jump to navigation

[HEBOH] TERBUKA SUDAH REKAMAN ANGGODO November 4, 2009

Posted by ekojuli in HOT NEWS.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,
trackback

WEW PANJANG BANGET NEH PENYADAPAN KPK KE ANGGODO.. 4 JAM LEBIH…

(baca terus… dibawah ada download versi MP3-nya lohh)

GIMANA COBA MAU SHARE DI SINI….

Ayo kita mulai dari sini….

INI DIA NAMA-NAMA PEJABAT YANG DIDEBUT-SEBUT DALAM REKAMAN ANGGODO:

Ritonga yang paling banyak disebut coba kita telusuri siapa dia:

Ritonga

Nama Ritonga beberapa kali disebut-sebut. Diduga, yang dimaksud dengan Ritonga adalah Abdul Hakim Ritonga yang saat ini menjabat Wakil Jaksa Agung. Namanya disebut-sebut dalam percakapan antara Anggodo dan sejumlah orang.

Berulangkali Ritonga memberikan klarifikasi terkait rekaman ini. Ia membantah terlibat atau mengetahui upaya kriminalisasi terhadap KPK dalam kasus yang menyeret dua pimpinan KPK (nonaktif) Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. ”Saya tidak merekayasa, tapi melakukan prosedur penyelesaian perkara sesuai ketentuan perundang-undangan,” katanya beberapa minggu lalu.

Jaksa Agung Hendarman Supandji telah meminta klarifikasi kepada Ritonga. Namun, ia menolak membeberkan jawaban Ritonga atas tuduhan tersebut. “Bukan membantah, bukan menyetujui,” kata Hendarman.

Dalam rekaman, nama Ritonga disebut berkali-kali. Berikut beberapa petikan percakapan yang menyebut Ritonga.

Pada 28 Juli 2009 Anggodo menghubungi seseorang yang diduga Kosasih, pengacaranya.

“Perlu enggak Ritonga dikasih?” tanya Anggodo. Saat itu Ritonga masih menjabat sebagai Jaksa Agung Muda tindak Pidana Umum (Jampidum).
“Nanti saja pak,” jawab Kosasih.

Pada 28 Juli 2009 Anggodo menghubungi Kosasih, pengacaranya. Anggodo berkata kepada Kosasih, “Sebenarnya Edi Sumarsono itu seharusnya masuk penjara juga Kos. Tapi sama Pak Wisnu minta sama Ritonga gak dieksekusi-eksekusi.”

Pada 6 Agustus 2009 seorang perempuan menghubungi Anggodo. Berikut percakapannya.

Perempuan : Tadi Pak Ritonga telepon, besok dia pijet di Depok, ketawa-ketawa dia, pokoknya harus ngomong apa adanya semua, ngerti? Kalau enggak gitu kita yang mati, soalnya sekarang dapat dukungan dari SBY, ngerti ga?
Anggodo : Siapa?
Perempuan : Kita semua. Pak Ritonga, pokoknya didukung, jadi KPK nanti ditutup ngerti ga?
Anggodo : Iya-iya
Perempuan : Udah pokoknya jangan khawatir ini urusannya bisa tuntas, harus selesai. Dia ngomong begitu, Pak Ritonga. Bener Pak Ritonga itu loh, siapa polisi itu, si Susno itu. Kemarin Pak Ritonga dianu itu, Pak Ritonga ngamuk. Kan dia itu anu Pak, janji to? Gitu loh, kok dia yang nyeleweng, gak berani dia, katanya Anggodo suruh nelepon kamu, kamu stress toh Pak? Hari ini masuk TV terang loh Pak, masuk tv terang bos itu kayak apa itu?
Anggodo : lya…hehe
Perempuan : Tapi lebih baik kok katanya, bagus. Harus begini, karena Antasari, kan kamu tak certain ya Pak, ini kenapa dia ngomong gini? Mulai.. (tidak jelas) semua, Antasari kan butuh…tutup (tidak jelas) ngerti Pak? Pak Ritonga kan rentut-nya se-Indonesia yang nentuin Pak
Anggodo : Iya
Perempuan : Nah ini loh yang ini, makanya Pak Ritonga dengan urusan sampe tuntas
Anggodo : Ya..ya

Satu hari kemudian, pada 7 Agustus 2009 Anggodo dihubungi seorang perempuan.

Anggodo : Apa sudah telepon Ritonga?
Perempuan : Belum, baru sms saja. Telepon yang ngangkat ajudannya, bilang lagi rapat. Saya bilang sama ajudannya besok ada yang mau ketemu, ajudannya bilang ya saya terima.
Anggodo : Apa itu artinya besok pasti.
Perempuan : Mungkin saja kalau dia ngomongnya seperti itu.

Selanjutnya, pada 10 Agustus terjadi pula percakapan antara Anggodo dan seorang perempuan. Pembicaraan berlangsung dalam bahasa Jawa Timur.

Perempuan : Ritonga takon, Gimana Anggodo sakit? Ritonga iku apik wonge, ngerti budi. (Ritonga tanya, Gimana Anggodo sakit? Ritonga itu orangnya baik, tahu balas jasa). Ritonga ngomong, Bilang Pak Anggodo, banyak temen yang support dia. Jaksa Agung itu banyak. Jangan stress, bisa-bisa nggak bisa mikir kalo stress.

sumber: kompas

Coba kita telusuri nama yang lain yang cukup menarik untuk kita ketahui latar belakangnya:

Wisnu Subroto

Wisnu Subroto adalah mantan Jaksa Agung Muda Intelijen. Wisnu tidak hanya disebut-sebut dalam percakapan itu, tetapi juga menjadi seseorang yang amat sering bercakap-cakap dengan Anggodo.

Wisnu sendiri dalam sejumlah kesempatan tidak menyangkal hubungan teleponnya dengan Anggodo. Namun, Wisnu membantah bahwa percakapannya dengan Anggodo merupakan rekayasa mengkriminalisasi KPK.

“Anggodo memang pernah menelepon saya. Ia curhat mengenai sikap Edi Sumarsono yang tidak mau mengakui pernah mengetahui adanya perintah dari Antasari (mantan Ketua KPK Antasari Azhar) untuk menyuap Chandra Hamzah,” ujar Wisnu Subroto beberapa waktu lalu (Persda Network, Senin, 26/10).

Percakapan Anggodo dan orang yang diduga Wisnu Subroto

Berikut salah satu bagian petikan transkrip pembicaraan antara Anggodo dan Wisnu Subroto pada 22 dan 23 Juli 2009.

Pembicaraan 22 Juli terjadi pukul 12.03 WIB.

“Nanti malam saya rencananya ngajak si Edi (Edi Sumarsono) sama Ari (Ari Muladi) ketemu Truno 3 (Kabareskrim Komjen Susno Duadji),” kata Anggodo kepada Wisnu.

Sehari kemudian giliran Wisnu menelepon Anggodo, sekitar pukul 12.15.

Wisnu : Bagaimana perkembangannya?
Anggodo : Ya, masih tetap nambahin BAP, ini saya masih di Mabes. Pokoknya berkasnya ini kelihatannya dimasukkan ke tempatnya Ritonga (saat itu Jaksa Agung Muda Pidana Umum, Abdul Hakim Ritonga, sekarang Wakil Jaksa Agung) minggu ini, terus balik ke sini, terus action.
Wisnu : RI-I (Presiden) belum.
Anggodo : Udah-udah, aku masih mencocokkan tanggal.

Sedang telepon yang membahas sikap Edi Sumarsono yang tidak mau mengakui bahwa ia mengetahui adanya perintah dari Antasari Azhar untuk memberi suap kepada Chandra Hamzah, berlangsung 29 Juli 2009, sekitar pukul 13.58.

Anggodo : Terus gimana Pak, mengenai Edi gimana, Pak.
Wisnu : Edi udah tak omongken Irwan apa. Ini bukan sono yang salah, kita-kita ini yang jadi salah.
Anggodo : Iya, padahal ia saksi kunci Chandra. Maksud saya Pak, dia kenalnya dari Bapak dan Pak Wisnu, nggak apa-apa kan Pak.
Wisnu : Nggak apa-apa, kalau dari Wisnu nggak apa-apalah.
Anggodo : Kalau kita ngikutin, kan berarti saya ngaku Irwan kan. Cuma kalau dia nutupin dia yang perintah. Perintahnya Antasari suruh ngaku ke Chandra (Chandra Hamzah) itu nggak ngaku. Terus siapa yang ngaku.
Wisnu : Ya you sama Ari.
Anggodo : Nggak bisa dong Pak, wong nggak ada konteksnya dengan Chandra.
Wisnu : Nggak, saya dengar dari Edi.
Anggodo : Iya dari Edi, emang perintahnya dia Pak. Lha Edi-nya nggak mau ngaku, gitu Pak, Dia (Edi) nggak kenal Chandra, saya ndak nyuruh ngasihin duit. Gimana bos?

Wisnu : Ya nggak apa-apa.

Pada 30 Juli 2009, Anggodo kembali menghubungi Wisnu.

Anggodo : Pak tadi jadi ketemu.
Wisnu : Udah, akhirnya Kosasih (pengacara) yang tahu persis teknis di sana. Suruh dikompromikan di sana. Kosasih juga sudah ketemu Pak Susno. Dia juga ketemu Pak Susno lagi dengan si Edi. Yang penting kalau dia tidak mengaku susah kita. Yang saya penting, dia menyatakan waktu itu supaya membayar Chandra atas perintah Antasari.
Anggodo : Nah itu. Wong waktu di malam si itu dipeluk anu tak nanya, kok situ bisa ngomong. Si Ari dipeluk karena teriak-teriak, dipeluk sama Chandra itu kejadian.
Wisnu : Bohong, nggak ada kejadian, kamuflase saja.

sumber: kompas

sekalian kita check beberapa rekaman yang ada:

wew….

ntar di update lagi yaaaa..

lagi nih

MENGUNDUH [MP3] REKAMAN LENGKAP ANGGODO :

1. Percakapan Penyelesaian Kasus Masaro oleh Anggodo (1.7 MB durasi: 09:43 detik)

isi: Rekaman Anggodo dengan Mantan Jamintel Wisnu Subroto dan beberapa pihak palin berkaitan dengan kasus Masaro


2. Perincian Uang untuk Penyuapan KPK oleh Anggodo via Ari Muliadi. (1.4 MB durasi 08:13 detik)

ISI: Menyangkut nama Kabareskrim Komjen Susno Duadji serta sejumlah nama penyidik, yaitu Benny, Parman, Gupu, dan Dik Dik. Nama terakhir identik dengan nama Wakabareskrim Irjen Dik Dik Mulyana.

3. Pencatutan nama SBY(2.4 Mb 13:52 detik)

ISI: salah satu isi pembicaraannya mencatut nama RI 1 juga dilakukan antara Anggodo dengan yang Ong Juliana.

4. Menyusun Strategi dari Suap menjadi Pemerasan (5.1 MB DURASI: 29:15 detik)

ISI: pembicaraan antara Anggodo dengan (yang diduga) Kosasih, antara Anggodo dengan (yang diduga salah seorang Direktur PT. Masaro) Putranefo, antara Anggodo dengan “seseorang”, antara Anggodo dengan yang diduga kuasa hukumnya Bonaran Situmeang untuk menyusun strategi dari suap menjadi pemerasan.

5. Perhitungan fee pihak terkait (2.08 MB durasi 11: 48)

ISI: pembicaraan antara Anggodo dengan (yang diduga) Alex , Anggodo dengan “seseorang”, dan antara Anggodo dengan (yang diduga) Bonaran Situmeang terkait perhitungan fee pihak terkait.

Silakan diunduh, sumber: elshinta

Iklan

Komentar»

1. billy - November 4, 2009

Hi anggodo pimpin aja negri ini. lo cocok banget jadi presiden. mereka petinggi negri dah tunduk ma kamu. selamat bro! viva! kamu memang luar biasa. kalo nanti dah jadi presiden jangan lupa bikin lokalisasi germo terbesar di asia tenggara. ok?
n jgn lupa lo dah bau tanah. ntar kalo dah bongko jgn lupa bergabung ma noerdin hahahahahahaaaaaaaaaa bangsat!!!!!!!

2. feeds.bloggerpurworejo.com » [HEBOH] TERBUKA SUDAH REKAMAN ANGGODO - November 4, 2009

[…] Baca dari Sumbernya […]

3. [HOT] ANGGODO BEBAS??? Bagooss…!!! « EkoJuli - November 5, 2009

[…] Apalagi setelah mendengar rekaman pembicaraan Anggodo dengan sejumlah orang termasuk sejumlah pejabat. Baca : Terbuka Sudah Rekaman Anggodo […]

4. billy - November 5, 2009

titip pesan buat pak kapolri. salut buat anda. anda adalah sosok yang berkepribadian sopan santun lemah lembut tenang. hmmmmm membuat saya jadi trenyuh dengan apa yg menimpa anda akhir2 ini. indonesia raya ini terlalu luas jadi bikin bapak bingung sepertinya dalam ikut campur mengatur negara.
hmmmm gimana pak kalo bapak mencalonkan diri jadi pak RT (rukun tetangga) di wilayah bapak tinggal. pasti ibu2 bapak2 anak2 kakek2 n nenek2 pada sungkem ke bapak kalo saat lebaran nanti heeeee. ini cuman ide aja lho pak barangkali diterima. kan dapet pahala . maturnuwun

5. billy - November 5, 2009

#

Bapak2 tim8 mohon tetap berkeras hati jangan ada sedikit iba terhadap bunglon mafia.kalimatnya terkesan korperatif banget ketika berhadapan dengan anda. sangat kontras dengan nada dan warna bahasanya saat di telepon sadapan. sungguh bunglon mafia. jangan iba sedikitpun pak. terus berjuang dengan gigih dan garang. hancurkan bajingan hukum. hancurkan hingga tidak berbekas demi Ibu Pertiwi. Merdeka!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! selamat berjuang pahlawan bangsa! Tuhan beserta Anda.
Balas

6. Pasang Iklan - November 6, 2009

setelah sekian lama kita dilanda keraguan akan transkrip yang beredar luas dimedia masa maupun masyarakat luas…
akhirnya keraguan kita terbayar dengan terungkapnya dan diperdengarkannya rekaman dari ponsel ANGGODO dan juga rekan2nya…

saya cukup puas dengan hasil rekaman KPK tersebut…
selain bisa mengobati keraguan saya atas munculnya transkrip rekamantersebut…
rekaman tersebut juga memunculkan nma2 yang sangat berpengaruh pada setiap lembaga yg mengurusi hukum dinegara kita…

bahkan setelah rekaman ini diperdengarkan umum…
RI 1 menyarankan agar nama2 yang termasuk dalam isi rekaman tersebut segera dinonaktifkan selama dalam proses penyidikan kasus ini…
bahkan tersangka Bibit dan Chandra pun segera ditangguhkan dari tahanan…

selang satu hari kemudian, nama2 yang ikut dalam kasus inipun mulai mengundurkan diri…
KABARESKRIM susno dan juga Wakil Jaksa AH Ritonga pun ikut mundur.

semoga saja kasus ini akan segera menemukan titik terang dan berhasil mengungkap siapa saja aktor2 yang benar dan salah…
semoga saja kasus ini bisa mempersatuykan bangsa kita agar menjadi bangsa yang lebih kokoh dan lebih jujur dalam menuntaskan para mafia2 hukum.
Iklan

7. oase - November 6, 2009

Kalo liat tv ttg masalah ‘Anggodo’…aku jd meragukan niat untuk membangun pemerintahan yg bersih dan berwibawa…hemmm benar2 seperti melihat sinetron atau opera sabun…makin licin makin seru…

Benar2 negaranya para mafia….dan tikus2…
Sepertinya peringatan2 dari Tuhan diabaikan saja…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: