jump to navigation

[SERU- Transkrip Rekaman Bukti Rekayasa Kasus KPK ] Seri Buaya VS Cicak berlanjut di Kejaksaan Oktober 28, 2009

Posted by ekojuli in HOT NEWS.
Tags: , , ,
trackback

sourch pic: feriamsari.wordpress.com
Baca Tipi Nonton Radio dan Dengerin Koran, kayanya seru nih tentang kriminalisasi pimpinan KPK…

Bener atau enggak ayo kita kawal…

Searching ke sana-sini akhirnya nemu di vivanews…

Transkrip Rekaman Bukti Rekayasa Kasus KPK

VIVAnews – Transkrip rekaman pembicaraan antara suara yang diduga Wisnu Surboto dan Anggodo Widjojo- yang mengindikasikan adanya rekayasa terhadap kasus KPK terus bergulir. Petinggi sementara KPK sudah memastikan rekaman itu ada.
Transkrip itu sesungguhnya sudah beredar di kalangan terbatas sejak hari Minggu, 25 Oktober 2009. Isinya, sebagaimana telah diberitakan VIVAnews sebelumnya, kuat mengindikasikan adanya rekayasa sistematis untuk mengkriminalisasikan dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Chandra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto.Seorang sumber tepercaya VIVAnews yang terlibat langsung dalam pusaran perkara ini mengkonfirmasikan kesahihan dari transkrip tersebut.

Rekaman itu, tak lain, adalah cuplikan percakapan hasil penyadapan yang dilakukan KPK terhadap Anggodo Widjojo, adik Anggoro Widjojo–bos PT Masaro Radiokom yang kini menjadi buronan KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Departemen Kehutanan.

Sejumlah nama petinggi Kejaksaan Agung dan Kepolisian RI, termasuk jaksa dan polisi penyidik, disebut-sebut di dalamnya. Salah satunya diduga Wisnu Subroto yang ketika itu menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen. Kepada VIVAnews, Wisnu keras membantah.

Yang lain, tak kurang adalah Wakil Jaksa Agung RI saat ini, Abdul Hakim Ritonga. Ditanya wartawan, Ritonga menyanggah terlibat dalam upaya rekayasa tersebut. Toh, ia tak membantah kenal Anggodo. “Semua orang kenal Anggodo,” katanya.

Dari Markas Besar Kepolisian RI, pejabat yang namanya disebut-sebut diduga adalah Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Susno Duadji. Ditanya wartawan Senin, 26 Oktober 2009 di Bogor, ia hanya menggumam, “… Ehmmm.”

Dari Mabes Polri juga muncul nama yang diduga adalah Irjen Pol. Hadiatmoko, Wakil Kepala Bareskrim Polri yang kini menjabat sebagai perwira tinggi di Mabes Polri. Dikonfirmasi VIVAnews, Hadiatmoko hanya menjawab singkat, “No comment.”

Ihwal dugaan sejumlah perwira tinggi kepolisian ini, Kepala Kepolisian RI Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri berjanji akan mempelajarinya.

Adapun Kepala Humas Kejaksaan Agung Didi Juru Bicara Kejaksaan Agung Didiek Darmanto menantang balik KPK untuk membuka bukti rekaman itu. “Silakan saja kalau mau diungkap,” katanya, Selasa 20 Oktober 2009.

Berikut cuplikan transkrip tersebut yang didapat wartawan VIVAnews.

Anggodo ke Wisnu Subroto (22 Juli 2009:12.03)

“… nanti malam saya rencananya ngajak si Edi (Edi Soemarsono, saksi dan teman dekat mantan Ketua KPK Antasari Azhar, red.) sama Ari (Ari Muladi, tersangka kasus pemerasan dan teman Anggodo, red.) ketemu Truno-3 (Mabes Polri kerap disebut sebagai “Trunojoyo”).

Wisnu Subroto ke Anggodo (23 juli 2009:12.15)

“Bagaimana perkembangannya?”

“Ya, masih tetap nambahin BAP, ini saya masih di Mabes.”

“Pokoknya berkasnya ini kelihatannya dimasukkan ke tempatnya Rit (nama salah satu pucuk pimpinan Kejaksaan Agung), minggu ini, terus balik ke sini, terus action.”

“RI-1 belum.”

“Udah-udah, aku masih mencocokkan tanggal.”

Anggoro ke Anggodo (24 Juli 2009:12.25)

“Yo pokoke saiki Berita Acara-ne kene dikompliti (ya pokoknya sekarang Berita Acara-nya dilengkapi).”

“Wes gandeng karo Rit (nama salah satu pucuk pimpinan Kejaksaan Agung) kok dek’e (dia sudah nyambung kok dengan R)

“Janji ambek Rit (nama salah satu pucuk pimpinan Kejaksaan Agung), final gelar iku sama kejaksaan lagi, trakhir Senen (Janji sama Rit gelar perkara final dengan kejaksaan lagi, terakhir Senin).”

“… sambil ngenteni surate RI-1 thok nek? (… tinggal menunggu surat dari RI-1?)”

“Lha, kon takok’o Truno, tho (ya kamu tanyakan ke Trunojoyo, dong).”

“Yo mengko bengi, ngko bengi dek’e (ya nanti malam saya tanyakan ke dia).”

Hadiatmoko ke Anggodo (27 Juli 2009, 18.28)

“..dan ini kronologinya saya sudah di Bang Far (nama lelaki) semua,”

“Sebetulnya ada satu saksi lagi si Edi Sumarsono, Pak, yang Antasari itu, Pak. Sama pembuktian lagi waktu Ari kesana, ada pertemuan rapat dengan KPK, Pak.”

“Ada pertemuan di ruang rapat Chandra (Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah, red.)”

Anggodo ke Kos (nama laki-laki, red) (28 Juli 2009, 12.42)

“Kos, itu kronologis jangan lu kasih dia loh, Kos.”

“Jangan dikasihkan soalnya Edi sudah berseberangan.”

“Cuman lu harus ngomong sama dia: ’terpaksa lu harus jadi saksi,’ karena Chandra lu yang perintah, kalao nggak, nggak bisa nggandeng.”

Anggodo ke seorang perempuan (28 Juli 2009, 21.41)

“Besok kon tak ente…, ngomong ke Rit (nama salah satu pucuk pimpinan Kejaksaan Agung, red.) (Besok kamu saya tunggu …, bicara ke R), Edi Sumarsono itu bajingan bener, sebenarnya dia mengingkari semua.”

“Besok penting ngomong. Edi ngingkari, Pak, padahal Antasari bawa Chandra.”

Anggodo ke Prm (penyidik) (29 Juli 2009, 13.09)

“Kelihatannya kronologis saya yang benar.”

“Iya sudah benar kok, saya lihat, di surat lalu lintas. Saya sudah ngecek ke Imigrasi, sudah benar kok.”

Anggodo ke Wisnu Subroto (29 Juli 2009, 13.58)

“Terus gimana, Pak, mengenai Edi gimana, Pak?”

“Edi udah tak omongken Ir (nama salah satu jaksa di Kejaksaan Agung) apa. Ini bukan sono yang salah, kita-kita ini yang jadi salah.”

“Iya, padahal dia saksi kunci Chandra.”

“Maksud saya Pak, dia kenalnya dari Bapak dan Pak Wisnu (nama petinggi Kejaksaan Agung), gak apa-apa kan, Pak.”

“Nggak apa-apa, kalau dari Wisnu nggak apa-apa lah.”

“Kalau kita ngikutin, kan berarti saya ngaku Ir (nama jaksa di Kejaksaan Agung) kan. Cuma kalau dia nutupin dia yang perintah… perintahnya Antasari suruh ngaku ke Chandra itu gak ngaku. Terus siapa
yang ngaku?”

“Ya, you sama Ar.”

“Nggak bisa dong Pak, wong nggak ada konteksnya dengan Chandra.”

“Nggak, saya dengar dari Edi.”

“Iya dari Edi, emang perintahnya dia Pak. Lha, Edinya nggak mau ngaku, gitu Pak, dia nggak kenal Chandra, saya ndak nyuruh ngasihin duit, gimana, Bos?”

“Ya ndak apa-apa”

Anggodo ke Wisnu Subroto (30 Juli 2009, 19.13)

“Pak tadi jadi ketemu?”

“Udah, akhirnya Kos (nama seseorang) yang tahu persis teknis di sana. Suruh dikompromikan di sana, Kosasih juga sudah ketemu Pak Susno, dia juga ketemu Pak Susno lagi si Edi. Yang penting kalo dia tidak mengaku susah kita.”

“Yang saya penting, dia menyatakan waktu itu supaya membayar Chandra atas perintah Antasari.”

“Nah itu.”

“Wong waktu di malam si itu dipeluk anu tak nanya, kok situ bisa ngomong. Si Ari dipeluk karena teriak-teriak, dipeluk sama Chandra itu kejadian.”

“Bohong, nggak ada kejadian, kamuflase saja.”

“Nggak ada memang. Jadi dia cuma dikasih tau disuruh Ari gitu. Dia curiga duite dimakan Ari.”

“Bukan sial Ari-nya Pak, dia cerita pada waktu ke KPK dia yang minta
Ari, kalau ditanya saya bilang Edi ada di situ, diwalik (dibalik) sama-sama doa, Ari yang suruh ngomong dia ngomong dia ada. Kalau itu saya gak jadi masalah pak, itu saya suruh…”

“Pokoknya yang kunci-kuncinya itu saya sudah ngomong sama Kosasih, kalo tidak ada lagi…nyampe…ya berarti ya enggak bisa kasus ini gitu.”

“Yang penting buat saya Pak si Ari ini, dia ngurusi AR (pimpinan KPK, red) segala. Ujung-ujungnya dia dapet perintah nyerahkan ke Chandra itu siapa, Pak? Kan nggak nyambung, Pak”

“Bukan Pak, dia memerintahkan nyerahken ke Chandra yang Bapak juga tahu, kan, karena kalo gak ada yang merintah Chandra, Pak, nggak nyambung uang itu, lho.”

“Memang keseluruhan tetap keterangan itu, kalau Edi nggak ngaku ya
biarin yang penting Ari sama Anggodo kan cerita itu”

“Kan saksinya kurang satu.”

“Saksinya akan sudah dua, Ari sama Anggodo”

“Saya bukan saksi, saya kan penyandang dana, kan.”

“Kenapa dana itu dikeluarkan, karena saya disuruh si Edi kan, sama saja kan, hahaha…”

“Suruh dia ngaku lah, Pak, kalao temenan kaya gini ya percuma, Pak, punya temen.”

“Susno dari awal berangkat sama saya ke Singapura. Itu dia sudah tahu Toni itu saya, sudah ngerti, Pak. Yang penting dia nggak usah masalahin. Itu kan urusan penyidik.”

“Yang penting dia ngakuin itu bahwa dia yang merintahkan untuk nyogok Chandra, itu aja.”

“Sekarang begini, dia perintahkan kan udah Ari denger, you denger kan. Sudah selesai…”

“Tapi, kalo dia nggak bantu kita Pak, terjerumus. Dia dibenci sama Susno.”

“Biarin aja, tapi nyatanya dia ngomong dipanggil Susno.”

Anggodo dengan seorang perempuan (6 Agustus 2009, 20.14)

“Iyo tapi ditakono tanda tangani teke sopo, iya toh gak iso jawab.
Modele bajingan kabeh, Yang. Chandra iku yo, wis blesno ae, Yang, ojo ragu-ragu… (Iya, tapi ditanyakan ini tanda tangan siapa, iya toh tidak bisa menjawab. Modelnya bajingan semua, Yang. Chandra itu dijebloskan saja, Yang, jangan ragu-ragu…).”

Anggodo dengan seorang laki-laki (7 Agustus 2009, 22.34)

“Menurut bosnya Trunojoyo, kalau bisa besok sudah keluar.”

“Dia bilang tidak bagus, karena pemberitaannya hari Minggu,
orang sedang libur. Bagusnya Senin pagi, langsung main.”

“Truno (Trunojoyo, red) minta TV dikontak hari ini, supaya besok counter-nya dari Anggoro.”

Anggodo dengan …(8 Agustus 2009, 20.39)

“Nggak usah ngomong sama penyidik. Cuma Abang saja tahu bahwa BAP-nya Ari tuh seperti itu. Jadi dalam posisi dia BAP, masih sesuai apa yang dia anu. Jangan sampai dia berpikir, kita bohong.”

“Siap, Bang.”

“Sama harus dikaitkan ini, seperti sindikat Edi, Ari sama KPK satu
sindikat mau memeras kita, ya Bang”

“Iya.”

“Intinya si Ari sudah di BAP seperti kronologis. Kenapa kok kita laporkan Ari itu. Kenapa sudah laporan begini kok dia melarikan diri.
Gitu loh. Dan si Edi itu di BAP itu nggak ngaku. Kita nggak usah ngomong. Pokoknya si Edi nggak tahu kita.

”Bang, nanti maksudnya di BAP kita nantinya, inti bahwa pengakuan itu, Bang.”

“Iya.”

“Sekarang jangan dibuka dulu. Maksudnya status si Ari itu, kita merasa Ari sama Edy dan ini tuh, ini kita diperas KPK sudah kita bayar. Kenapa jadi masalah begini. Gitu loh, Bos.”

“Iya.”

“Menurut pengakuan Ari, dia sudah membayar seluruh dana tersebut kepada orang-orang KPK, nggak tahu siapa.”

“Betul.”

Al (nama seorang laki-laki) dengan Anggodo (10 Agustus 2009,17.33)

“Secara keseluruhan apik (bagus). Anggoro nggak lari.”

“Kenceng dia ngomonge (gamblang dia bicaranya).”

“Kenceng. Tak rekam banter mau? (Gamblang. Saya rekam keras-keras mau?)”

“Yo wes (ya sudah). Terus poin-poinnya tersasar, kan?”

“Sudah.”

“Tidak lari. Ciamik dee njelasno (bagus sekali dia menjelaskannya).”

“Ini ada suatu rekayasa, nampak dari pemanggilan jadi saksi terus tersangka. Tenggat waktu 9 bulan. Sudah kondusif. Moro-moro (tiba-tiba) karena ada testimoni, muncul pemanggilan sebagai tersangka. Secara keseluruhan oke.”

“Mengenai cekal, salah sasaran”

“Ya dalam kasus Yusuf Faisal, kok dicekal Anggoro. Itu bagaimana.
Penyitaan dan penggeledahan juga salah sasaran. Dalam kasus Yusuf
Faisal, kok yang digeledah Masaro. Pokoknya intinya sudah masuk semua.”

Alex dengan Anggodo dan Rob (nama laki-laki 3) (10 Agustus 2009:18.07)

“Iya memang di cuplikan. Nggak banyak, tapi intinya kita berkelit, kalau ini bukan penyuapan. Karena di awal itu, beritanya dari Antasari dulu, testimoni itu. Jadi dia cuplik dari Antasari, terus baru disambung ke kita, jadi dijelaskan sama Bon (nama pengacara Anggoro), kalo itu bukan penyuapan. Dan permasalahannya, kedatangan Antasari menemui Anggoro itu juga membawa konsekwensi Antasari bisa dipermasalahkan”

“Ngomong gimana? Pengacara dari Anggoro press release hari ini.”

Komentar»

1. rita - Oktober 28, 2009

Sadarlah para petinggi,pengadilan dunia bisa direkayasa..pengadilan akhirat mutlak,kekal dan abadi..

2. feeds.bloggerpurworejo.com » [SERU- Transkrip Rekaman Bukti Rekayasa Kasus KPK ] Seri Buaya VS Cicak berlanjut di Kejaksaan - Oktober 28, 2009

[…] Baca dari Sumbernya […]

3. Cara Membuat Blog - Oktober 28, 2009

Wah, berita besar di minggu ini. Dugaan konspirasi untuk menggulingkan duo KPK memang cukup mencengangkan. namun dari awal kasus ini bermula, memang banyak yang menyangsikannya. sepertinya layak ditunggu kebenaran transkrip rekaman yang sekarang sedang beredar.

Kepada pihak yang berkait, mudah-mudahan dapat segera menyelesaikannya tanpa tebang pilih. negeri ini butuh keadilan, keadilan untuk semua!
Cara Membuat Blog

4. Dadang Sadkar - Oktober 29, 2009

addduhh…., mau gimana jadinya negeri ini. Rakyat pada sengsara, yang kena gempa, yang kena banjir, yang kena gusur, yang disiksa majikan di luar negeri, yang pengangguran…. , petinggi-petinggi ini masih sibuk ngurusin dan ngatur-ngatur kebohongan dan kelicikan. Jadi yang salah ini siapa? yang ngatur negeri, atau yang memilih dia supaya bisa ngatur negeri?

5. addam - Oktober 29, 2009

lagi sibuk kerja

6. Cerita Lucu - Oktober 29, 2009

waduh…
makin keruh dan makin panas saja nih kasus KPK vs POLRI…

apalagi sekarang KPK telah memegang bukti terbarunya,
yaiutu sebuah rekaman yang bisa dijadikan barang bukti yang ampuh…
KPK baru saja mengeluarkan transkrip rekaman tersebut…
semoga saja keadilan dinegara kita ini bisa semakin tegak dan semakin bisa dipercaya
Lirik Lagu Indonesia

7. Bodrox - Oktober 31, 2009

Cecak tempur lawan buaya, rakyat di bawah makin terhimpit dan sakit..

8. anjing - November 1, 2009

negeri ini sdh tak ada yg bisa dipercaya lagi.kalau bisa revolusi saja.

9. Erwin Mulialim - November 2, 2009

Ada Skenario & Konspirasi BESAR dalam Rekayasa Kriminalisasi buat melemahkan fungsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemerintah dalam hal ini POLRI & Kejaksaan sepertinya perlahan-lahan ingin menghilangkan keberadaan lembaga KPK yang selama ini telah banyak mengungkapkan & menyidik kasus-kasus korupsi di tanah air bahkan kasus-kasus korupsi besar yang sudah melibatkan pejabat-pejabat teras pemerintahan & anggota Dewan Perwakilan Rakyat sekalipun. Hal ini terbukti dengan prestasi gemilang KPK dalam mengungkapkan Kasus Suap Alih Fungsi Hutan Lindung atas diri Al Amin Nur Nasution (anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PPP) dan juga Kasus Suap atas diri Jaksa kasus BLBI Urip Tri Gunawan.

Maju Terus KPK & Pantang Menyerah! Hidup KPK! Berantas Tuntas Tanpa Pandang Bulu Segala Bentuk Korupsi Di Bumi Pertiwi Indonesia Yang Kita Cintai Ini!!!

10. nurrahman18 - November 2, 2009

cicaknya kasian…konspirasi semakin menjadi gila (doh)

11. juan - November 2, 2009

nah semua makin jelas toh “becik ketitik olo ketoro” ga’ pandang bulu..

12. Bambang - November 3, 2009

Polisi = Tom ( in Tom & Jerry )

KPK = Jerry ( in Tom & Jerry )

Jadi udah jelas kan siapa yang menang…

13. idrus - November 3, 2009

ga selamanya yang bathil tertutupi,pasti suatu saat akan kebongkar dan ada hukum karma….sekarang saatnya KEBENARAN terkuak !!!

14. Gondronk - November 3, 2009

Tunggu aja perkembangan kasusnya, banyak aktor gede dibalik ini semua …

15. Rakyat Pusing Indonesia - November 4, 2009

Kasus seperti Buaya Vs Cicak sudah sering ditonton di Film2 India atau di Film2 Laga yg menggambarkan persindikatan, Rekayasa Kriminalisasi, Rekayasa Pembunuhan, Rekayasa Politik dan Rekayasa Kekuasaan, tentu sedikit banyak anda sudah tahu bgmn jalan cerita dan akhir dari ceritanya. Dan mungkin, kejadian ini bukan kasus yg pertama kali di negeri ini, hanya saja baru yg kali ini terkuak.

Coba anda bayangkan sejak jaman orde baru sampai sekarang, berapa banyak mgkn kasus2 yang sprti ini tersimpan rapi. Tapi sudahlah yang lalu2 biarlah berlalu, terlalu sulit utk menoleh lagi kebelakang lagi pula mgkn saja sbgian para pelakunya sudah piknik keneraka sana, biarlah mereka2 yg dulu pernah mengalaminya dan masih hidup akan mempertanggungjawabkannya kepada Allah SWT nanti.

Untuk yang kali ini tengah terkuak, serta bukti2 dan bahan2 penyidikan masih memungkinkan utk didapat dan ditelaah, demi menjunjung tinggi keadilan serta membersihkan kembali citra baik badan2 hukum dan alat2 kekuasaan negara demokrasi serta menjunjung tinggi penegakan HUKUM dan HAM sebaiknya semua oknum2 yang dinyatakan bersalah sesuai prosedur proses penyidikan, ditindak secara administratif, diberhentikan secara tidak hormat dan dihukum dengan seadil2nya dan seberat2nya tanpa pandang bulu, sekali lagi ini demi keadilan dan penegakan hukum di Negeri Indonesia tercinta.

KEPADA SELURUH RAKYAT INDONESIA BEKERJALAH DENGAN SEJUJUR2NYA APAPUN PEKERJAAN ANDA DAN JANGAN TAKUT UNTUK MENGUNGKAPKAN KECURANGAN2, KETIDAKJUJURAN, KETIDAKADILAN BAIK YANG ANDA LIHAT MAUPUN YANG ANDA DENGAR, INGAT!! ALLAH SWT TUHAN YME AKAN ADA BERSAMA ANDA YANG BENAR.

MARI KITA BERANTAS KORUPSI, KOLUSI, NEPOTISME, KETIDAKADILAN DAN KESEWENANG2AN DI NEGERI INI.

AYO MAJUUUU !!!!!

16. ANWAR HADI - November 4, 2009

Berantas semua orang2 yg ingin menghancurkan KPK terutama dari kalangan2 yang tinggi.Karena semua orang2 yang ingin menghancurkan KPK itu di anggap bahwa mereka tidak lebih dari para Koruptor serta anggota dari Teroris.Buat apasih mereka menghancurkan KPK kalau bukan alasan mereka untuk bebas korupsi.Kami para kalangan yang mudah tidak akan membiarkan negara ini hancur cuma gara2 orang2 yang tidak bertanggung jawab serta orang2 yang hanya memikirkan dirinya sendiri.Walau nyawa ini harus dikorbankan demi membela negara yang kami sayangi ini.Aku akan rela berkorban,HIDUP INDONESIA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!Hancurkan para penghancur negara!!!!!!!!!!!!!!BERKIBARLAH BENDERAKU,BERJAYALAH TERUS INDONESIA!!!!!!!!!!!!!!!!!!

17. ANWAR HADI - November 4, 2009

SEBENARNYA BUKAN KPK YANG SALAH TETAPI YANG SALAH ITU ADALAH ORANGNYA YANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB.JADI JANGAN SALAHKAN KPK.KALAU TANPA KPK MAKA PARA KORUPTOR DI NEGARA INI AKAN MERAJALELAH JADI YANG SEHARUSNYA DIBUNUH ADALAH ORANG2NYA YANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB.MAKA DARI ITU INI ADALAH SALAH SATU PENGALAMAN UNTUK PARA PEMERINTAH.
“”””””””PILILAH ORANG-ORANG YANG BETUL-BETUL MEMENTINGKAN””””””
NEGARA INI DARIPADA DIRINYA SENDIRI

18. ANWAR HADI - November 4, 2009

TOLONGLAH KEPADA MASYARAKAT LAIN”””””””’JANGAN SALAHPAHAM DAN JANGAN MENYALAHKAN ANGKET ANGKET NEGARA SEPERTI KEPOLISIAN,KEJAKSAAN DAN LAIN-LAINNYA.TETAPI SALAHKAN ORANG-ORANG YANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB,SALAHKAN ORANG-ORANG YANG HANYA MEMENTINGKAN DIRINYA SENDIRI SEPERTI ORANG-ORANG YANG KORUPTOR DIDALAM KPK ITU SERTA DI DALAM PEJABAT-PEJABAT LAIN.

19. alakadarY - November 4, 2009

halahhhhhhhhh. .. . . . . . . . . . . .
y mbuh y.!!!!

viji_

20. Why - November 11, 2009

mo tanya, kira-kira kalo ada hasil rekaman yang menjatuhkan wibawa kpk mungkinkah hasil rekaman itu diserahkan juga ke-MK???

kira-kira apakah kpk menyerahkan semua hasil penyadapanan tanpa ada yang di-“sensor” oleh tim IT-nya?????

tanya kenapa?

21. upid - November 12, 2009

@ atas saya
harus di lihat bang, dasar apa yang melandasi penyerahan hasil rekaman ke MK tsb. ceritanya kan begini (setahu saya): pada UU KPK tertulis bahwa pejabat KPK akan diberhentikan secara tetap apabila berstatus terdakwa. lalu KPK mengajukan permohonan peninjauan UU tsb terhadap MK apabila ternyata status terdakwa itu dikarenakan kasus rekayasa yang menurut mereka telah terjadi pada Chandra & Bibit. Lalu MK meminta bukti atas dasar apa KPK mengatakan telah terjadi rekayasa pada kasus CH & Bbt. Oleh karena itu KPK memberikan bukti berupa rekaman tersebut. jadi di sini maksud dan tujuannya bukan hendak menjatuhkan wibawa siapa², tapi hendak menunjukan sebuah studi kasus terhadap suatu UU. saya kira itu wajar. kalaupun ada permohonan peninjauan UU dari instansi lain dgn bukti yg menjatuhkan wibawa KPK, saya kira MK akan welcome.

masalah hasil rekaman itu asli atau tidak, atau di “sensor” atau tidak, tentunya itu akan diselidiki oleh MK sendiri melalui keterangan² dari org² yg terlibat ataupun keterangan dari ahli dalam persidangannya nanti.

so.. kenapa harus “tanya kenapa”?

22. HERMAN - November 17, 2009

untuk KPK dan POLRI marilah kita tegakkan hukum ini dengan se adil-adilnya, sebelum yang kuasa menghukum diri kita…iingatlah akhirat itu ada…neraka itu ada dan pasti tidak mau masuk kedalamnya kan ?????????????????????????????????????????????????.INDONESIA HARUS RUKUN, DAMAI DAN BERSATU…BERANTAS KORUPSI,,TEGAKKAN HUKUM DENGAN SE ADIL-ADIL NYA.HIDUP INDONESIA

23. MAMBO - Desember 15, 2009

duh…
udah banyak gajinya masih mau koprup…

itu uang kami buat negara INDONESIA yg masih berkembang, bgmn caranya indonesia menjadi negara maju klo dana yang d butuhkan disembunyiin “tikus”…??

24. Matroni el-Moezany - Januari 7, 2010

bukan hanya mau korupsi mereka, tapi ingin memiliki mobil seharga miliaran, tapi mengapa tidak malu, masih mau GAYA, kayak anak SMP aja, Ahhh…. pemimpin Indonesia

25. goni - Januari 11, 2010

jangan gitu donk, aku kan masih smp, masa gaya anak-anak smp di sorotin kita jadi gr nih..kamu cakep ga sih..? ceting-ceting yu..ident..saya masih plat biru, suka perempuan, suka janda, suka artis..masa remaja gitu…

26. Rheztan - Januari 15, 2010

sbenernya cie pngen comment, tp karena q msh pke seragam biru-putih,,,jd i just wanna say…”MAJU TERUS INDONESIA! PERANGI KORUPSI! (jgn lupa jg ngnuntasin kasus ini ea)n,,,,JGN BWT RAKYAT INDONESIA MENDERITA GARA2 ULAH MEREKA! CAYOOOOO,,,,

27. goni - Januari 18, 2010

rhztan mantep banget semangatnye, kaya ulekan sambel enya gw mantep, pedes, tapi gw kaga korupsi men, ape gw harus tereak juga..anti korupsi..anti korupsi..gitu, tapi men kalo gw dah lulus sarjana ding…dong kalo kerja korupsi ape kaga ye..teng..teng..teng


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: