujudkan untuk Purworejo Tercinta…..untuk jelasnya bisa hub Romadhon Ari widodo….telp 085710490533.Terima kasih..

44. Bayu Is Wahyudi - Juni 30, 2012

aku minta tolong dong..? Siapa.? mana pendiri kota Purworejo dan aku masih keluarga kerajaan pajang

45. Riffandi Ridwan Hidayat - Agustus 19, 2012

Aku orang PURWOREJO :)

Tepatnya kutoarjo setelah PO Sumber Alam, desa sukoharjo sesudah katerban dan pacor :)

Sekarang tinggal di Cibinong bogor :D

Kangeeeen kampuuungg!!! lebaran taun ini ga bisa pulang :(

NB : Saya kelas 3 Di SMK N 1 Bogor

FB : http://www.facebook.com/riffandirh

46. enje - Oktober 18, 2012

salam orang purworejo,
ayo wong-wong seng podo pinter muleh’o neng purworejo.
besarkan nama kampungmu, jangan sampai dijuluki sebagai kota mati.
kalian yang berpunya, punya ilmu, ataupun jaringan yang luas. cobalah lihat potetnsi apa yang bisa dikembangkan di purworejo. jadilah wakil kami untuk berbicara pada pemimpin negeri, majukan purworejo ku.

nuhun.

47. Eeeed - Oktober 19, 2012

purworejo OK, tapi jalan harus diperbaiki. sepanjang pantai selatan jalan yang rusak hanya batas kabupaten purworejo

48. Dwie Montero - Maret 18, 2013

Jalan-jalan utama di kabupaten purworejo rusak parah. Tolong diperbaiki dulu akses jalannya pakde, baru dibuat iklan… Biar ndak ngisin-ngisini. .. Okeee…..

49. Eko - Maret 29, 2013

Salam hangat untuk Orang Purworejo…

50. Andy Hermawan - April 30, 2013

Purworejo,Kab/kota yang sepi,suram dan membosankan,jauh tertinggal dengan kabupaten lain,mutu dan kualitas SDM rendah,mutu dan kualitas pendidikan rendah,orang2nya sangat kurang pergaulan(kuper),tata kota yang semrawut,kotor,kumuh,orang2nya pemalas,pasif dan tidak kreatif,banyak jalan rusak,tidak ada daya tarik dan keistimewaan,sarana dan prasarana yang tidak lengkap,kota tdk bersahabat utk org2 dalam hal hal perekonomian,pembangunan masih jalan di tempat,Kalo buat usaha pwr sulit,pejabat daerahnya senenge santai wong memang kota santai,tempat org2 yang sudah tidak produktif lagi, Purworejo yang namanya hiburan itu jarang,jauh tertinggal dengan kabupaten lain seperti tetangga sendiri yaitu Kebumen apalagi Magelang,pengelolaan dan penataan lingkungan(sampah) buruk.
Hasil penilaian Adipura tahun 2011 menjadi lensa untuk melihat bagaimana buruknya Kabupaten Purworejo dalam menata lingkungannya. Dari 35 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah, Kabupaten Purworejo menempati posisi ke 31. Bahkan dibandingkan dengan kota Muntilan Kabupaten Magelang yang baru saja dihempas bencana Gunung Merapi, Kota Purworejo saja masih kalah. Dari penilaian tahun 2011, posisi Kota Muntilan masih lebih baik dibandingkan Kabupaten Purworejo.pendapatan daerah kecil, jalanan banyak yang berlubang dan rusak.

51. Echa - Mei 10, 2013

Bravo purworejo.kota kecil tapi banyak tokoh” besar yg terlahir.

Hmmm…pi tahukan kalian???

Kel.Gayus tambunan pun dari kec.pituruh(mengisin”kan)

pi itulah purworejo.

Aku bangga dadi wong kab.purworejo.

52. suryoning hadi - Juni 2, 2013

sejatosipun dalem piyayi yojo lho. nanging dalem nderek prihatin nuweni kahanan ipun kuto purworejo . sampun 10 tahun dalem wongsal wangsul ing purworejo dereng wonten undak2anipun , potensi ekonomi purworejo sanget sae pengelolaanipun kurang inovasi.pemimpin engkang kirang amanah saking perangkat lurah dugi penginggilipun , premanisme ing kalangan rakyatipun,poro kaneman sami merantau lan kirang sumbang sihipun dumateng purworejo. kesengsem dumateng tokoh2 rumiyin.

53. hendi sumantono - Juni 7, 2013

teman saya keturunan dari desa tunggorono tapi dia tanya kepada saya sejarh desa itu ? saya endak bisa jawab. tolong kalo ada yang tau beritahu saya. trimakasih

54. singodimedjo314 - Juni 12, 2013

Seharusnya dgn pengelolaan yang benar , purworejo bisa makmur ..dengan julukan kota pensiun justru menguntungkan …itu artinya kota ini mempunyai SDM yg kuat . Setlh pensiun mereka bisa membangun kampung halaman degn kemampuan yg dimiliki

55. singodimedjo314 - Juni 12, 2013

Nah ini tantangan buat bapak2 kita yg dah pensiun berikanlah sumbang sihnya buat kampung kita…setahu saya dikota tpttingglku(bogor) kebamyakan perantaunya banyak yang jadipejabat pemerintahan ..dgn bekal pengalaman selama menjabat dulu bisa memberikan sedkit ilmunya tuk membangun purworejo yang masih “tertidur”….

56. Supriyanto - Agustus 11, 2013

Masalahnya org 2 hebat asli purworejo Stlh merantau byk yang ngg balik…alias menetap di perantauan shg daerah asal dilupakan pembangunannya. Smg Stlh jkt, Bandung padat penduduk…ke depan byk anak..cucu…keturunan org purworejo pulang kampung…dan bersama – sama membangun daerahnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: