jump to navigation

RIFQI: Mengapa FUN dibaca FAN??? Juni 5, 2009

Posted by ekojuli in parenting, PRIVATE, YANG TERCECER.
Tags: , , , ,
trackback

Iklan Tipi:  “Ketik REG <spasi> FUN kirim ke 9**7 “

Melihat Iklan  disela-sela acara Sponges Bob-  kesukaan Rifqi (5 tahun)-, tiba-tiba dia bertanya: “Kenapa FUN kok dia naca FAN, ga salah tuh Yah?”

Susah payah saya jelaskan, “Nak, itu bahasa Inggris. Dalam bahasa Inggris kadang tulisan dibaca berbeda. Seperti FUN tadi….”

Rifqi mengangguk meskipun saya yakin dia tidak puas dengan jawaban saya. Saya justru senang jika dia tidak puas dengan jawaban saya. Berarti? Dia harus belajar bahasa Inggris… cepat atau lambat… Tapi tidak ada satu katapun terlempar dari mulut saya menyuruh dia harus belajar bahasa Inggris. Saya lebih suka dia penasaran dan mencari tau sendiri apa dan bagaimana bahasa Inggris. Begitu juga pengetahuan umum lainnya. Bukannya “serta merta” kita kursuskan bahasa Inggris tanpa cari tau apakah dia pengen tau atau tidak…

Masih terjadi perdebatan mulai umur berapa seseorang belajar bahasa Inggris (bahasa asing)?

Sedikit cerita, Suatu hari mamanya bercerita ketemu anak kecil yang hebat bener bahasa Inggrisnya… Pinter sekali anak itu… Benarkah?

Tentu saja membanggakan jika punya anak (masih kecil) sudah bisa Bahasa Inggris.  Tapi apakah jika anak (masih kecil) bisa bahasa Inggris sudah pasti pintar (cerdas) ?? Jawab saya belum tentu…!!!! Lihat… di Inggris semua anak kecil sudah bisa bahasa Inggris tidak peduli dia cerdas atau tidak cerdas… bahkan tanpa kursus!!! Jadi? Bagi saya Bahasa adalah Kebiasaan. Saya lahir dan besar di Jawa Tengah, saya bisa bahasa Sunda walaupun tanpa pernah kursus bahasa Sunda. Karena saya pernah tinggal di Bandung 5 tahun. Ya iyaaa laaa…

Maaf, bukannya sinis karena anak saya tidak belum bisa Bahasa Inggris  ( wong bapaknya aja bahasa Inggris setengah2…). Bagi saya, tetap jauh lebih penting bahasa Ibu.  Memahami benar bahasa ibu sebagai sarana komunikasi untuk memahami berbagai ilmu pengetahuan. Sehingga dia tidak rancu…. Jauh lebih penting “isi” ilmu pengetahuannya, dan bagaimana cara mendapatkan pengetahuannya.  Dan bagaiamana supaya anak terus terpacu untuk mencari pengetahuan.  Masalah dia bisa bahasa asing anggaplah bonus (tanpa harus memaksa dia untuk “harus” bisa)

Pada dasarnya sih anak memang selalu ingin tahu.  Yang penting kita mengawal keingintauannya tidak dikebiri dan supaya tidak menyimpang dari norma yang berlaku, sehingga bisa berkembang secara positif.

Allahu’alam

Iklan

Komentar»

1. feeds.bloggerpurworejo.com » RIFQI: Mengapa FUN dibaca FAN??? - Juni 6, 2009

[…] RIFQI: Mengapa FUN dibaca FAN??? Filed under: Uncategorized — @ 5:30 am […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: