jump to navigation

[KASUS PRITA MULYASARI-3] Seharusnya OMNI menuntut OMNI sendiri dengan tuduhan Pencemaran Nama Baik OMNI Juni 5, 2009

Posted by ekojuli in HOT NEWS, PRIVATE.
Tags: , , , ,
trackback

Jika OMNI meneruskan perkara tuntutan pencemaran nama baik dengan menggunakan Undang-Undang ITE, sungguh luar biasa efek bagi perkembangan kebebasan beropini, dan efek bagi perasaan di Lindungi sebagai Konsumen (Pasien).

Sebenarnya, perkara ini membesar justru karena OMNI menuntut secara perdata maupun pidana prita. SEANDAINYA, OMNI tidak melakukan tuntutan dan menyelesaikan permasalahan komplain dan pengaduan Prita melalui jalur komunikasi dua arah, saya yakin akan jauh lebih baik bagi OMNI sendiri.

OMNI justru semakin terkesan buruk ketika “memaksakan” diri mantan pasiennya itu harus di penjara.

1. Tuntutan OMNI justru memperburuk citra OMNI di masyarakat.

Lebih buruk daripada sekedar komplain pelanggannya di Surat Pembaca.

2. OMNI dianggap tidak bisa menghandle komplain pelanggannya dengan elegan.

Kalau saja OMNI menanggapi keluhan pelanggan (PRITA) yang menulis di Surat Pembaca, dengan cara yang elegan, pasti dia akan sejauh mungkin menggunakan pendekatan personal, tidak akan menggunakan cara hukum formal. Banyak perusahaan lain, yang berhasil menghandle Komplain (Surat Pembaca), dengan menggunakan management masalah, yang membuat (penyelesaian) masalah di Surat Pembaca justru bisa meningkatkan citra perusahaannya.

3. OMNI dianggap AROGAN, dan tidak ada TEPO SLIRO.

Rumah sakit bukan bengkel, atau reparasi kendaraan, dimana kalau ada customer yang komplain separah-parahnya resikonya adalah mengganti dengan kendaraan yang baru. Rumah sakit ini yang dikelola manusia, yang punya perasaan, punya keluarga, dan punya (”satu-satu”-nya) nyawa yang tidak bisa diganti dengan apapun.

Jadi menurut Opini saya, JUSTRU OMNI SENDIRI YANG MENCEMARKAN NAMA-BAIKNYA SENDIRI DENGAN MENGHANDLE KELUHAN PASIENNYA DENGAN CARA YANG TIDAK TEPAT.

Bagaimana Klu OMNI Menang? disini jawabnya

Komentar»

1. warsatan - Juni 5, 2009

bom aja rumah sakitnya!!

wedew…. di ketapel aja bro

2. mansz - Juni 5, 2009

no comment ah takut mas ….ntar kena uu ite lagi

sekalian kopi darat bro sesama blogger

3. Ibu Melas - Juni 5, 2009

Pengacara Omni seorang Ibu demikian pula dengan pimpinan RS, saya mau bertanya pada ibu-ibu itu, bagaimana perasaan Ibu bila memiliki anak balita yang masih membutuhkan asi dan ibu tidak diberi kesempatan bertemu dan dijebloskan ke penjara? dimana hati nurani ibu?
buat pihak kejaksaan yang sok adil tapi bengis, anda semua tak memiliki hati nurani! terkutuklah anda semua!!

ups…!!!

4. Pradna - Juni 5, 2009

Pihak Omni ga menyangka bakal seheboh ini dukungan dari masyarkat berkat Internet…tapi dah terlanjur, keangkuhannya menghalangi tuk mundur

5. Callighan - Juni 5, 2009

Secara hukum, orang atau subyek hukum lainya tidak bisa menuntut diri sendiri.

ooo gitu ya pak? (sambil manggut-manggut) orang gila aza kali ya yang menuntut dirinya sendiri???

6. Callighan - Juni 5, 2009

Wah kalau orang gila lebih parah lagi… ga bisa melakukan tindakan hukum. Kalaupun berkelakuan, dia nggak dipertanggungjawabkan.

Saya setuju dengan Mas Eko, bahwa gugatanya Omni justru merupakan harakiri.

wahhhh berarti gw ga bisa dituntut dong bro???

7. Japra - Juni 5, 2009

Gila Tuh Dr H dan Omni Bom aja rumah sakitnya……….. gak banyak-banyakah comentnya jadi takut……

comment nya dikit… tapi…. BOM???

8. hariyadi - Juni 5, 2009

Katanya :…..RUMAH SAKIT STANDAR INTERNATIONAL ( RS OMNI INTERNATIONAL ) HOSPITAL. ko gagal membangun komunikasi dengan pasien, dan hal ini juga terjadi beberapa rumah sakit pemerintah, kurang pelayanan dan komunikasi tidak aktif terhadap pasien.
OMNIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII

ada link beritanya ga bro?? soal RS pemerintah??

9. eyang bethoro - Juni 5, 2009

Orang pintar bisa menunjukkan kebodohannya sebagai tanda kegeniusannya, sedang orang bodoh menonjolkan kepintarannya sebagai tanda keidiotannya. (eyang bethoro).

waduhhh dalem bangetttttttttttttt

10. Yasir Alkaf - Juni 7, 2009

sepakat bro, meskipun mungkin omni yg benar ttp saja omni sudah memperburuk citranyya sendiri. enath masih ada yg berobat ke situ lagi ato enggak. apalagi fitambah ternyata ‘international’ di nama RS itu tdk benar2 international, hanya nama saja. begitu kata MenKes fadilah Supari

minimal satu kebohongan OMNI diungkap Menkes

11. bee_thoven - Juni 8, 2009

yup…setuju….OMNI bisa dituntun pasal tentang PEMBOHONGAN PUBLIK…karena telah menambahkan embel-embel internasional…Untuk kepentingan komersialisasi kalee….

12. bee_thoven - Juni 8, 2009

yup…setuju….OMNI bisa dituntun pasal tentang PEMBOHONGAN PUBLIK…karena telah menambahkan embel-embel internasional…Untuk kepentingan komersialisasi kalee….eitt tapi ada gak ya UU pembohongan publik heheeh maklum…blind about law….

13. chacha - Juni 9, 2009

waaaaaaa.. beli nama donk tuwh RS..
Bakaaaaaaaaaaaaaarr!!
hahahaaaa

bakar? emang singkong cha??


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: