jump to navigation

[RS OMNI] Jangan Harap Bisa Meninggal dengan Tenang di OMNI. Sembuh? Juni 6, 2009

Posted by ekojuli in PRIVATE, UMUM, YANG TERCECER.
Tags: , , , ,
trackback

Ketawa, Kasihan, Aneh, Sedih, Terharu… Apalagi?

Liat di Koran, Baca Radio, Dengerin Tipi… OMNI Medical Centre Pulo Mas Jakarta Timur, RS Internsional )* menuntut Pasien yang sudah meninggal. Pasien sebenarnya mau membayar kalau RS OMNI memberikan medical record. Keluarga Pasien merasa janggal karena tidak diberitahu sakitnya pa… trz.. resepnya ganti2 terus…. Tabung Oksigen ganti setiap hari….

Kenapa OMNI ga pernah mau memberi rekam medisnya? Entahlah…. (jangan-jangan OMNI… mmm… takut ketahuan….) Takut ketahuan apa? Ya Ga tahu… tanya aja sama OMNI kenapa ga mau memberi rekam medis. Atau…. Sebenarnya ada ga sih rekam medis di OMNI???

Ini beritanya:

RS OMNI Juga Gugat Pasien Meninggal

Jum’at, 05 Juni 2009 | 09:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Gugatan Rumah Sakit Omni International terhadap pasien tak hanya terjadi pada Prita Mulyasari. Rumah Sakit Omni Medical Center, Pulomas, Jakarta Timur, juga menggugat perdata keluarga almarhum Abdullah Anggawie, pasien rumah sakit tersebut, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sidang gugatan itu dipimpin ketua majelis hakim Reno Listowo. Sedianya, sidang kemarin untuk mendengarkan putusan majelis hakim. Reno mengatakan menunda sidang hingga Senin (15 Juni) depan. “Mohon pengertiannya, karena ada pergantian majelis hakim,” kata Reno saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Abdullah Anggawie dirawat di rumah sakit Omni selama tiga bulan sejak 3 Mei 2007. Abdullah akhirnya meninggal pada 5 Agustus 2007. Omni menggugat karena keluarga pasien, yakni Tiem F. Anggawie dan Joeseof Faisal, dan pihak penjamin, yakni PT Sinar Supra Internasional, tidak memenuhi kewajibannya membayar tagihan sebesar total Rp 552,2 juta. Pihak keluarga memiliki kewajiban yang belum dibayar sebesar Rp 427,2 juta karena Rp 125 juta sudah disetor sebagai uang muka atau uang jaminan.

Gugatan terhadap pasien tersebut dilayangkan RS Omni pada 24 November 2008. Selain menuntut pembayaran sisa tagihan, Omni menuntut pembayaran bunga 6 persen per tahun dari total tagihan.

Sri Puji Astuti, kuasa hukum tergugat, membantah tudingan bahwa kliennya tak mau membayar kekurangan biaya rumah sakit tersebut. “Kami mau bayar, tapi kok rekam medisnya nggak dikasih, bagaimana mau bayar kalau rekam medisnya nggak ada,” kata Sri Puji Astuti seusai persidangan.

Menurut Sri, selama tiga bulan dirawat, keluarga pasien tidak pernah diberi tahu soal penyakit yang diderita almarhum. Bahkan, kata Sri, dokter memberikan resep obat yang berbeda setiap hari. Kejanggalan lain, tiap hari tabung oksigen juga diganti yang baru. “Padahal biasanya satu tabung itu untuk beberapa hari,” ujarnya.

Atas gugatan ini, kuasa hukum tergugat mengajukan gugatan balik ke Rumah Sakit Omni Medical Center sebesar Rp 5 miliar. Rumah sakit dinilai melakukan perbuatan melawan hukum dengan tidak memberikan informasi medis dan mengklarifikasi tagihan.

Para tergugat menilai tagihan penggugat tak wajar. Misalnya, dalam tagihan disebutkan penggugat melakukan cuci darah atau hemodialisis setiap hari mulai 19 hingga 31 Mei 2007. Selain itu, terjadi pergantian resep dokter tiap hari mulai 4 sampai 31 Mei. Padahal satu resep obat berlaku untuk jangka waktu tiga hingga enam hari.

Pihak Rumah Sakit Omni Medical Center enggan mengomentari kasus yang mengaitkannya dengan salah seorang pasien yang bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat itu.

“Nanti saja, Mas,” kata Risma Situmorang, kuasa hukum RS Omni Medical Center, melalui telepon kemarin. Berkali-kali Tempo mencoba menghubunginya lagi, namun tak pernah diangkat.

RS Internsional )*: MenKes: OMNI BUKAN RS Internasional

Komentar»

1. denmase - Juni 6, 2009

Cara mencari untung yang tidak bijaksana….

hmmmm… gitu ya

2. P.agung.S - Juni 9, 2009

Yang jadi pertanyaam saya: Kenapa pemerintah tidak mewajibkan semua Rumah Sakit2 dan dokter2 di Indonesia menyarahkan Rekam Medisch (sesuai pengetahuan saya namanya Data Riwayat Kesehatan Pasien) kepasiennya. Kalau diminta, tentunya
Ini kan Hak pasien dan bukan dokumen rahasia Rumah Sakit atau dokter yang merawatnya.

nahhh iya tuh pak…

3. indrasakti - Juni 11, 2009

Rahasialah kalo sampe pasien tau mereka bisa nuntut. misal : pasien terdiagnosa sakit diare tapi ga di kasih tau bilangnya sakit usus buntu di operasi dulu, khan lumayan tuh dapet duit dari cuma sakit diare, trus rawat inap di perpanjang… itu makanya RS bisa kaya-kaya. kalo rekam medis langsung di kasih tau ga bisa ngakalin pasien donk.

4. SIMPANG SIUR DUGAAN SUAP OMNI UNTUK KEJAKSAAN « EkoJuli - Juni 12, 2009

[…] trz… OMNI menuntut Pasien yang sudah Meninggal, […]

5. feeds.bloggerpurworejo.com » SIMPANG SIUR DUGAAN SUAP OMNI UNTUK KEJAKSAAN - Juni 12, 2009

[…] trz… OMNI menuntut Pasien yang sudah Meninggal, […]

6. nina - April 12, 2016

ini rumah sakit emang NGGA ADA bagus2nya susternya bloon,lelet n dokternya juga nga bagus!!!! mata duitan semua


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: