jump to navigation

Seni Berkomunikasi dengan Anak Desember 3, 2009

Posted by ekojuli in parenting, PRIVATE.
Tags: , , , , , ,
trackback

Berkomunikasi dengan Anak (terutama Balita) baru sadar, ternyata memerlukan perhatian yang super insentif. Bagaimana tidak, selama ini saya pun mengangap enteng setiap kata yang saya kata pasti sama seperti yang anak saya Rifqi ( 6 tahun) dan Diva ( 2,5 tahun) pahami.

Baiklah… coba simak komunikasi lucu dibawah ini

Diva

Suatu saat Diva Demam… Mamanya (kebetulan seorang bidan) memeriksa keadaan Diva dengan seksama. Maka terjadilan percakapan

Mama : Diva, coba buka mulutnya…
Diva : (membuka mulutnya)
Mama : Keluarkan Lidahnya, Nak…
Diva : (mengeluarkan lidahnya)
Ayah : Barangkali Diva demam karena mau tumbuh gigi…
Mama : Diva, coba tarik (lagi) lidahnya Nak…
Stop…!!! Coba tebak apa yng dilakukan Diva dengan instruksi mama-nya tadi? Salah…!!! ini dia yang dilakukan Diva,
Diva : (menarik lidahnya PAKAI TANGANNYA…)
Mama : (waduh salah instruksi nih…) Toeng…!!!
Ayah : Wakakakakakk

Apa yang salah dengan dengan instruksi mama-nya? Apa yang salah juga klu Diva menarik lidahnya pakai tangannya??

Yang perlu dicermati adalah:
1, Berhati-hati dengan setiap kata yang kita sampaikan kepada anak.
2. Yakinkan bahwa apa yang kita sampaikan sama seperti yang dia maksudkan
3. Mintalah umpan balik dari setiap hal yang kita sampaikan.
4. Mintalah anak mengulang beberapa hal yang kita sampaikan…

DIVA - RIFQI

Contoh lagi

Diva Masih Demam, Subuh setelah diminumin obat oleh mamanya Diva terbangun. Kakinya Dinginnnn sekali Kasihan Dia….
Dari Pelukan Mamanya dia minta Pindah Ke pelukan saya… Ada sedikit seyuman dibalik “kesakitan” Diva…
Ayah : Diva masih sakit?
Diva : Iya Yah..
Perut Diva Capek…!!!
Ayah : (Memeluk Diva sambil kebingungan apa maksudnya perut capek???)

Contoh lain lagi

Kami sekeluarga lagi pengen makan diluar. Dijalan, Diva membuka jendela Mobil karena kepanasan ( eaaa lahh SIPOET pakai-nya AC alami / Angin Cendela). Terus Dive mengeluarkan tangannya keluar jedela..

Mama : Diva… Ayo masukkan tangannya nanti kena mobil lohhh
Diva : (bandel) Nggak Mau… Nggak ada mobil kok tuhh tuhh…. MOBILNYA HABIS…

Entahlah maksud Diva sebenarnya apa….

Lanjut lagi…. Sekerang giliran cerita tentang Rifqi (6 tahun) anak saya yang sulung…

Begini ceritanya….

Suatu hari Rifqi pulang ngaji, biasa lahhh Heboh… Nggodain Diva adiknya sambil teriak-teriak…
Ayahnya yang sedang “sibuk” nonton tivi memperingatkan Rifqi sambil berteriak….
Ayah : Rifqi….. Jangan Teriak-Teriak….!!! Sudah Malam Nih…
Rifqi : Lha… itu Ayah Aja juga teriak-teriak..!!!
Ayah : Toeng…!!! (Iya juga yah…. tapi klu nggak teriak apa ya Rifqi dengar perintah ayahnya, wong pada ribut begitu…)

Baiklah… Klu kita rewind<<< seharusnya kejadiannya mungkin begini:

Suatu hari Rifqi pulang ngaji, biasa lahhh Heboh… Nggodain Diva adiknya sambil teriak-teriak…
Ayahnya yang sedang “sibuk” nonton tivi >>> berdiri dan menghampiri Rifqi sambil berkata,
Ayah : Rifqi… ayo jangan ribut… sudah malam…

Atau Contoh lain yang juga pakai label DONT TRY THIS @ HOME:

Rifqi sedang “berkelahi” memukul Diva gara-gara berebut maian. Diva nangis meraung-raung… Ayah datang sebagai superhero, sambil berteriak:
Ayah : Rifqi…. jangan pukul Adik….!!!
AYAH PUKUL RIFQI NANTI….!!!
Rifqi : (kenapa rifqi nggak boleh pukul adik, tapi ayah boleh rifqi???)

Dari kasus diatas, tentu saja Rifqi berpikir: Klu Rifqi Nakal Ayah boleh memukul Rifqi? Lha Klu Adik Nakal (karena merebut mainan Rifqi) kenapa Rifqi tidak boleh memukul Adik??? Gimana?

Mari kira Rewind<<< apa yang seharusnya terjadi:

Rifqi sedang “berkelahi” memukul Diva gara-gara berebut maian. Diva nangis meraung-raung… Ayah datang sebagai superhero…
Ayah : Rifqi kenapa memukul Adik??
Rifqi : Adik mengambil mainan Rifqi
Ayah : Rifqi itu kan guru-nya Adik… klu Rifqi memukul adik, adik akan meniru kakaknya, nanti adik akan memukul juga
Klu Diva mengambil mainan Rifqi, Rifqi tunjukkan mainan lain Diva pasti mau….

( atau alternatif lain tanpa melakukan kekerasan untuk menghentikan kekerasan, tidak akan berhasil )

Iklan

Komentar»

1. raafid - Desember 3, 2009

wah asik ya pengalamannya sangat bermamfaat, tuk rifki sayang ya sama diva, ajak diva bermain yang asik,
salam kenal dari raafid

salam kenal kembali
kapan minta adek??
piss :p

2. raafid - Desember 3, 2009

diva sekarang giginya udah berapa tuh,

gigi ud penuh tuhhh berapa yaaa?
banyak ga sempet ngitung lg

3. Seni Berkomunikasi dengan Anak « feeds.bloggerpurworejo.com - Desember 3, 2009

[…] Baca dari Sumbernya Comments (0) […]

4. plentiswae - Desember 3, 2009

Satu lagi ilmu saya bertambah nih. “Anak-anak butuh kelembutan untuk bersandar, membutuhkan pundak untuk menangis dan contoh untuk mempelajari sesuatu”, so jadilah orang tua yang bijak 😉

5. omdimas - Desember 8, 2009

yupe … sama pak dengan anak saya waktu kecil dulu ..harus benar2 sabar menghadapinya … hihihi

6. nindee - Desember 9, 2009

hehehe ^^
waktu sandalnya jebol anak saya yang 5 taun bilang, “Mah,sandalnya udah tua. Kasian…”

wekekeke…..
mbak nin

7. nurrahman18 - Desember 14, 2009

kayaknya artikelnya belum pas buat saya yg masih bujang 😀

buat bekal mas Nur

8. ebook bisnis - Desember 17, 2009

halo mau ajakin tukeran link…link u dah gw pasang di http://1ebookbisnis.blogspot.com/2009/08/tukeran-link.html dengan nama Eko Juli .pasang link gw juga ya

link : http://1ebookbisnis.blogspot.com
nama : Ebook Bisnis

9. Bisnis Blogger - Desember 19, 2009

Salam kenal sebelumnya…. saya ingin bertukaran dengan blog ini bolehkan 😉 link blog mas sudah saya pasang di blog saya….. h**p://thismybisnis.wordpress.com/

Anchornya : Bisnis Blogger

Terimakasih sebelumnya teman.

10. barajakom - Desember 21, 2009

wah blognya keren ya, berkunjung ke blog sekeren ini bisa membuat aku ikutan keren, aku numpang keren ya sob, makasi…

11. Henny Faridah - Desember 22, 2009

Salam berkunjung untuk sobat Eko Juli… Semoga hari ini indah dan untuk selamanya.

12. nurrahman18 - Desember 24, 2009

maaf OOT

numpang promosi ya, sukses selalu 😀

http://sbpc.e2tc.org

lanjutttttttttttt

13. Johan - Desember 24, 2009

Wekekeke…, kejadian sehari-hari yang sangat seru. Jadi terhanyut membacanya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: