[HOT] ANGGODO BEBAS??? Bagooss…!!! November 5, 2009
Posted by ekojuli in HOT NEWS.Tags: anggodo, anggodo bebas, bibit, chandra hamsah, CICAK VS BUAYA, kpk, rekaman anggodo
6 comments

Mengikuti berita-berita tentang kriminalisasi KPK memang seru..
Apalagi setelah mendengar rekaman pembicaraan Anggodo dengan sejumlah orang termasuk sejumlah pejabat. Baca : Terbuka Sudah Rekaman Anggodo
Sejumlah pengamat hukum yakin Anggodo akan ditahan pihak kepolisian. Tetapi Jam 6 sore KaDiv Humas Polri mengatakan: Jika sampai jam 8 malam polisi tidak cukup bukti, maka Anggodo akan dilepas demi hukum.. Wew… Mendengar berita itu (meskipun saat itu belum di lepas) saya merasa kok polisi sebenarnya ingin mengatakan: nanti 8 polisi akan melepas Anggodo dengan alasan bla.. bla… bla…
( cerita ini bersambung pagi harinya… karena gw ketiduran abiz nidurkan Diva sama Rifqi…) lanjut….
Ternyata Benar… Pagi hari buka tipi nonton berita bahwa polisi melepas Anggodo (dengan diam2)
Anggodo BebasJAKARTA – Penyidik Bareskrim Mabes Polri, akhirnya membebaskan Anggodo Widjojo. Adik tersangka kasus dugaan korupsi Sistem Kounikasi Radio Terpadu (SKRT), Anggoro Widjojo tersebut dilepaskan polisi usai menjalani pemeriksaan sejak Selasa (3/11) malam. “Sudah pulang, dalam perlindungan polisi,” kata penasihat hukum Anggodo, Bonaran Situmeang, di Mabes Polri, Rabu (4/11) malam.
Wartawan yang menunggu di depan Bareskrim Polri sejak pagi terkecoh dan tidak mengetahui kapan Anggodo keluar dari gedung Bareskrim Polri. Bonaran yang keluar dari Bareskrim sekitar pukul 21.00 WIB awalnya menyatakan Anggodo masih istirahat usai pemeriksaan oleh penyidik secara marathon. Bonaran sempat kembali mendatangi Bareskrim dengan alasan mengambil sebuah surat yang tertinggal. Saat kembali keluar Bareskrim, Bonaran yang dicecar oleh wartawan akhirnya mengaku kliennya telah pulang tanpa mau menyebutkan dari pintu sebelah mana Anggodo keluar gedung Bareskrim Polri.
Anggodo hari ini memang tidak ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri. Dalam rekaman penyadapan milik KPK yang diperdengarkan di Mahkamah Konsttusi (MK) Selasa (3/11), Anggodo berkomunikasi dengan mantan JAM Intelijen Whisnu Subroto dan juga beberapa penyidik Mabes Polri. Dalam percakapan Anggodo yang disadap KPK tersebut, Anggodo diduga beruapaya merekayasa kasus wakil ketua KPK nonaktif Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. Anggodo dalam percakapan itu juga mencatut nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Dalam sebuah wawancara di TV One semalam (2/11), Anggodo membantah telah merekayasa kasus Bibit dan Chandra. Usai wawancara di TV One, Anggodo digiring ke Mabes Polri untuk diperiksa 1×24 jam. Menurut Bonaran, status kliennya saat diperiksa penyidik adalah sebagai saksi pelapor atas dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan pimpinan KPK terkait penyadapan atas Anggodo.
Menurut Bonaran, saat Anggodo disadap KPK, pada tanggal-tanggal tersebut KPK tidak sedang melakukan penyelidikan, penyidikan, atau penuntutan kasus korupsi terhadap Anggodo. KPK, tambah Bonaran, juga telah menyemarkan nama baik Anggodo. dri/c14/pur
sumber : Republika online
Bebasnya Anggodo tentu saja mendapat kecaman dari TPF ( tim
bentukan Presiden. Bahkan Adnan buyung mengacam mundur dari TPF jika rekomendasinya tidak didengar dan tidak mendapat komitmen dari Presiden. berikut kutipannya:

Anggodo Dibebaskan
Nasihat Tak Didengar Kapolri, Tim 8 Pikirkan MundurJakarta – Tim 8 merasa dilecehkan karena nasihatnya agar Kapolri tak membebaskan Anggodo Widjojo tak dituruti. Tim 8 berpikir untuk mengundurkan diri.
“Iya tentu saja. Karena kita ini kerja percuma. Iya kan? Kita bisa lihat kalau ini kerja percuma. Kalau ini saja tidak bisa dilaksanakan, apalagi yang lebih besar. Itu yang kita rekomendasikan,” ujar Ketua Tim 8 Adnan Buyung Nasution ketika ditanya apakah merasa dilecehkan dengan pembebasan Anggodo ini.
Hal itu dikatakan Adnan Buyung usai acara pertemuan Tim 8 dengan pimpinan media massa di Hotel Nikko, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2009).
Apakan Tim 8 akan mundur?
“Ya itu kita pikirkan tentunya. Kalau nasihat kita tidak didengar, buat apa kita terus kerja. Kan percuma aja dong, ya nggak? Kita pertimbangkan, saya kecewa berat kalau dilepas,” tukas Buyung dengan nada tinggi.
Berarti kerja Tim 8 tidak didengarkan oleh jajaran pemerintahan SBY, beserta jajarannya, termasuk Kapolri dan Menkopolhukam?
“Berarti nasihat kita, pertimbangan kita tidak didengar sama sekali oleh Kapolri dan Menko Polhukam. Dan berarti sudah sampai ke tangan Presiden kan? Buat apa kita kerja terus? Itu akan jadi pertimbangan kita. Saya nggak mengatakan kita akan keluar segera, paling tidak kita katakan kita pertimbangkan,” cetus Abang, panggilan akrab Adnan Buyung. (nwk/asy)
sumber: detik
[HEBOH] TERBUKA SUDAH REKAMAN ANGGODO November 4, 2009
Posted by ekojuli in HOT NEWS.Tags: anggodo, bibit, bukti rekaman, chandra, cicak, CICAK VS BUAYA, download mp3 rekaman anggodo, kpk, mahfud md, mp3 rekaman anggodo, rekaman anggodo, rekaman anggodo lengkap, ritonang, sby, sidang mk, suapk kpk, transkrip rekaman anggodo, wisnu subroto
7 comments
WEW PANJANG BANGET NEH PENYADAPAN KPK KE ANGGODO.. 4 JAM LEBIH…
(baca terus… dibawah ada download versi MP3-nya lohh)
GIMANA COBA MAU SHARE DI SINI….
Ayo kita mulai dari sini….
INI DIA NAMA-NAMA PEJABAT YANG DIDEBUT-SEBUT DALAM REKAMAN ANGGODO:
Ritonga yang paling banyak disebut coba kita telusuri siapa dia:
Ritonga
Nama Ritonga beberapa kali disebut-sebut. Diduga, yang dimaksud dengan Ritonga adalah Abdul Hakim Ritonga yang saat ini menjabat Wakil Jaksa Agung. Namanya disebut-sebut dalam percakapan antara Anggodo dan sejumlah orang.
Berulangkali Ritonga memberikan klarifikasi terkait rekaman ini. Ia membantah terlibat atau mengetahui upaya kriminalisasi terhadap KPK dalam kasus yang menyeret dua pimpinan KPK (nonaktif) Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. ”Saya tidak merekayasa, tapi melakukan prosedur penyelesaian perkara sesuai ketentuan perundang-undangan,” katanya beberapa minggu lalu.
Jaksa Agung Hendarman Supandji telah meminta klarifikasi kepada Ritonga. Namun, ia menolak membeberkan jawaban Ritonga atas tuduhan tersebut. “Bukan membantah, bukan menyetujui,” kata Hendarman.
Dalam rekaman, nama Ritonga disebut berkali-kali. Berikut beberapa petikan percakapan yang menyebut Ritonga.
Pada 28 Juli 2009 Anggodo menghubungi seseorang yang diduga Kosasih, pengacaranya.
“Perlu enggak Ritonga dikasih?” tanya Anggodo. Saat itu Ritonga masih menjabat sebagai Jaksa Agung Muda tindak Pidana Umum (Jampidum).
“Nanti saja pak,” jawab Kosasih.Pada 28 Juli 2009 Anggodo menghubungi Kosasih, pengacaranya. Anggodo berkata kepada Kosasih, “Sebenarnya Edi Sumarsono itu seharusnya masuk penjara juga Kos. Tapi sama Pak Wisnu minta sama Ritonga gak dieksekusi-eksekusi.”
Pada 6 Agustus 2009 seorang perempuan menghubungi Anggodo. Berikut percakapannya.
Perempuan : Tadi Pak Ritonga telepon, besok dia pijet di Depok, ketawa-ketawa dia, pokoknya harus ngomong apa adanya semua, ngerti? Kalau enggak gitu kita yang mati, soalnya sekarang dapat dukungan dari SBY, ngerti ga?
Anggodo : Siapa?
Perempuan : Kita semua. Pak Ritonga, pokoknya didukung, jadi KPK nanti ditutup ngerti ga?
Anggodo : Iya-iya
Perempuan : Udah pokoknya jangan khawatir ini urusannya bisa tuntas, harus selesai. Dia ngomong begitu, Pak Ritonga. Bener Pak Ritonga itu loh, siapa polisi itu, si Susno itu. Kemarin Pak Ritonga dianu itu, Pak Ritonga ngamuk. Kan dia itu anu Pak, janji to? Gitu loh, kok dia yang nyeleweng, gak berani dia, katanya Anggodo suruh nelepon kamu, kamu stress toh Pak? Hari ini masuk TV terang loh Pak, masuk tv terang bos itu kayak apa itu?
Anggodo : lya…hehe
Perempuan : Tapi lebih baik kok katanya, bagus. Harus begini, karena Antasari, kan kamu tak certain ya Pak, ini kenapa dia ngomong gini? Mulai.. (tidak jelas) semua, Antasari kan butuh…tutup (tidak jelas) ngerti Pak? Pak Ritonga kan rentut-nya se-Indonesia yang nentuin Pak
Anggodo : Iya
Perempuan : Nah ini loh yang ini, makanya Pak Ritonga dengan urusan sampe tuntas
Anggodo : Ya..yaSatu hari kemudian, pada 7 Agustus 2009 Anggodo dihubungi seorang perempuan.
Anggodo : Apa sudah telepon Ritonga?
Perempuan : Belum, baru sms saja. Telepon yang ngangkat ajudannya, bilang lagi rapat. Saya bilang sama ajudannya besok ada yang mau ketemu, ajudannya bilang ya saya terima.
Anggodo : Apa itu artinya besok pasti.
Perempuan : Mungkin saja kalau dia ngomongnya seperti itu.Selanjutnya, pada 10 Agustus terjadi pula percakapan antara Anggodo dan seorang perempuan. Pembicaraan berlangsung dalam bahasa Jawa Timur.
Perempuan : Ritonga takon, Gimana Anggodo sakit? Ritonga iku apik wonge, ngerti budi. (Ritonga tanya, Gimana Anggodo sakit? Ritonga itu orangnya baik, tahu balas jasa). Ritonga ngomong, Bilang Pak Anggodo, banyak temen yang support dia. Jaksa Agung itu banyak. Jangan stress, bisa-bisa nggak bisa mikir kalo stress.
sumber: kompas
Coba kita telusuri nama yang lain yang cukup menarik untuk kita ketahui latar belakangnya:
Wisnu Subroto
Wisnu Subroto adalah mantan Jaksa Agung Muda Intelijen. Wisnu tidak hanya disebut-sebut dalam percakapan itu, tetapi juga menjadi seseorang yang amat sering bercakap-cakap dengan Anggodo.
Wisnu sendiri dalam sejumlah kesempatan tidak menyangkal hubungan teleponnya dengan Anggodo. Namun, Wisnu membantah bahwa percakapannya dengan Anggodo merupakan rekayasa mengkriminalisasi KPK.
“Anggodo memang pernah menelepon saya. Ia curhat mengenai sikap Edi Sumarsono yang tidak mau mengakui pernah mengetahui adanya perintah dari Antasari (mantan Ketua KPK Antasari Azhar) untuk menyuap Chandra Hamzah,” ujar Wisnu Subroto beberapa waktu lalu (Persda Network, Senin, 26/10).
Percakapan Anggodo dan orang yang diduga Wisnu Subroto
Berikut salah satu bagian petikan transkrip pembicaraan antara Anggodo dan Wisnu Subroto pada 22 dan 23 Juli 2009.
Pembicaraan 22 Juli terjadi pukul 12.03 WIB.
“Nanti malam saya rencananya ngajak si Edi (Edi Sumarsono) sama Ari (Ari Muladi) ketemu Truno 3 (Kabareskrim Komjen Susno Duadji),” kata Anggodo kepada Wisnu.
Sehari kemudian giliran Wisnu menelepon Anggodo, sekitar pukul 12.15.
Wisnu : Bagaimana perkembangannya?
Anggodo : Ya, masih tetap nambahin BAP, ini saya masih di Mabes. Pokoknya berkasnya ini kelihatannya dimasukkan ke tempatnya Ritonga (saat itu Jaksa Agung Muda Pidana Umum, Abdul Hakim Ritonga, sekarang Wakil Jaksa Agung) minggu ini, terus balik ke sini, terus action.
Wisnu : RI-I (Presiden) belum.
Anggodo : Udah-udah, aku masih mencocokkan tanggal.Sedang telepon yang membahas sikap Edi Sumarsono yang tidak mau mengakui bahwa ia mengetahui adanya perintah dari Antasari Azhar untuk memberi suap kepada Chandra Hamzah, berlangsung 29 Juli 2009, sekitar pukul 13.58.
Anggodo : Terus gimana Pak, mengenai Edi gimana, Pak.
Wisnu : Edi udah tak omongken Irwan apa. Ini bukan sono yang salah, kita-kita ini yang jadi salah.
Anggodo : Iya, padahal ia saksi kunci Chandra. Maksud saya Pak, dia kenalnya dari Bapak dan Pak Wisnu, nggak apa-apa kan Pak.
Wisnu : Nggak apa-apa, kalau dari Wisnu nggak apa-apalah.
Anggodo : Kalau kita ngikutin, kan berarti saya ngaku Irwan kan. Cuma kalau dia nutupin dia yang perintah. Perintahnya Antasari suruh ngaku ke Chandra (Chandra Hamzah) itu nggak ngaku. Terus siapa yang ngaku.
Wisnu : Ya you sama Ari.
Anggodo : Nggak bisa dong Pak, wong nggak ada konteksnya dengan Chandra.
Wisnu : Nggak, saya dengar dari Edi.
Anggodo : Iya dari Edi, emang perintahnya dia Pak. Lha Edi-nya nggak mau ngaku, gitu Pak, Dia (Edi) nggak kenal Chandra, saya ndak nyuruh ngasihin duit. Gimana bos?Wisnu : Ya nggak apa-apa.
Pada 30 Juli 2009, Anggodo kembali menghubungi Wisnu.
Anggodo : Pak tadi jadi ketemu.
Wisnu : Udah, akhirnya Kosasih (pengacara) yang tahu persis teknis di sana. Suruh dikompromikan di sana. Kosasih juga sudah ketemu Pak Susno. Dia juga ketemu Pak Susno lagi dengan si Edi. Yang penting kalau dia tidak mengaku susah kita. Yang saya penting, dia menyatakan waktu itu supaya membayar Chandra atas perintah Antasari.
Anggodo : Nah itu. Wong waktu di malam si itu dipeluk anu tak nanya, kok situ bisa ngomong. Si Ari dipeluk karena teriak-teriak, dipeluk sama Chandra itu kejadian.
Wisnu : Bohong, nggak ada kejadian, kamuflase saja.sumber: kompas
sekalian kita check beberapa rekaman yang ada:
wew….
ntar di update lagi yaaaa..
lagi nih
MENGUNDUH [MP3] REKAMAN LENGKAP ANGGODO :
1. Percakapan Penyelesaian Kasus Masaro oleh Anggodo (1.7 MB durasi: 09:43 detik)
isi: Rekaman Anggodo dengan Mantan Jamintel Wisnu Subroto dan beberapa pihak palin berkaitan dengan kasus Masaro
2. Perincian Uang untuk Penyuapan KPK oleh Anggodo via Ari Muliadi. (1.4 MB durasi 08:13 detik)
ISI: Menyangkut nama Kabareskrim Komjen Susno Duadji serta sejumlah nama penyidik, yaitu Benny, Parman, Gupu, dan Dik Dik. Nama terakhir identik dengan nama Wakabareskrim Irjen Dik Dik Mulyana.
3. Pencatutan nama SBY(2.4 Mb 13:52 detik)
ISI: salah satu isi pembicaraannya mencatut nama RI 1 juga dilakukan antara Anggodo dengan yang Ong Juliana.
4. Menyusun Strategi dari Suap menjadi Pemerasan (5.1 MB DURASI: 29:15 detik)
ISI: pembicaraan antara Anggodo dengan (yang diduga) Kosasih, antara Anggodo dengan (yang diduga salah seorang Direktur PT. Masaro) Putranefo, antara Anggodo dengan “seseorang”, antara Anggodo dengan yang diduga kuasa hukumnya Bonaran Situmeang untuk menyusun strategi dari suap menjadi pemerasan.
5. Perhitungan fee pihak terkait (2.08 MB durasi 11: 48)
ISI: pembicaraan antara Anggodo dengan (yang diduga) Alex , Anggodo dengan “seseorang”, dan antara Anggodo dengan (yang diduga) Bonaran Situmeang terkait perhitungan fee pihak terkait.
Silakan diunduh, sumber: elshinta
[SERU- Transkrip Rekaman Bukti Rekayasa Kasus KPK ] Seri Buaya VS Cicak berlanjut di Kejaksaan Oktober 28, 2009
Posted by ekojuli in HOT NEWS.Tags: CICAK VS BUAYA, kpk, KRIMINALISASI PIMPINAN KPK, polisi
19 comments

Baca Tipi Nonton Radio dan Dengerin Koran, kayanya seru nih tentang kriminalisasi pimpinan KPK…
Bener atau enggak ayo kita kawal…
Searching ke sana-sini akhirnya nemu di vivanews…
Transkrip Rekaman Bukti Rekayasa Kasus KPK
VIVAnews – Transkrip rekaman pembicaraan antara suara yang diduga Wisnu Surboto dan Anggodo Widjojo- yang mengindikasikan adanya rekayasa terhadap kasus KPK terus bergulir. Petinggi sementara KPK sudah memastikan rekaman itu ada.
Transkrip itu sesungguhnya sudah beredar di kalangan terbatas sejak hari Minggu, 25 Oktober 2009. Isinya, sebagaimana telah diberitakan VIVAnews sebelumnya, kuat mengindikasikan adanya rekayasa sistematis untuk mengkriminalisasikan dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Chandra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto.Seorang sumber tepercaya VIVAnews yang terlibat langsung dalam pusaran perkara ini mengkonfirmasikan kesahihan dari transkrip tersebut.Rekaman itu, tak lain, adalah cuplikan percakapan hasil penyadapan yang dilakukan KPK terhadap Anggodo Widjojo, adik Anggoro Widjojo–bos PT Masaro Radiokom yang kini menjadi buronan KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Departemen Kehutanan.
Sejumlah nama petinggi Kejaksaan Agung dan Kepolisian RI, termasuk jaksa dan polisi penyidik, disebut-sebut di dalamnya. Salah satunya diduga Wisnu Subroto yang ketika itu menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen. Kepada VIVAnews, Wisnu keras membantah.
Yang lain, tak kurang adalah Wakil Jaksa Agung RI saat ini, Abdul Hakim Ritonga. Ditanya wartawan, Ritonga menyanggah terlibat dalam upaya rekayasa tersebut. Toh, ia tak membantah kenal Anggodo. “Semua orang kenal Anggodo,” katanya.
Dari Markas Besar Kepolisian RI, pejabat yang namanya disebut-sebut diduga adalah Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Susno Duadji. Ditanya wartawan Senin, 26 Oktober 2009 di Bogor, ia hanya menggumam, “… Ehmmm.”
Dari Mabes Polri juga muncul nama yang diduga adalah Irjen Pol. Hadiatmoko, Wakil Kepala Bareskrim Polri yang kini menjabat sebagai perwira tinggi di Mabes Polri. Dikonfirmasi VIVAnews, Hadiatmoko hanya menjawab singkat, “No comment.”
Ihwal dugaan sejumlah perwira tinggi kepolisian ini, Kepala Kepolisian RI Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri berjanji akan mempelajarinya.
Adapun Kepala Humas Kejaksaan Agung Didi Juru Bicara Kejaksaan Agung Didiek Darmanto menantang balik KPK untuk membuka bukti rekaman itu. “Silakan saja kalau mau diungkap,” katanya, Selasa 20 Oktober 2009.
Berikut cuplikan transkrip tersebut yang didapat wartawan VIVAnews.
Anggodo ke Wisnu Subroto (22 Juli 2009:12.03)
“… nanti malam saya rencananya ngajak si Edi (Edi Soemarsono, saksi dan teman dekat mantan Ketua KPK Antasari Azhar, red.) sama Ari (Ari Muladi, tersangka kasus pemerasan dan teman Anggodo, red.) ketemu Truno-3 (Mabes Polri kerap disebut sebagai “Trunojoyo”).
Wisnu Subroto ke Anggodo (23 juli 2009:12.15)
“Bagaimana perkembangannya?”
“Ya, masih tetap nambahin BAP, ini saya masih di Mabes.”
“Pokoknya berkasnya ini kelihatannya dimasukkan ke tempatnya Rit (nama salah satu pucuk pimpinan Kejaksaan Agung), minggu ini, terus balik ke sini, terus action.”
“RI-1 belum.”
“Udah-udah, aku masih mencocokkan tanggal.”
Anggoro ke Anggodo (24 Juli 2009:12.25)
“Yo pokoke saiki Berita Acara-ne kene dikompliti (ya pokoknya sekarang Berita Acara-nya dilengkapi).”
“Wes gandeng karo Rit (nama salah satu pucuk pimpinan Kejaksaan Agung) kok dek’e (dia sudah nyambung kok dengan R)
“Janji ambek Rit (nama salah satu pucuk pimpinan Kejaksaan Agung), final gelar iku sama kejaksaan lagi, trakhir Senen (Janji sama Rit gelar perkara final dengan kejaksaan lagi, terakhir Senin).”
“… sambil ngenteni surate RI-1 thok nek? (… tinggal menunggu surat dari RI-1?)”
“Lha, kon takok’o Truno, tho (ya kamu tanyakan ke Trunojoyo, dong).”
“Yo mengko bengi, ngko bengi dek’e (ya nanti malam saya tanyakan ke dia).”
Hadiatmoko ke Anggodo (27 Juli 2009, 18.28)
“..dan ini kronologinya saya sudah di Bang Far (nama lelaki) semua,”
“Sebetulnya ada satu saksi lagi si Edi Sumarsono, Pak, yang Antasari itu, Pak. Sama pembuktian lagi waktu Ari kesana, ada pertemuan rapat dengan KPK, Pak.”
“Ada pertemuan di ruang rapat Chandra (Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah, red.)”
Anggodo ke Kos (nama laki-laki, red) (28 Juli 2009, 12.42)
“Kos, itu kronologis jangan lu kasih dia loh, Kos.”
“Jangan dikasihkan soalnya Edi sudah berseberangan.”
“Cuman lu harus ngomong sama dia: ’terpaksa lu harus jadi saksi,’ karena Chandra lu yang perintah, kalao nggak, nggak bisa nggandeng.”
Anggodo ke seorang perempuan (28 Juli 2009, 21.41)
“Besok kon tak ente…, ngomong ke Rit (nama salah satu pucuk pimpinan Kejaksaan Agung, red.) (Besok kamu saya tunggu …, bicara ke R), Edi Sumarsono itu bajingan bener, sebenarnya dia mengingkari semua.”
“Besok penting ngomong. Edi ngingkari, Pak, padahal Antasari bawa Chandra.”
Anggodo ke Prm (penyidik) (29 Juli 2009, 13.09)
“Kelihatannya kronologis saya yang benar.”
“Iya sudah benar kok, saya lihat, di surat lalu lintas. Saya sudah ngecek ke Imigrasi, sudah benar kok.”
Anggodo ke Wisnu Subroto (29 Juli 2009, 13.58)
“Terus gimana, Pak, mengenai Edi gimana, Pak?”
“Edi udah tak omongken Ir (nama salah satu jaksa di Kejaksaan Agung) apa. Ini bukan sono yang salah, kita-kita ini yang jadi salah.”
“Iya, padahal dia saksi kunci Chandra.”
“Maksud saya Pak, dia kenalnya dari Bapak dan Pak Wisnu (nama petinggi Kejaksaan Agung), gak apa-apa kan, Pak.”
“Nggak apa-apa, kalau dari Wisnu nggak apa-apa lah.”
“Kalau kita ngikutin, kan berarti saya ngaku Ir (nama jaksa di Kejaksaan Agung) kan. Cuma kalau dia nutupin dia yang perintah… perintahnya Antasari suruh ngaku ke Chandra itu gak ngaku. Terus siapa
yang ngaku?”“Ya, you sama Ar.”
“Nggak bisa dong Pak, wong nggak ada konteksnya dengan Chandra.”
“Nggak, saya dengar dari Edi.”
“Iya dari Edi, emang perintahnya dia Pak. Lha, Edinya nggak mau ngaku, gitu Pak, dia nggak kenal Chandra, saya ndak nyuruh ngasihin duit, gimana, Bos?”
“Ya ndak apa-apa”
Anggodo ke Wisnu Subroto (30 Juli 2009, 19.13)
“Pak tadi jadi ketemu?”
“Udah, akhirnya Kos (nama seseorang) yang tahu persis teknis di sana. Suruh dikompromikan di sana, Kosasih juga sudah ketemu Pak Susno, dia juga ketemu Pak Susno lagi si Edi. Yang penting kalo dia tidak mengaku susah kita.”
“Yang saya penting, dia menyatakan waktu itu supaya membayar Chandra atas perintah Antasari.”
“Nah itu.”
“Wong waktu di malam si itu dipeluk anu tak nanya, kok situ bisa ngomong. Si Ari dipeluk karena teriak-teriak, dipeluk sama Chandra itu kejadian.”
“Bohong, nggak ada kejadian, kamuflase saja.”
“Nggak ada memang. Jadi dia cuma dikasih tau disuruh Ari gitu. Dia curiga duite dimakan Ari.”
“Bukan sial Ari-nya Pak, dia cerita pada waktu ke KPK dia yang minta
Ari, kalau ditanya saya bilang Edi ada di situ, diwalik (dibalik) sama-sama doa, Ari yang suruh ngomong dia ngomong dia ada. Kalau itu saya gak jadi masalah pak, itu saya suruh…”“Pokoknya yang kunci-kuncinya itu saya sudah ngomong sama Kosasih, kalo tidak ada lagi…nyampe…ya berarti ya enggak bisa kasus ini gitu.”
“Yang penting buat saya Pak si Ari ini, dia ngurusi AR (pimpinan KPK, red) segala. Ujung-ujungnya dia dapet perintah nyerahkan ke Chandra itu siapa, Pak? Kan nggak nyambung, Pak”
“Bukan Pak, dia memerintahkan nyerahken ke Chandra yang Bapak juga tahu, kan, karena kalo gak ada yang merintah Chandra, Pak, nggak nyambung uang itu, lho.”
“Memang keseluruhan tetap keterangan itu, kalau Edi nggak ngaku ya
biarin yang penting Ari sama Anggodo kan cerita itu”“Kan saksinya kurang satu.”
“Saksinya akan sudah dua, Ari sama Anggodo”
“Saya bukan saksi, saya kan penyandang dana, kan.”
“Kenapa dana itu dikeluarkan, karena saya disuruh si Edi kan, sama saja kan, hahaha…”
“Suruh dia ngaku lah, Pak, kalao temenan kaya gini ya percuma, Pak, punya temen.”
“Susno dari awal berangkat sama saya ke Singapura. Itu dia sudah tahu Toni itu saya, sudah ngerti, Pak. Yang penting dia nggak usah masalahin. Itu kan urusan penyidik.”
“Yang penting dia ngakuin itu bahwa dia yang merintahkan untuk nyogok Chandra, itu aja.”
“Sekarang begini, dia perintahkan kan udah Ari denger, you denger kan. Sudah selesai…”
“Tapi, kalo dia nggak bantu kita Pak, terjerumus. Dia dibenci sama Susno.”
“Biarin aja, tapi nyatanya dia ngomong dipanggil Susno.”
Anggodo dengan seorang perempuan (6 Agustus 2009, 20.14)
“Iyo tapi ditakono tanda tangani teke sopo, iya toh gak iso jawab.
Modele bajingan kabeh, Yang. Chandra iku yo, wis blesno ae, Yang, ojo ragu-ragu… (Iya, tapi ditanyakan ini tanda tangan siapa, iya toh tidak bisa menjawab. Modelnya bajingan semua, Yang. Chandra itu dijebloskan saja, Yang, jangan ragu-ragu…).”Anggodo dengan seorang laki-laki (7 Agustus 2009, 22.34)
“Menurut bosnya Trunojoyo, kalau bisa besok sudah keluar.”
“Dia bilang tidak bagus, karena pemberitaannya hari Minggu,
orang sedang libur. Bagusnya Senin pagi, langsung main.”“Truno (Trunojoyo, red) minta TV dikontak hari ini, supaya besok counter-nya dari Anggoro.”
Anggodo dengan …(8 Agustus 2009, 20.39)
“Nggak usah ngomong sama penyidik. Cuma Abang saja tahu bahwa BAP-nya Ari tuh seperti itu. Jadi dalam posisi dia BAP, masih sesuai apa yang dia anu. Jangan sampai dia berpikir, kita bohong.”
“Siap, Bang.”
“Sama harus dikaitkan ini, seperti sindikat Edi, Ari sama KPK satu
sindikat mau memeras kita, ya Bang”“Iya.”
“Intinya si Ari sudah di BAP seperti kronologis. Kenapa kok kita laporkan Ari itu. Kenapa sudah laporan begini kok dia melarikan diri.
Gitu loh. Dan si Edi itu di BAP itu nggak ngaku. Kita nggak usah ngomong. Pokoknya si Edi nggak tahu kita.”Bang, nanti maksudnya di BAP kita nantinya, inti bahwa pengakuan itu, Bang.”
“Iya.”
“Sekarang jangan dibuka dulu. Maksudnya status si Ari itu, kita merasa Ari sama Edy dan ini tuh, ini kita diperas KPK sudah kita bayar. Kenapa jadi masalah begini. Gitu loh, Bos.”
“Iya.”
“Menurut pengakuan Ari, dia sudah membayar seluruh dana tersebut kepada orang-orang KPK, nggak tahu siapa.”
“Betul.”
Al (nama seorang laki-laki) dengan Anggodo (10 Agustus 2009,17.33)
“Secara keseluruhan apik (bagus). Anggoro nggak lari.”
“Kenceng dia ngomonge (gamblang dia bicaranya).”
“Kenceng. Tak rekam banter mau? (Gamblang. Saya rekam keras-keras mau?)”
“Yo wes (ya sudah). Terus poin-poinnya tersasar, kan?”
“Sudah.”
“Tidak lari. Ciamik dee njelasno (bagus sekali dia menjelaskannya).”
“Ini ada suatu rekayasa, nampak dari pemanggilan jadi saksi terus tersangka. Tenggat waktu 9 bulan. Sudah kondusif. Moro-moro (tiba-tiba) karena ada testimoni, muncul pemanggilan sebagai tersangka. Secara keseluruhan oke.”
“Mengenai cekal, salah sasaran”
“Ya dalam kasus Yusuf Faisal, kok dicekal Anggoro. Itu bagaimana.
Penyitaan dan penggeledahan juga salah sasaran. Dalam kasus Yusuf
Faisal, kok yang digeledah Masaro. Pokoknya intinya sudah masuk semua.”Alex dengan Anggodo dan Rob (nama laki-laki 3) (10 Agustus 2009:18.07)
“Iya memang di cuplikan. Nggak banyak, tapi intinya kita berkelit, kalau ini bukan penyuapan. Karena di awal itu, beritanya dari Antasari dulu, testimoni itu. Jadi dia cuplik dari Antasari, terus baru disambung ke kita, jadi dijelaskan sama Bon (nama pengacara Anggoro), kalo itu bukan penyuapan. Dan permasalahannya, kedatangan Antasari menemui Anggoro itu juga membawa konsekwensi Antasari bisa dipermasalahkan”
“Ngomong gimana? Pengacara dari Anggoro press release hari ini.”
arti cinta kasih Oktober 24, 2009
Posted by ekojuli in Touching Story.Tags: cinta kasih
2 comments
sebelom videonya mulai ada kata” seperti ini..
seorang anak berkata pada ayahnya : yah, apakah kau mau lari marathon bersamaku..?
sang ayah tanpa memedulikan usia dan penyakit jantung yang dideritanya berkata : ya.
dan mereka berlari bersama..
dan sang anak kembali bertanya: ayah, maukah kau berlari marathon bersamaku kalin kali?
sang ayah berkata : ya
dan mereka berlari bersama kembali…
suatu hari sang anak bertanya kembali: ayah, apakah kau mau mengikuti “ironman bersamaku”? (iron man adalah triathlon terberat yang ada..4km berenang, 180km bersepeda, 42km berlari tanpa jeda)
dan sang ayah berkata: ya..
mungkin ini belom menyentuh, sebelom kalian liat sendiri videonya… setel suaranya… NGGA AKAN NGAGETIN
Nambahin jumlah events yang pernah mereka ikuti
234 Triathlons (6 Ironman distances, 7 Half Ironman)
21 Duathlons 67 Marathons (27 Boston Marathons)
8 18.6 Milers
89 Half Marathons
1 20K
35 10 Milers
31 Falmouth 7.1 Milers
8 15K’s
212 10K’s
151 5 Milers
4 8K’s
18 4 Milers
119 5K’s
8 20 Milers
2 11K’s
1 7K
1009 Total Events (as of September 2009)
Best End Times
2:40:47 Marathon
56:21 15K
1:21:12 Half Marathon
40:27 7.1 Miler
13:43:37 IronmanTriathlon
35:48 10K
2:01:54 18.6 Miler
27:17 5 Miler
59:01 10 Miler
17:40 5K
2:10:45 20 Miler
• Biked and ran across the USA in 1992: 3,735 miles in 45 consecutive days.
• Biked the states of CT, RI and MA with “Axa World Ride ‘95.”
• Biked from Pittsburgh, PA to Washington, D.C. with “Axa World Ride ‘95.”
selengkapnya bisa baca di http://www.teamhoyt.com/
[Lagi] Keagungan Allah Ditunjukkan dengan Gamblang – Ayat-ayat Al Quran Tampak pada Kulit Bayi di Rusia Oktober 22, 2009
Posted by ekojuli in HOT NEWS, islam zone.Tags: al qur'an, qu'an, qu'an di kulit bayi
2 comments
Takjub baca Humaniora, Koran Pagi ini
Judulnya:
AYAT-AYAT QUR’AN MUNCUL DI BADAN BAYI
Langsung aja gw googling dan dapat ini:
Ayat-ayat Al Quran Tampak pada Kulit Bayi di Rusia
Selasa, 20 Oktober 2009 | 17:23 WIB
KOMPAS.com — Seorang bayi menimbulkan gelombang spekulasi di Rusia setelah frase-frase yang diduga sebagai ayat Al Quran muncul di kulit tubuhnya. Ayat-ayat ini dikatakan tampak di punggung, lengan, kaki, dan perut bayi berusia sembilan bulan bernama Ali Yakubov sebelum kemudian hilang dan diganti dengan ayat-ayat baru.Para dokter Rusia bingung atas kasus ini. Awalnya, ayat-ayat itu muncul di dagu si bayi beberapa minggu setelah lahir. Para dokter menyangkal bahwa tanda-tanda di kulit bayi itu ditulis seseorang.
Sang ibu, Madina, mengatakan bahwa dia dan suaminya bukan merupakan orang yang taat beragama sampai tulisan-tulisan itu muncul. Madina mengatakan, mereka awalnya tidak memperlihatkan kepada siapa pun mengenai tulisan-tulisan yang tidak bisa dijelaskan itu sampai akhirnya mengungkapkan hal tersebut ke dokter dan imam di desa mereka, Oktober Merah, yang merupakan kawasan dengan pengaruh Muslim yang kuat.
Saat ini, si bayi menjadi fokus perhatian orang-orang Muslim di kawasan tempat tinggalnya di Provinsi Dagestan yang berdekatan dengan daerah konflik Chechnya di selatan Rusia. Seorang anggota parlemen lokal, Akhmedpasha Amiralaev, mengatakan bahwa “Bayi laki-laki ini merupakan tanda dari Allah. Allah menggirimkannya ke Dagestan untuk menghentikan pemberontakan dan ketegangan di republik kita.”
Ibu si bayi mengatakan, “Biasanya tanda-tanda itu muncul dua kali seminggu, pada hari Senin dan pada malam antara Kamis dan Jumat. Ali selalu merasa kesakitan ketika itu muncul. Dia menangis dan suhu tubuhnya tinggi. Tidak mungkin menggendongnya ketika itu terjadi. Badannya aktif bergerak, maka kami menempatkan dia di ayunannya. Sedih rasanya ketika melihat dia menderita.” Frase-frase itu, kata Madina, secara teratur bergantian muncul di kulit si bayi.
Seorang imam lokal, Abdulla, mengatakan kepada penduduk bahwa dalam Al Quran dikatakan, sebelum akhir zaman datang, akan muncul orang-orang dengan ayat-ayat kitab suci di tubuh mereka. Dia mengatakan, salah satu tanda yang terbaca berbunyi, “Jangan sembunyikan tanda-tanda ini dari orang-orang.” Kisah bayi dari Dagestan ini juga telah menarik perhatian media Rusia.
Bagaimana menurut anda?
Benarkah? Hoax kah?
( searching… loading… lagi cari videonya)
hurrey.. dapat.. nih langsung share:
Acung Jempol 5 Buat Densus 88 Oktober 10, 2009
Posted by ekojuli in HOT NEWS.Tags: ciputat, densus 88, penggerebekan ciputat, penggerebekan densusu 88, saefudin jaelani, saefudin jaelani tewas
6 comments

densus 88 anti teror
PENGGEREBEKAN CIPUTAT
Walaupun saya punya jempol cuma 4 tetapi saya harus acung jempol lima, untuk densus 88 yang berhasil menembak Saefudin Jaelani. (jempol satu lagi yaaaa… pinjem tetangga dong ahhh ngeres aja lo) Orang yang paling dicari setelah Noordin M Top tewas tertembak sebelumnya.
Saya bahkan berpikir bahwa densus 88 adalah satuan polisi yang paling berpengalaman mengatasi teroris di seluruh dunia. Silakan bandingkan….
Ini beritanya:
Penggerebekan Teroris di Ciputat
Dua Orang Itu Ditembak Karena Melempar Bom
VIVAnews – Polisi terpaksa menembak dua orang yang digerebek di sebuah rumah kos di Ciputat karena melempar bom ke arah aparat. Ada tiga bom yang dilempar sampai meledak.“Polisi tidak apa-apa karena masih pakai tameng,” kata Juru Bicara Kepolisian, Inspektur Jenderal Nanan Soekarna, di kantornya, Jakarta, Jumat 9 Oktober 2009.
Karena dilempar, polisi kemudian menggunakan kekerasan untuk menghentikan aksi mereka. Kedua orang yang diduga Syaifudin Zuhri alias Saefudin Jaelani (SJ) dan M Syahrir itu pun tewas.
Polisi kemudian menemukan ada tujuh bom lain yang siap dipakai. Sehingga sampai malam ini, terdapat 10 bom di kos-kosan yang rata-rata diisi mahasiswa itu.
Sekitar pukul 11.30 siang tadi, dua orang yang diduga Syaifudin Zuhri alias Saefudin Jaelani (SJ) dan M Syahrir tewas dalam penggerebekan tim Detasemen Khusus 88 Antiteror di rumah kos itu. Selama sepekan terakhir, keduanya menjadikan kamar nomor 15 di lantai dua rumah kos itu sebagai tempat persembunyian.
sumber: viva-news
BRAVO DENSUS 88
Polisi yang paling berpengalaman mengatasi tetoris di Seluruh Dunia
[BUKTI] Bencana di Indonesia ini Ternyata Benar-Benar Peringatan Allah Oktober 6, 2009
Posted by ekojuli in HOT NEWS, PRIVATE, islam zone.19 comments
RAHASIA DIBALIK GEMPA
Ada yang menarik ketika mengikuti berita di tivi tentang gempa. Berita tentang gempa tentu saja ribuan portal dalam dan luar negeri mengulasnya. Tapi ini dia yang menarik, Sedikit Rahasia dibalik gempa
KITA COBA MENCOCOKKAN DENGAN KITAB SUCI AL QUR’AN TENTANG WAKTU-WAKTU TERJADI GEMPA

al qur'an
Yahh… mungkin ini sekedar cocok-cocokan -orang jawa bilang OTHAK ATHIK GATHUK- , tapi terlepas cuma dipas-paskan atau tidak coba simak benar-benar apa yang dikatakan Qur’an.
Sebelumnya kita ikuti dulu cuplikan beritanya:
SURYA ONLINE:
Merasakan Detik-detik Gempa Mengerikan, Beruntung Saya Lolos dari MautPengantar Redaksi:
Ketika gempa dahsyat mengguncang Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (30/9)
pukul 17.16 WIB,
wartawati Surya di Malang, Renni Susilawati, sedang berada di kota Padang. Ia nyaris menjadi korban. Berikut kesaksiannya:Tulisan ini saya baru bisa buat setelah tiba di Malang, Jumat (2/10). Saat masih berada di kota Padang dan Pariaman, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Selain keluarga besar saya ikut menjadi korban, semua fasilitas pengiriman berita lumpuh. Listrik mati, telepon terputus. Saya benar-benar trauma, tidak tahu mau bikin apa…..— dst
ikuti berita selengkapnya, klik sini : surya online
sekarang mari kita simak apa yang dikatakan Qur’an tentang angka-angka diatas:
Bencana mestinya bisa membuat kita mawas diri, terutama kita sebagai orang yang beriman. Terlepas dari apakah ini azab atau ujian dari Allah SWT, yang jelas Allah sedang menurunkan tanda-tanda kebesarannya, kalau kita mau memikirkan dan mau “melihatnya”.
Coba kita perhatikan waktu gempa utama yang terjadi kemarin, jam 17.16 WIB. Sekarang, coba kita simak Quran Surat 17 (Al Isra) ayat 16
وَإِذَا أَرَدْنَا أَن نُّهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا
فَفَسَقُواْ فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا
تَدْمِيرًا“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menta’ati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”
Lanjutkan…
Kemudian gempa susulan terjadi pukul 17.38
VIVANEWS:
Gempa Susulan 6,2 SR
VIVAnews – Gempa susulan kembali menggoyang Pariaman Sumatera Barat dengan kekuatan 6,2 Skala Richter (SR), Rabu 30 September 2009.Gempa susulan kedua terjadi pada pukul 17.38 WIB dan berpusat di kedalaman 110 kilometer, 22 kilometer Barat Daya Pariaman, Sumatera Barat…. —dst
baca berita selengkapnya klik disini: vivanews
Kita simak apa yang dikatakan Qur’an tentang angka-angka diatas lagi:
Kita buka Quran Surat 17
(Al Isra) ayat 38:كُلُّ ذَلِكَ كَانَ سَيٍّئُهُ عِنْدَ رَبِّكَ مَكْرُوهًا
“Semua itu kejahatannya amat dibenci di sisi Tuhanmu.”
Masih tergelitik tentang gempa yang terjadi kita ikuti berita selanjutnya,
BBC-Indonesia:Gempa Sumatera, 1.000 lebih tewas
…
Sehari setelah gempa mengguncang Sumatera Barat, Kamis pagi gempa berkekuatan 7 SR mengguncang Provinsi Jambi.Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa yang terjadi sekitar pukul 8.52 WIB itu berlokasi di 2.44 Lintang Selatan-101.59 Bujur Timur atau sekitar 46 km sebelah tenggara Kota Sungaipenuh, Jambi.
Sejauh ini belum dilaporkan besarnya kerusakan dan korban akibat gempa di Jambi ini… —dst
ini diba berita selengkapnya: BBC-Indonesia
Mari kita simak apa yang dikatakan Qur’an tentang gempa yang menyusul kemudian ini:
Gempa susulan lagi yang terjadi tadi pagi di Kerinci, Jambi , kejadiannya pada pukul 8.52. mari kita coba buka Quran Surat 8 (Al Anfal) Ayat 52:
كَدَأْبِ آلِ فِرْعَوْنَ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ كَفَرُواْ بِآيَاتِ
اللّهِ فَأَخَذَهُمُ اللّهُ بِذُنُوبِهِمْ إِنَّ اللّهَ قَوِيٌّ شَدِيدُ
الْعِقَابِ“(keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi amat keras siksaan-Nya.”
Masihkan kita menganggap itu kebetulan????
Atau kita segera bertobat dan mengakui kesalahan dan berserah diri kepada-NYa. Dan mengakui kebenaran Firman-Nya???
Semua kembali kepada kita sendiri….
Hanya renungan buat diri saya dan anda jika tersentuh….
Noordin M Top (lagi lagi) Tewas di Solo ? September 17, 2009
Posted by ekojuli in HOT NEWS.Tags: noordin m top, noordin m top solo, noordin m top tewas, noordin mati, noordin tewas
12 comments
Setelah bulan Agustus 2009 sebelumnya media mengabarkan kematian Noordin M Top.
Kali ini kembali media mengabarkan kematian Noordin M Top di tangan polisi.
Noordin M. Top Diduga Tewas di Solo
Solo, (tvOne)
Salah satu teroris yang tewas di Solo, Jawa Tengah diduga adalah Noordin M. Top. Teroris yang berada di Solo berjumlah tujuh orang. Empat orang di antaranya tewas dan tiga lainnya ditangkap hidup-hidup.
Namun hingga kini, Polri belum memberikan keterangan resmi. Kemungkinan besar, jenazah yang diduga kuat Noordin akan dites DNA di RS Polri dokter Soekanto.
Seperti diketahui, pengepungan yang berlangsung sejak Rabu, 16 September 2009 pukul 23.00 WIB itu berakhir sekitar pukul 05.30 WIB. Empat orang di dalam rumah diduga tewas dalam pengepungan, termasuk seorang wanita.
Wanita itu diduga adalah Putri Munawaroh, istri Susilo, pengontrak rumah yang digerebek Polri. Suaminya, Susilo alias Adib, juga diduga tewas. Susilo bekerja di sebuah pondok pesantren sebagai pengurus ternak sapi di Pondok Pesantren Al Kahfi Mojosongo.
Bagus Budi Pranoto alias Urwah juga dikabarkan tewas dalam penggerebekan itu. Buron tersebut diduga berperan menyembunyikan Noordin M Top di Temanggung.
Bagus Budi Pranoto alias Urwah. Pernah divonis 3 tahun 6 bulan pada 2004, karena menyembunyikan Dr Azahari dan Noordin M Top. Satu orang lainnya yang diduga tewas adalah Maruto, pria yang diduga pernah menjadi dokter pribadi Noordin M Top.
Seorang lainnya bernama Bejo ditangkap Rabu kemarin di Pasar Gading, Solo. Sementara identitas dua pria lainnya belum diketahui.
sumber: tvone
Noordin M.Top Diduga Kuat Tewas
Jakarta. Pihak Kepolisian terus mempersempit ruang gerak pelaku terorisme di Tanah Air. Setelah berhasil menembak mati Ibrohim, buronan pelaku pengeboman Hotel Mega Kuningan di Temanggung Jawa Tengah, Agustus lalu, hari ini (17/9) Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 kembali mengulangi kesuksesannya.
Dalam sebuah penggerebekan di sebuah rumah di Solo, Jawa Tengah, polisi berhasil menembak mati empat orang teroris yang diduga sebagai pelaku teroris. Bahkan, salah satu korban tewas diduga kuat sebagai Noordin Mohamad Top, gembong teroris nomor wahid yang dicari pihak kepolisian Indonesia.
Dugaan tewasnya Noordin M.Top dalam penggerebekan itu pun semakin mengua, setelah Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Nanan Soekarna mengungkapkan bahwa lokasi penggerebekan kerap disinggahi oleh buronan Noordin M. Top. “Rumah itu pernah jadi persinggahan Nurdin dan memang disewakan secara sengaja oleh susilo,” katanya, Kamis (17/8).
Nanan juga memastikan di rumah tersebut terdapat berbagai bahan peledak dan sejumlah senjata. “Mereka masih berkaitan dengan Daftar Pencarian Orang kasus peledakan hotel Mega Kuningan,” tambah Nanan.
Untuk memastikan jenazah korban, Nanan menjelaskan, jenazah sudah diterbangkan ke Jakarta dan akan dilakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Polri di Kramat Jati. “Detail identitas yang tewas nanti setelah dokter forensik menentukan dari DNA dan sidik jari,” tegasnya.
sumber: kontan
ini videonya
lagi nih
Noordin M Top Tak Ada di Solo
Meskipun ada beberapa versi yang nyangsikan kebenarannya..
Jakarta – Siapa saja pelaku teroris di Solo, Jawa Tengah masih belum jelas. Pihak kepolisian belum mau memberikan keterangan resmi. Identifikasi masih dilakukan. Tapi informasi beredar 4 orang yang berada di rumah tersebut tewas ditembak. Adakah Noordin M Top di sana?“Sebelum ada kepastian belum ada keterangan,” kata Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duaji melalui telepon, Kamis (17/9/2009).
Namun sumber detikcom di kepolisian menyebutkan bila di antara korban tewas di Solo tidak ada jenazah Noordin M Top. “Tidak ada Noordin,” terang perwira di Mabes Polri yang enggan disebutkan namanya.
Hal ini pun dikuatkan dengan keterangan Asludin Hatjani, pengacara Arina, yang dikenali sebagai istri Noordin M Top, mengaku belum dikontak kepolisian untuk memastikan jenazah. Karena biasanya bila memang itu Noordin tentunya pihaknya akan dikontak.
Juga muncul dugaan bila salah satu di antara teroris yang tewas yaitu Bagus Budi Pranoto alias Urwah, namun demkian belum bisa dipastikan kebenarannya. Urwah memang selama ini tinggal di Solo.
sumber: detik
Malaysia Pernah “Klaim” Abang Tukang Bakso September 4, 2009
Posted by ekojuli in HOT NEWS.Tags: abang tukang bakso, aspalela, bintang kejora, jiplak malaysia, malingsia
21 comments
Lagi anget-angetnya klaim mengklaim malaysia…
Yang satu ini ini udah gw liat lamaaaaaaaaaaaa…
Tentang lagu Abang Tukang Bakso … pernah denger???
Lagu yang populer waktu gw kecil:
Tuhh pernah denger??
Nahhh yang satu lagi lagu BINTANG KEJORA ciptaan AT Mahmud
Sekarang bandingkan “KERE-AKTIF” orang yang (katanya) seniman Malaysia:
Setelah digabung begini jadinya…
[NGAKAK MODE ON:] Ternyata Lagu kebangsaan Malaysia Jiplak Lagu Kroncong Indonesia Agustus 29, 2009
Posted by ekojuli in HOT NEWS.Tags: jiplak lagu, lagu kebangsaan malaysia njiplak, malaysia, negaraku, njipak terang bulan
11 comments
Beritanya udah liat tadi malem…
tapi baru ini liat videonya…..
Wahhh wah…. berarti emang dari sononya suka njiplak…. wong LAGU KEBANGSAAN aja Njiplak….
coba kita liat videonya bareng-bareng yuks…
perhatikan lagu terang bulan yang di ciptakan tahun 1930
sekarang bandingkan dengan lagu Kebangsaan Malaysia yang “diciptakan” tahun 1947
mosok National Anthem njiplak…. bikin malu aje…
ciannn amat….
tRZ… Gimana Kalau kita gugat????? Wahhh bisa malu besarrr mereka…
ayooo Lanjutkan…!!!
dan BONUS…. ini dia penggabungan kedua lagu diatas:
SELAMAT YA MAL…. (kamsudnya…)












