jump to navigation

[KASUS PRITA MULYASARI -2] Kalau OMNI Menang, Apa yang Terjadi? Juni 4, 2009

Posted by ekojuli in PRIVATE, UMUM, YANG TERCECER.
Tags: , ,
trackback


Hari ini (4 Juni 2009) sidang pertama kasus Prita Mulyasari. Seorang Ibu rumahtangga yang dipenjara karena menulis Surat Pembaca karena tidak puas dengan pelayanan RS OMNI Tangerang. Kita akan tunggu apa hasil persidangan hari ini dan selanjutnya. Yang pasti Kasus ini menyedot perhatian banyak pihak. Tak kalah semua CAPRES berlomba-lomba setor muka memberi perhatian luar biasa.

Seandainya, nanti ternyata OMNI Menang, dan Prita Kalah apa yang akan terjadi?

UNTUK RS OMNI:

1. Kemenangan OMNI justru akan memperburuk citra OMNI di masyarakat.

Lebih buruk daripada sekedar komplain pelanggannya di Surat Pembaca. Seorang rekan blogger saya, yang dulu pelanggan tetap di RS OMNI, bahkan menulis comment di tulisan saya sebelumnya,

Waktu di Jakarta saya sekeluarga langganan di Omni karena rujukan kantor suami. Mbaca berita Bu Prita rasanya saya pengen dateng ke Omni, masuk ke lobinya yang berpiano dan nanya “Kalo saya berobat disini saya bakal kalian penjarakan seperti Bu Prita ngga?”
Bikin emosi…

2. OMNI dianggap tidak bisa menghandle komplain pelanggannya dengan elegan.

Kalau saja OMNI menanggapi keluhan pelanggan (PRITA) yang menulis di Surat Pembaca, dengan cara yang elegan, pasti dia akan sejauh mungkin menggunakan pendekatan personal, tidak akan menggunakan cara hukum formal. Banyak perusahaan lain, yang berhasil menghandle Komplain (Surat Pembaca), dengan menggunakan management masalah, yang membuat (penyelesaian) masalah di Surat Pembaca justru bisa meningkatkan citra perusahaannya.

.

3. OMNI dianggap AROGAN, dan tidak ada TEPO SLIRO.

Rumah sakit bukan bengkel, atau reparasi kendaraan, dimana kalau ada customer yang komplain separah-parahnya resikonya adalah mengganti dengan kendaraan yang baru. Rumah sakit ini yang dikelola manusia, yang punya perasaan, punya keluarga, dan punya (“satu-satu”-nya) nyawa yang tidak bisa diganti dengan apapun. Seharusnya pelayanan RS harus mengacu dari situ. Bukan main formal-formalan, apalagi main politik-politikan…. wedew…

JADI INTINYA: JIKA OMNI MENANG DIPENGADILAN, DIA AKAN TETAP KALAH DIMATA PUBLIK, KARENA TELAH MELAKUKAN PENDEKATAN YANG SALAH DALAM MENANGANI KOMPLAIN….
(APALAGI DIA KALAH???)

.

Untuk BLOGGER dan MILIS,

Seandainya OMNI menang, untuk pertama kalinya blogger akan terbungkam mulutnya. Kemudian untuk selanjutnya akan menjadi BOM WAKTU yang kapan saja bisa meledak dan menjadi revolusi bidang per-bloggeran di Indoensia. Entahlah apa yang akan terjadi nanti. Saya kok malah membayangkan sesuatu yang sangat buruk.

.

Untuk MEDIA MASA,

Jika omni MENANG, Sebaiknya tutup saja Kolom Surat Pembaca, kerena redaksi juga bisa di Penjara kerena menyebarkan Pencemaran Nama Baik Perusahaan. (Kok ga Dari dulu ya mereka di penjara? Bukannya Surat Pembaca sudah lahir sebelum saya lahir?)

.

UntukMASYARAKAT LUAS,

Klu OMNI menang, Sudahlah… Konsumen diam saja kalau merasa tidak puas atas pelayanan Rumah Sakit atau apapun. Nanti klu kamu ngomong-ngomong kamu akan dipenjara loh….

Di Rumah Sakit Sebaiknya ditulis:

KLU ANDA PUAS BERITAHU YANG LAIN, KLU TIDAK PUAS BERITAHU KAMI SEBAIKNYA DIAM SAJA ATAU SAYA PENJARAKAN…!!!

.

UNTUK RUMAHSAKIT ATAU PERUSAHAAN LAIN

Jika OMNI menang, Ayoooo Para Direktur, buka-buka kolom Surat Pembaca…. Siapa tau Perusahaan bisa dapat uang tambahan dari sana dengan menggugat secara perdata orang yang menulis komplain pencemaran nama baik perusahaan. Lumayan….

Komentar»

1. mang kumlod - Juni 4, 2009

Nambahin mas,
Masyarakat kelas atas akan berobat ke luar negeri, sementara masyarakat bawah akan mendatangi dukun macem Ponari.

weleh… iya juga…

2. mazpin - Juni 4, 2009

semoga biarpun menang, RS ini akan tutup karena bangkrut atau paling tidak ada tanggung jawab moral dr para pegawainya untuk mengundurkan diri karena rasa malu bekerja di situ…Dan dengan tutup/bangkrutnya RS OMNI secara otomatis akan “MEMENANGKAN” ibu prita yg mewakili masyarakat luas…kesimpulannya mau menang atau kalah, tetap saja RS OMNI AKAN KALAH DALAM KASUS INI !!!!

klu gw jadi karyawan sana rasanya malu juga ya…

3. manna - Juni 4, 2009

Saya sangat setuju bila hasil mengatakan TIDAK ADA YANG MENANG. Mengapa? Karena bila memang benar yang melakukan pengaduan adalah dua Dokter ONMI, menurut saya Dokter terutama dokter Hengky yang juga bekerja di RSCM, telah biasa berkutat dengan komite mutu, komite medik dst. Jadi , jujur saja paparkan di pengadilan apa yang telah anda lakukan dan paparkan juga apakah sesuai dengan aturan OMNI yang berstandard Internasional itu. Dan, juga ingatlah pasien datang pasti dalam keadaan sakit. Dokter bukan menyembuhkan penyakit , namun memulihkan pasien yang adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling tinggi. VIVA untuk semua.

hidup manusiaaaaaaaaaa.

4. imam - Juni 4, 2009

Menang kalah OMNI akan gulung tiker brooooo gitu aja intinya ga usah banyak tetek bengek ulasan, wong sudah jelas OMNI tidak menerapkan kinerja profesional. gitu aja kok repot

gitu ya bro

5. Callighan - Juni 4, 2009

Kasus ini menjadi kasus yang penting karena merupakan kasus yang akan menjadi rujukan untuk kasus serupa di masa yang akan datang.

Bila melihat pasal 27 UU ITE, redaksi ayat memuat delik-delik muatan melanggar susila (ayat (1)), perjudian (ayat (2)), pencemaran nama baik (ayat (3)), dan pengancaman (ayat (4)). Setiap ayat dalam pasal tersebut dimulai dengan kata-kata Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak. Ini merupakan kalimat penting, karena sudah memuat tiga unsur, yaitu setiap orang, dengan sengaja, dan tanpa hak. Yang paling menarik adalah unsur tanpa hak. Karena singkatnya, Ibu Prita bisa saja memiliki hak untuk membuat kritik terhadap RS Omni memalui Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Jika hal ini benar dan terbukti, maka gugatan terhadapnya tidak terbukti.

Mengenai unsur dan lingkup ayat tersebut, MK telah memutus:
http://anggara.files.wordpress.com/2009/05/putusan_sidang_final-putusan-50-uu-ite-2008.pdf
Putusan MK menetapkan unsur “tanpa hak” sebagai perbuatan melawan hukum dan pencemaran nama baik yang juga mengacu pada Pasal 310 KUHP. Sekarang tinggal dilihat apakah UU Perlindungan Konsumen memberikan dasar pemaaf atau penghapus pidana bagi Ibu Prita.

Delik Ibu Prita merupakan delik aduan. Delik aduan itu delik yang hanya bisa dilaporkan oleh sang korban. Dalam hal ini yang dicemarkan nama baiknya adalah RS Omni, sehingga RS Omni dapat menggugat Ibu Prita.

Bila hakim memutuskan bahwa Ibu Prita telah melakukan pencemaran nama baik, maka besar kemungkinan tindakan serupa di masa yang akan datang bisa berbuah pemidanaan.

Kalau RS Omni menang, akan menjadi preseden hukum yang dapat mengurangi kebebasan rakyat umum untuk berbicara.

wahhhhh seneng nih klu pakar2 hukum mulai turun gunung dan kasih comment

6. engeldvh - Juni 4, 2009

Yap…..
Semua ini sangat mungkin terjadi bos…. terutama yang buat blogger tadi dan untuk masyarakat!!
Kasus ibu prita kali ini harusnya menjadi PR bagi UU ITE yang mulai terlihat “bolong-bolong”nya dimana dan juga PR bagi entitas kesehatan di Indonesia yang selama ini kerapkali menjadi alasan bagi masyarakat kita untuk lebih memilih berobat ke luar negeri atau menggunakan jasa paranormal 🙂
http;//engeldvh.wordpress.com

setujuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

7. nitnotzz - Juni 4, 2009

Ponari is the best!! 😀 paling enggak kalo berobat ke Ponari biarpun nggak dijamin sembuh, nggak bakalan dijadiin “kelinci percobaan” sampe’ sesak nafas segala, dipenjarakan pula… Luar Biasa!!!

sudah jatuh, ketimpa tangga… mbayar lagi….

8. Yohan - Juni 4, 2009

mau menang atau kalah , yang pasti saya dan keluarga tidak akan berobat ke rs omni..
walaupun dekat dengan rumah saya …

saia juga ga mw berobat kesana sist…
jauhhhh :p

9. zemlenk - Juni 4, 2009

hidup mbk prita aku dukung mbk….

caiooooooooooo

10. feeds.bloggerpurworejo.com » [KASUS PRITA MULYASARI -2] Kalau OMNI Menang, Apa yang Terjadi? - Juni 4, 2009

[…] [KASUS PRITA MULYASARI -2] Kalau OMNI Menang, Apa yang Terjadi? Filed under: Uncategorized — @ 2:28 am […]

11. cesarsidolisa - Juni 4, 2009

huhhh.. Jailed for Complaining..!?..
nggak bgt deyh..
Menang gak menang reputasi RS Omni di mata masyarakat sudah buruk Kang Ekojuli..
yang pasti hari ini Bu Prita ngga ditahan lg (tapi tetap jadi tahanan kota siyh)..
mestinya RS Omni lebih mengedepankan komunikasi bukan hukum..

DUKUNG kebebasan Beropini..

setubuhhhh

12. Yep - Juni 4, 2009

He…he…kalau Omni menang, berarti pak hakim dan pak jaksa tidak melihat hati nurani rakyat 🙂

klu dia menang OMNI tetap kalah
apalagi klu dia kalah….

13. ilhensa - Juni 4, 2009

Undang-undang tentang perlindungan konsumen sepertinya perlu diperbarui lagi, sebab selama ini khususnya jika ada kasus antara pemakai dan penyedia layanan disektor kesehatan selalu konsumen/pemakailah yang selalu dirugikan sedang pihak RS/para dokter aman-aman saja bersembunyi dibalik undang-undang dan etika kedokteran.
Sungguh apes sekali nasib kita sebagai pasien, sdh keluar uang banyak namun pelayanan yang didapatkan sangat jauh dari memuaskan malah sering didapatkan salah diagnosis yang berakibat fatal bagi para pasien, sudah begitu klo sdh kadung terjadi pihak RS dan dokter selalu beralasan klise “Semua Tindakan/Penanganan Sudah Dilaksanakan Sesuai Prosedur Yang Berlaku” ……huhhh, sebenarnya Prosedur Yang Seperti Apa??? kita semua juga gak tau…!

Mari kita berdoa bersama-sama, semoga sidangnya berjalan lancar dan tentunya Ibu Prita bisa menang dan terbebas dari jeratan hukum yang menurut saya sangatlah tidak LOGIKA!!!

dukung kebebasan beropini…!!!!

14. Kang Ali - Juni 4, 2009

Mari kita berdoa,
“Siapa saja yang bertindak zalim dalam perkara ini, semoga mati setelah sekarat 72 jam akibat dilindes truk, dan uang yang dia/mereka peroleh dalam perkara ini tidak berkah, hingga kalau dipake makan bikin bisulan, dipake minum bikin beser, dipake berobat tambah parah, dipake bayar langganan internet putus-putus terus, dipake beli komputer langsung njebluk.. amin amin amin….”

wekekekkkk kutukan yang aneh… (sambil geleng2)…. Astaghfirullah….

15. wongtani - Juni 4, 2009

wes aku mbalik nang dukun wae lah ha ha ha….

dukun bisa pencemaran nama baik ga bro??

16. Vichan - Juni 4, 2009

tindakan yang dilakukan oleh RS Omni mencerminkan bagaimana kinerja RS-RS di Indonesia.

tak heran kalau berbundeng2 orang memilih berobat ke negara tetangga….

untuk bu Prita : sabar ya, bu. banyak yang mendukung ibu loh! 😀

dukung prita

17. agaconda - Juni 4, 2009

sebenarnya aku mau kasih comment yang gak terkesan termakan isu (pake logika bukan perasaan) tapi dipikir2 memang ada beberapa hal yang perlu dicermati :
— di mana2 perusahaan tu seharusnya banget ni mengedepankan penanganan dengan manajemen masalah (setuju buat yang berpendapat seperti itu tadi)
— gak selayaknya seorang ibu dari 2 balita seketika ditahan padahal dia sangat kooperatif
— saya jadi sebal ama dokter2 n rumah sakit2 yang begituan, kayaknya di luar negeri jarang banget ada kasus malpraktek n silang sengketa antara pasian dan pihak RS.

Kata RS OMNI sudah sesuai prosedur…. Prosedurnya yang mana sih??? Kok jelek hasilnya klu sesuai prosedur??

18. greenschist - Juni 4, 2009

Kalaupun OMNI menang sebenarnya mereka kalah….pertama namanya sudah tercemar, kedua masyarakat akan makin membenci OMNI karena telah memenjarakan seorang ibu yang masih mempunyai anak balita. Kasus ibu Prita dengan Omni mirip cerita david dan goliath. Tapi masih terbuka kemungkinan Ibu Prita buat bebas. Kita tunggu saja….

OMNI SUDAH KALAH TELAK

19. pedro - Juni 4, 2009

dukung ibu prita….balasan dari Alloh jauh lebih mengena untuk yang berbuat dzolim…
pelayanan nomer satu,nama baik mengikuti kemudian…..lha kalau nuntut nama baiknya duluan sudah pasti pelayanannya sangatlah buruk,hal ini pasti saling saling menjembatani….tidak bisa dibolak balik
wahai OMNI dan dokter2nya,kalau kalian punya uang berlebih silakan digunakan untuk sekolah etiket saja,gak usah jadi dokter,dan secepatnya kalian cari pekerjaan lain karna gak lama lagi tuh RS gak ada yg mau jadi pasien anda lagi….
atau jadikan RSJ aja,pasti pasiennya gak bakal ada yg saran & kritik,kalian akan merasa tenang duduk di kursi ruangan kalian terima gaji…
oiya,satu lagi bwat dokternya…baca tuh kutukannya kang ali diatas…..!!!

wedew…..

20. atikah - Juni 4, 2009

JIka Omni Menang ?, Penjara Penuh, Internet sepi semua Blogger masuk BUI !!!

boleh bawa laptop ke bui ga sist???

21. syncopationus - Juni 4, 2009

Kalo OMNI menang….

Dimana para pakar hukum kita??

DImana Pencetus UU ITE??

Dimana Lawyer Indonesia dengan hati nurani???

Semoga Lawyer Indonesia bisa mencerna filsafat hukum dengan baik

mereka lagi pada sibuk bro… kampanyeeeeeeeeee

22. vclz7h - Juni 4, 2009

Mungkin bisa jadi ada konspirasi di balik semua ini…antara Pengadilan, polisi, dan Omni…MUNGKIN!
KKN sudah biasa di negeri kita ini…
So mau jadi apa negeri kita ini di masa mendatang..
baru kali ini saya dengar..
rumah sakit yang katanya berstandar international
bisa menuntut balik seorang konsumen dengan mengatas namakan
pencemaran nama baik..trus klo media2 surat kabar, tv, dll itu gimana ya??? apalagi gosip2 di tv2 itu..
wah wah wah wah …
semoga omni kalah telak di pengadilan..
amin..

wah seru nih klu nyangkut konspirasi

23. Rody Hidayat - Juni 4, 2009

Mari kita dukung mbak prita secara moral, dan untuk perbaikan bangsa ini di masa mendatang.
OMNI dengan sendirinya akan mengikuti hukum alam yang saya yakin saat inipun kepercayaan terhadap pelayanan OMNI sudah mulai luntur dan lama kelamaan akan sepi pasien dan tu………….
KECUALI………
Manajemen OMNI dengan berlapang dada mencari solusi yang baik bukan dengan memesan tempat bagi mbak prita di LP wanita.

MARI BERPIKIR POSITIF UNTUK KEBAIKAN SEMUA.

SETUJUUUUUUUUUUUUU

24. liachristie - Juni 4, 2009

padahal isi surel Ibu Prita itu sangat biasa. dia ga ujug2 menuduh RS OMNI melakukan penipuan, tapi memang merasa ditipu dgn prosedur yg berbelit2 seolah RS OMNI sengaja ga mau ngasi apa yg dia minta. kalo surel begitu aja disebut mencemarkan nama baik, wah… posting blogku yg mengeluhkan kinerja pelayanan publik tertentu gimana lagi dong? 😦

dukung kebebasan beropini

25. jaksayaduit - Juni 4, 2009

ada satu institusi yg saya ingin sorot dalam kasus bu prita ini: YLKI itu sebenernya buat apa yah? oke lah dalam kasus ini mungkin mereka bisa bilang kalau bu prita yg tidak melaporkan ini ke mereka tapi pernahkah terpikir kenapa masyarakat umumnya sampai “malas/ogah” melaporkan keluhan konsumen ke YLKI? apa karena proses berbelit atau mungin persepsi percuma buang2 waktu aja?? saya tidak tau jawaban pastinya(asbun ntar aye lagi yg dibui) tapi konsumen di indo ini, baik jasa maupun product, umumnya tidak bisa berbuat banyak saat mereka dirugikan (apalagi kalo dirugikan oleh giants corporates) daripada pusing, marah2 & buang waktu tak ada hasil yah mending anggap “buang sial” aje deh dan paling paling bisa curhat sama temen/keluarga hal2 yg bikin kita kesel…..sayangnya sekarang kalo ngeblog atau curhat di milis aje bisa berbuntut penjara wah hukum dinegara ini bener2 sudah balik ke jaman batu kali istilahnya?? anyway, buat bu prita saya cuma bisa harap anda menang dalam kasus ini dan semoga pejabat2 bisa benar benar terbuka hatinya (ehem jangan sementara doang ya bapak2/ibu) buat rs omni, terus terang setelah dengar kasus ini diekspos segitu banyaknya di media massa, dikasih berobat gratispun aye ogah kesono hehehe peace

gratis emoh??? ya ya ya patut dipertimbangkan

26. dKazuma - Juni 4, 2009

smoga aja kita bisa mendapatkan yg terbaik. Ibu Prita menang, blogger tenang, masyarakat senang, Indonesia perang *loh*

Ya pokoknya tetep dukung bu Prita!!!

dukung kebebasan beropini… dukung blogger indonesiaaaaaaaaaaaa

27. takut dipenjara - Juni 4, 2009

hidup prita, manohara ke laut aje (kbanyakan infotainmet)

28. Arifin Eko - Juni 4, 2009

Seharusnya RS OMNI cabut tuntutan, setuju saya sm komentar diatas menang kalah dia bakal sepi. mana ada orang yang mau berobat ke RS yang tidak profesional, arogan dan tidak punya hati nurani. Dalam hal ini, sewaktu polisi dan kejaksaan menerima laporan, apakah mereka tidak mengedepankan proses musyawarah, mediasi, menjadi mediator antara Ibu Prita dan RS OMNI. Saya tidak mengerti banyak tentang hukum, namun kalau tidak ada komunikasi dan mediasi, dan langsung ditahan ini menandakan penguasa daerah dan pengadilan tidak memihak rakyat, jelas tidak punya hati nurani.

Apa salah ibu Prita, dia mendapat pelayanan yang tidak memuaskan, dia cerita dengan email ke teman2 nya, teman2 nya forward, keluhan ibu Prita tersebar ke publik, malah dilaporkan ke polisi, dan tragisnya polisi langsung memberikan ke kejaksaan dan langsung ditahan. Dimana peran polisi, kejaksaan dan pengadilan sebagai pemberi rasa aman dan keadilan? Atau memang nilai rasa keadilan dan hati nurani sudah kalah dengan nilai uang yang dibawa investor. Maaf saya bukan mau menuduh, hanya saya merasa terusik karena saya sekali lagi mendengar, dan berkali2 sebelumnya mendengar, pemerintah tidak pernah memihak rakyat. Sadar kalian, nafkah kalian dari pajak kami.

Oh iya, jangan sampai kebebasan berbicara dibungkam penguasa dan pemodal, tanpa rakyat, g ada mereka semua. Media online merupakan bentuk kontrol sosial yang efektif buat mereka. jangan sampai deh kita kayak di Myanmar..

jangan2 besok kita ga boleh ngeblog….

29. adhi1987 - Juni 4, 2009

kalo OMNI menang kita demo aja yuk..

demonya dimana bro??

30. dedekusn - Juni 4, 2009

setuju… perlukah blogger demo?

blogger demo? gimana caranya bro?

31. diazhandsome - Juni 4, 2009

bagusan Omni atau Ponari ya?? hehehehe…

salam kenal. salam ganteng dari diazhandsome

yang pasti ponari ga bakal menuntut pasiennya

32. Blue Devil - Juni 4, 2009

BIAR MAMPUS TUH RUMAH SAKIT……………..

Bener bener ngak punya perasaan

KELAUT AJA TUH RS………

Ups…. tenang bro

33. Herwin - Juni 4, 2009

Ya, saya juga mendukung Ibu Prita.
Karena menurut saya selama yang dikatakannya fakta, ya itu memang fakta, dan tidak salah kalau ia menceritakannya.
Sama saja seperti “surat pembaca” di media cetak.
Rasanya tidak mungkin Ibu Prita memfitnah RS itu, memang Ibu Prita punya dendam apa sama RS itu..? Maka, kalau fitnah tidak mungkin, ya jelas itu fakta kan?

Lalu, apakah sebuah fakta harus ditutup-tutupi? Apa perlu semua orang merasakan pelayanan yang buruk seperti itu? Dan langsung saja DepKes menutup RS itu seketika waktu di inspeksi?

Koq RS itu malah menempuh jalur hukum.. Bukannya dianggap sebagai feedback dan memperbaiki diri. Aneh..

* RS di sini berarti rumah sakit dan dokter-dokter yang terlibat di dalamnya.

** Oya, dukungan saya sebatas fakta, kalau ternyata Ibu Prita melebih-lebihkan atau mengarang hal itu, ya lain cerita..

lanjoooooooootttttttttttttt

34. putut hendro - Juni 4, 2009

klo OMNI menang??????
mau ke tukang pijet aj….
paling klo mal praktek cuma slah urut doank,,,
g bakal dipenjarain….
hidup blogger INdonesia…

wakakakakak

35. rjsulistyanta - Juni 4, 2009

Untungnya kejagung udah kasih statement jaksa penuntut telah melakukan kesalahan. Ya tunggu saja,kayaknya bu prita menang. Apalagi ini pas kampanye, semua capres ikutan angkat bicara membela bu prita. Coba kalau tidak musim kampanye nggak tau deh …….

capres juga berlomba cari dukungan? wah prita bisa di rekrut jd jurkam ntarr…

36. maskuncoro - Juni 4, 2009

untuk RS OMNI: teganya…teganya…teganya…

37. riyono - Juni 4, 2009

menang gak menang gak bakalan gw ke RS OMNI … never
—> (black list added)
—> reason : bad behave, bad PR, dangerous for our financial
—> case closed!

38. galuhmanulis - Juni 4, 2009

Bu Prita didakwa ats pencemaran nama baik?
Sya rasa justru dgn mendakwakan mantan pasien yg mempunyai keluhan, malah mencemarkan nama baik RS OMNI itu sendiri.
Coba liat akibatnya skrang? Kasus ini menjadi perhatian publik nasional. Dan, walaupun seandainya RS OMNI menang, nama baiknya sudah tercemar akibat ulah mereka sendiri yg memperkarakan kasus ini.
Seandainya saat itu keluhan Bu Prita langsung dtanggapi, tidak akan menjadi seperti ini kan…?

39. josajah - Juni 4, 2009

gilaaaa…
kalo omni menang…
gw akan makin bingung siaran (penyiar kampus) kalo gw komplain n sampe salah ngomong gtu..
di penjara juga gw nanti….
apa lagi gw ada blog menuliskan kisah hidup gw sehari-hari biarpun uring2an sih..
n
gw ikut forum di xxx.kxxxs.us
wah…
bisa di penjara semua tuh…
weleh2….

40. Bank Soal - Juni 4, 2009

Kalau OMNI menang pasti hakimnya dibayar tuh…ya kan?

41. korbanDRnRS - Juni 4, 2009

Kalau OMNI menang:

Dimana keadilan, kebebasan, demokrasi, nurani.
Semua RS khususnya Int’l akan pakai pengacaranya.
Penegak hukum akan tambah obyekan.
Kualitas/kesehatan/produktivitas masy Indo menurun.

Perlu direnungkan:
Bank jarang inisiatif pakai solusi hukum jika ada kasus.
OMNI akan rugi, juga RS Int’l, RS swasta dls, OMNI hrs ganti rugi / tanggung jwb / dituntut mrk atas masalah massal ini.
Kapan kita merdeka, reformasi, puna nurani.
Bravo mbak Prita (Srikandi IT/Kesehatan kt).
Sayang Menkes keliru comment ga ada UU terkait pelayanan dr/RS.
Mana pengacara lain yg support pihak lemah / terzholimi.
dst. dst.

42. Pinara - Juni 4, 2009

Biasanya orang klo memang benar salah, pasti kebingungan… ya kaya OMNI ini nih.. memalukan

43. Erch! - Juni 4, 2009

besok berobat lagi ke ponari gan.. ngantri lagi mati lagi… tp ga pake dipenjarakan oleh ponari…

44. wahyu am - Juni 4, 2009

saya juga g bisa bayangin dampaknya bagi blogger 😦

45. debuterbang - Juni 5, 2009

kalau rumah sakitt omni yang menang, kita gugat lagi.

46. Top Posts « WordPress.com - Juni 5, 2009

[…] [KASUS PRITA MULYASARI -2] Kalau OMNI Menang, Apa yang Terjadi? Hari ini (4 Juni 2009) sidang pertama kasus Prita Mulyasari. Seorang Ibu rumahtangga yang dipenjara karena menulis […] […]

wah top post datang ….

47. Mbah luky - Juni 5, 2009

Tak peduli si Hengky dokter RSCM, wong banyak dokter sekarang orientasi duit. Sya pikir Omni sih yang goblok g bs menangai keluhan pasien.

pasien berhak mengeluh?

48. geulist133 - Juni 5, 2009

Ya tinggal tunggu RSnya ditutup dong yah! kalo gitu

enyah lah… eh… entahlahhh

49. [KASUS PRITA MULYASARI-3] Seharusnya OMNI menuntut OMNI sendiri dengan tuduhan Pencemaran Nama Baik OMNI « EkoJuli - Juni 5, 2009

[…] Teratas [KASUS PRITA MULYASARI -2] Kalau OMNI Menang, Apa yang Terjadi?[KASUS PRITA MULYASARI] Hati-hati…. Di Indonesia CURHAT Bisa Di PenjaraTELEVISI INDOSIAR TELAH DI […]

50. Phy - Juni 5, 2009

Dulu ada kasus org miskin g diterima berobat di rumah sakit, sekarang ada yg berobat di rumah sakit malah dpenjarakan…segitu BOBROKnya kah moral bangsa ini????

tidak semuanya bro

51. sakainget - Juni 5, 2009

mantab dan mendalam bos analytic-na 😀
salam kenal

salam kenal kembali

52. imasp - Juni 5, 2009

RS OMNI yang aneh ada-ada aja….. . kok mau-maunya membuka kebodohannya sendiri, masak orang ga boleh kritik ga boleh kasih masukan kok malah dimasukan ke Penjara. ini akan jadi Rekord dunia RS yang teraneh di dunia… saking sebelnya nih kalo aku punya penyakit panu aku nggak akan kesana de….kikikiki. pikiranya tuch ditaruh dimana sih…. tapi kembali kepada manusianya… ya namanya juga khan manusia pasti ada khilapnya…. ada egonya terlepas dari apa yang dilakukan ibu Prita. lebih baik diselesaikan dengan cara yg indah…..
saya sendiri merasakan kepedihan ibu Prita sudah sakit dipenjara pula belum lagi harus meninggalkan putri-putrinya yang masih kecil ….

bebaskan prita

53. Bli ketut - Juni 5, 2009

Setuju…
lanjutkan..eh bebaskan..

wah bli udah kampanye aje

54. onong - Juni 5, 2009

sok atuch tuntut balik aja 1 triliun, 25 perak, itumah kata bah onong.com

klu dapat bagi2 ya bahhhhhh

55. V3n0m - Juni 5, 2009

Untung gw orang mizkin yg ga prnah kerumah sakit klo sakit tpi ke mbah yg rumahnya cuma 100m jdi aman2 saja klo komplen ga di hantui masuk penjara. KITA HACK SERVER OMNI RAME2 YUK

nyu-bie bro ga bisa hack

56. dewa_bayu - Juni 5, 2009

ada pasien punya keluhan dan mau berobat supaya sembuh :
1. diputuskan rawat inap
2. diberikan obat (suntikan/infus) dsb..tanpa penjelasan untuk apa
3. bukannya membaik (malah bengkak-bengkak)
4. pasien dan keluarga tidak terima dan melakukan komplain
5. ujung-ujungnya disuruh rawat inap di penjara plus bonus pidanan+perdata

para pakar hukum, system hukum ttidak ada yang keliru cuma semua aparatur hukum (hakim, jaksa, polisi) bukan robot..mereka harusnya juga punya hati..

iki lakone opo pak manteb??

OMNI memang O yeeeeeeee

57. pisangkipas - Juni 5, 2009

aneh memang kasus ini, ya aneh saja…

hanya ada di…

58. seherasade - Juni 5, 2009

kalau omni menang :
yang untung pengacaranya pasti fee nya gede tu ……

59. BrokerS - Juni 5, 2009

Gue jadi ngeri ke RS nih bisa2 bukannya gue sehat malah di bui nih
salut buat ibu Prita, saya doain semoga tetap tegar menghadapi semua ini, kami mendapat banyak pelajaran & hikmah dibalik kasus ini.

Buat yang masih peduli ama negeri ini tolong !!!!!!
1. Benahi mental2 para pelayan rakyat biar kagak bobrok kayak sekarang supaya negeri kita lebih bermartabak (bukan martabak padang yah), oke bro….
2. Segala sesuatu hendaknya diselesaikan secara musyawarah dan baik2 bukan musakpenjara (eit.. salah..bro maksud saya masuk penjara / dibuih gitu loh istilah kerennya..)
3. Buat aparat yang terkait tolong kalau buat UU jangan asal ujung2nya duit gitu loh..hendaknya kalau buat UU berpihak pada rakyat dong, ok bro
4. Ini buat manajemen RS. Omni International gitu loh, saya ada usul ini juga kalau diterima gimana kalau nama RS Omni International diganti aja menjadi LP Omni International, ini cuma usul yah (just kidding , peace bro…)

Hidup ….. hidup apa yah jadi lupa nih.

Hidup ….. hidup apa yah jadi lupa nih. Wakakaka….!!!!

60. SURJANA - Juni 5, 2009

TIDAK SELALU YANG MISKIN ITU BENAR. TIDAK SEMUA YANG KAYA ITU MENANG. Dalam perkara ini hanya menunjukkan satu hal kepada kita semua. BAHWA ADA KALANYA MANUSIA MENUTUP MATA TERHADAP SIKAP SALING MENGHORMATI. mari kita belajar saling menghormati.

Bukankah keluarga pasien dan rumah sakit saling BEKERJA SAMA demi kebaikan pasien.

Keluarga pasien membutuhkan keahlian petugas rumah sakit. dan rumah sakit memerlukan dana dalam melaksanakan tindakan medis yang terbaik untuk pasien.

Jadi jangan mentang-mentang membayar kemudian dapat memperlakukan petugas rumah sakit dengan seenak udelnya sendiri (misalnya bicara kasar dan menjelek-jelekkan) menganggab petugas rumah sakit sebagai budak. karena uang setumpuk_pun tidak akan dapat menyembuhkkan kalau tidak mendapat pertolongan dari keahlian yang dimiliki petugas rumah sakit

Begitu juga petugas rumah sakit jangan mentang-mentang memiliki keahlian dan dimintai pertolongan lantas bekerja seenaknya sendiri sehingga mengabaikan hak pasien dan keluarganya.

Mari perkara itu menjadikan diri kita sadar tentang perilaku kita sendiri. karena orang baik itu selalu memandang masalah dari kaca mata hati nurani. dapat menghormati orang lain. tidak suka Qhibah (MEMBICARAKAN ORANG LAIN, YANG APABILA ORANG YANG DIBICARAKAN ITU TAHU MAKA, ORANG YANG DIBICARAKAN ITU AKAN SAKIT HATI). Dan tidak Dholim (MEMPERLAKUKAN YANG LEMAH DENGAN SEENAKNYA SENDIRI)

so sweet…. bijaksana…

61. SURJANA - Juni 5, 2009

SAYA LANJUTKAN

Dan menyinggung Kasus RS OMNI dengan IBU PRITA marilah cari jalan yang terbaik, jalan yang adil bagi kedua Pihak. Selesaikan saja dengan kekeluargaan, siapa yang salah saling meminta maaf, dan siapa yang benar saling memberikan maaf. ALLAH MAHA TAHU. Semoga ALLAH menyejukkan KALIAN BERDUA, Semoga ALLAH mendamaikan KALIAN BERDUA. AAAMIINNN

saya lanjutkan… so sweet…!!!

62. oto2 - Juni 5, 2009

DEMO & HIMBUAN BUAT PARA BLOGER!
sebarin virus dan hacker semua komputer yang ada di RS OMNI
huehehehe…kapokmu kapan??

saya ga ikut bro…. nyubie nihh

63. acep - Juni 5, 2009

bila OMNI menang ? maka akan banya orang yang sakit jadi ajang percobaan ………………………….heeeeeeeeeeee lucu kaya banyak nyawa aja.emang nyawa kaya kita ganti ban aja.yang betul aja ………coba lamun arek nanaon teh ulah gagabah.dasar borokokok.kawalat siah.

ulah teungteuingen nya ncep…

64. Aki Jantara - Juni 5, 2009

Pihak RS OMNI tidak salah, beliau-beliau disana
sedang menerapkan standar manajemen baru RS untuk pelayanan,
yang mungkin akan segera di adopsi semua RS di indonesia

metoda ini mirip “sistem kulture steelsel” atau “metoda romusha”
jaman jadul,..bagi yang mo nyoba dipersilakan daftar segera…ksana

ada yg ndaftar?

65. Johan Firdaus - Juni 5, 2009

Kalo omni menang gw calon berenti ngeblog neh
Takut salah nulis
huhuhu

dukung kebebasan beropini

66. andre - Juni 5, 2009

@ AKi : Bukan…Dokter – dokter di RS OMNI lagi berlagak jadi dokter HOUSE yg di serial House tapi g berhasil….hahhahaha

67. Dr. Cinta - Juni 5, 2009

Kondisi OMNI saat ini:
1. Ibarat maling sandal ketangkep masa.
2. Membunuh satu nyamuk dalam kamar pakai meriam.
3. Maju kena mundur pun apalagi.
4. Koyo kethek ditulup.
5. Apalagi, ya?!

habis gelap terbit terang…. (ga nyambung…)

68. dukung prita - Juni 5, 2009

mengungkapan pendapat adl kebebasan HAKI! emangnya sekarang jaman baheula ga bisa ngomong bebas?

RS OMNI kalau menang tetap ga akan bisa bertahan! yang akan terjadi adalah:
1. jelas meraka akan dihujat masyarakat luas.
2. kehilangan kepercayaan.. mana ada yang mau masuk rumah sakit model macam itu?

mendingan ke ponari drpd ke RS model kayak begitu!

ponari vs OMNI. siapa menang??

69. ramadhani - Juni 5, 2009

saya yakin OMNI sudah kehilangan banyak sekali pelanggannya sejak masuknya tuntutan ke pengadilan. dan yang paling mengerikan ketika dunia online beramai ramai mengutuk tindakan OMNI serta tekanan dari media massa.

liat di tipi, “katanya” pasien OMNI tetap banyak…? benarkah?

70. cahganteng - Juni 5, 2009

@SURJANA

anda said: “Dan menyinggung Kasus RS OMNI dengan IBU PRITA marilah cari jalan yang terbaik, jalan yang adil bagi kedua Pihak. Selesaikan saja dengan kekeluargaan, siapa yang salah saling meminta maaf, dan siapa yang benar saling memberikan maaf.”

saya merespon: “anda terlalu teoritis…masalahnya masing2 merasa benar… saya sendiri mendukung Ibu Prita, karena sudah jelas dia tidak . jelas dia memang mengalami hal2 yg mengecewakan ketika menjadi pasien dari RSh*t Omni. sangat wajar jika dia menulis keluhan lwt email ke milis2, karena mungkin dia merasa institusi YLKI tidak mampu membantu masalah yg dihadapi dia, tujuan dia baik…yaitu agar temen2 dia tidak mengalami hal yang sama, tujuannya baik koq.”

71. cahganteng - Juni 5, 2009

sory ada koreksi…tanda “” tidak terbaca di sini

@SURJANA

anda said: “Dan menyinggung Kasus RS OMNI dengan IBU PRITA marilah cari jalan yang terbaik, jalan yang adil bagi kedua Pihak. Selesaikan saja dengan kekeluargaan, siapa yang salah saling meminta maaf, dan siapa yang benar saling memberikan maaf.”

saya merespon: “anda terlalu teoritis…masalahnya masing2 merasa benar… saya sendiri mendukung Ibu Prita, karena sudah jelas dia tidak (mentang-mentang membayar kemudian dapat memperlakukan petugas rumah sakit dengan seenak udelnya sendiri (misalnya bicara kasar dan menjelek-jelekkan)). jelas dia memang mengalami hal2 yg mengecewakan ketika menjadi pasien dari RSh*t Omni. sangat wajar jika dia menulis keluhan lwt email ke milis2, karena mungkin dia merasa institusi YLKI tidak mampu membantu masalah yg dihadapi dia, tujuan dia baik…yaitu agar temen2 dia tidak mengalami hal yang sama, tujuannya baik koq.”

72. Aim - Juni 5, 2009

kasus bu prita vs OMNI ternyata bukan yang pertama ya? tadi pagi liat di TV, ternyata ada kasus mirip yang malah udah ada putusan pengadilannya. seorang pemilik kios di ITC Mangga dua yang menulis komplain di surat pembaca, malah digugat dan kalah di pengadilan (kena hukuman 1 thn penjara)..
kalau gini caranya, apa gunanya UU perlindungan konsumen donk?? ada konsumen di Indonesia emang boleh ditipu??

ada juga OMNI vs dokter yg dirawat di OMNI thn 2007
terakhir malah OMNI vs pasien yang sudah meninggal….
coba googling

73. ZonS - Juni 5, 2009

Kalo para blogger diajak ngumpul bareng mengawal persidangan Ibu Prita pada mau nggak ya?

Gemuruh Dukungan Dari Dunia Maya, Bagaimana Wujudnya Di Dunia Nyata?

.

klu blogger dipanggil polda, bisa gratris tuh akomodasinya

74. Name Silaban - Juni 5, 2009

” Cara Cepat Turun Badan ==> Berobat ke OMNI ==>Kecewa dengan Pelayanannya ==> Tulis Surat Pembaca ==> Dipenjara”

wkakakakakkk kreatif

75. joko911 - Juni 5, 2009

jangan salahkan orang kaya membuang uangnya keluar negri dan jgn salahkan ponari membuaka prakteknya kembali jika cara rumah sakit omni dan rumah sakit yg ada diindonesia begitu sombong dan angkuh tidak mau dikomplain oleh pasiennya
dan yg paling parah ini banyak dokter2 palsu dan obatan palsu berkeliaran disekitar kita
waspadalah

ada beritanya ga bro

76. Maut - Juni 5, 2009

Mudah2an rumah sakit itu bangkrut.
Trus orang yang memenjarakan bu Prita jatuh miskin tanpa sebab, dan jadi orang bego sampe mati.

kutukan yang aneh (sambil geleng-geleng)

77. kentang a.k.a temannya ponari - Juni 5, 2009

Lhoo..hey..heeyy…ada apa ini koq temanku disebut2 diatas. Sebenernya aku ga mo ikutan kasih comment, tapi karena nama temenku dah d isebut2 diatas, aku malah jadi ikutan.

OMNI iku yo singkatan teko Omah Medeni Nang Indonesia. Artinya Rumah Menakutkan di Indonesia

kentaaanngg…kentaangg…siapa maauuu

singkatannya mengerikan bro….
btw salam buat ponari… bilangin… klu sm pasien jangan arogan yaaaaa

78. Richard Fang - Juni 5, 2009

yang terakhir itu EPIC! hahahaha

mudah2an Omni kalah atau mengalahkan dirinya sendiri..
kalau engga, kita lihat saja ada pergerakan apalagi, yang pasti peristiwa ini bakal bersejarah dalam dunia internet, HAM dan hukum di Indonesia tercinta!!

epic itu apa bro?? katrok nih gw

79. morishige - Juni 6, 2009

nice post, gan..

80. gabrush - Juni 6, 2009

RS OMNI ganti ato banting stir aja jd RS HEWAN.. dijamin ga bkl ada hewan complain / curhat lwt facebook klo ada malpraktek.. paling hbs “KAING KAING”.. kepruk sekali.. diemm.. ^_^
(ga usah melibatkan aparat ‘kan?)

wedew sadis… penganiayaan berat tuh

81. Rizan - Juni 6, 2009

Org sakit dituntut, org yg udah meninggal dituntut,, whats next? setan mau dituntut juga? Sebenernya yg melakukan pencemaran nama Omni ya pihak Omni sendiri,, bukan Ibu Prita. Coba kalo pihak Omni ga nuntut Ibu Prita pasti engga banyak org yang ngehujat Omni.

iya tuh baca : Omni Seharusnya tuntut OMNI sendiri dengan tuduhan Pencemaran nama baik OMNI

82. wintoro sukirman - Juni 6, 2009

untung gw nggak punya banyak duit utk ke RS OMNI , bisa jadi dua kali buntung ya. gak punya duit ya di penjara…..
Say No To OMNI….

wong ga punya duit kok bangga bro… saya aja ga punya duit diem aja… ups!!! pisss bro kidding

83. deologi - Juni 6, 2009

betul banget, ngeliat kasus bu prita, justru saya berpikir bagaimana kalo kasus ini selesai! klo pahitnya bu prita kalah dipersidangan, RS OMNI pasti kena imbasnya, citranya akan buruk di masyarakat! mau kalah atau menang bagi RS OMNI tetap rugi, salah sih kenapa juga maen hukum,kalau diselesaikan secara damaikan ga’ akan jadi begini, makanya setiap masalah dihadapi dengan kepala dingin…

tuhhh kepala dingin… gw bilang juga apa??

84. deologi - Juni 6, 2009

sori ketinggalan tukeran link http://www.deologi.wordpress.com/www.deologi.blogspot.com

udah nyantol tuh sist…. (taiang listrik kale nyantoll)

85. Moko - Juni 6, 2009

IMO

kalo sampe ntu RS menang, Hukum di Indonesia bisa rusak di mata international coz berita tentang Bu Prita sudah di ulas di beberapa media international.

klu gitu OMNI bisa dituntut karena mencemarkan Indonesia???

86. ibm - Juni 6, 2009

wkwkkw … postingan nya mulai edan2 semua

jadi mau ikutan nih gan … kalo omni yg menang … berarti kita ga bisa lagi bebas mengeluarkan opini kita … itu sama saja kita kembali ke jaman dulu … ga ada demokrasi dong …

jiah mending berobat ke dukun aja dah … paling ga aman ga bakal di tuntut balik … apalagi masuk penjara …

ponari ga bakal nuntut bro

87. Aki Jantara - Juni 7, 2009

INI adalah Jampi-jampi dan saran Aki :

Kalo OMNI Kalah : Dokter-dokternya bagusnya ganti propesi jadi dokter kambing atau sapi..soalnya dah terbiasa eksperiment, 100% lebih cocok gawe disana dan aman gak bakal ada korban manusia..lagi

Kalo OMNI Menang : Dokter-dokternya rame-2 pelajari UU ITE dan nyambi kursus jadi pengacara siapa tahu pendapatan menanjak tajam dan aman alias profit legal dilindungi negara. dampak lainnya akan meningkatkan profit rakyat kecil dari pekerja kuli penggali kuburan di tangerang,banyak kiriman mayit dari RS OMNI.

Kalo Ibu Prita Kalah : DPR, YLKI, baiknya ambil cuti ajah selamanya, trus kita rame-rami pindah kewarganegaraan..biarin jadi warganegara afrika,kamboja, atau lainnya..asal JANGAN MALAYSIA!!, yg penting masih ada yg perhatiin kita…trus jangan mau bayar pajak..hehehe

Kalo Ibu Prita Menang : mari … CABUT UU ITE..kalo gak bisa.. CABUT bulu ketiak jaksa, polisi dan..CABUT izin OMNI..hahahah

garelo yeuh usulnya kiiiiiiiiiiiii

88. elexyoben - Juni 7, 2009

Kemenangan OMNI adalah preseden buruk bagi kemunduran kebebasan menyampaikan pendapat di indonesia pasca reformasi

FREEDOWNLOAD YANG BEJAD-BEJAD DISINI

89. andrewiwanto - Juni 7, 2009

Yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Kalooooooooooo

Giniiiiiiiiiiiiiii

PONARI…maikn rame….
Singapura juga tambah rame.rumah sakit nya……

betul…

betul

http://andrewiwanto.wordpress.com

ponari ga bakal nuntut pasiennya bro

90. Ray - Juni 8, 2009

Alhamdulillah, saya lebih mempercayakan melahirkan anak2 saya di luar negeri, dan juga baru-baru ini saya melakukan operasi pengangkatan kantung empedu juga di luar negeri, karena saya memang sedang tugas belajar di luarnegeri. Semua biaya ter cover dari beasiswa saya (ada asuransi kesehatan).Dengan segala fasilitas dan penanganan yang sangat memuaskan sekali (dokter dan nurse-nya) menjelaskan setiap langkah yang akan diambil, setia obat yang akan diberikan (kita bebas bertanya apa saja ttg penyakit kita. Mereka datang pagi dan sore, saya hanya di kelas paling rendah di RS tsb, (orang asing lagi). tapi di RS LN ini nyawa benar2 nomor satu. RS di LN tersebut mgkin sdh ada yg setaraf dgn di Ind. Dan bila ada, saya tak akan mampu utk membayarnya.Saya seorang guru. Yah, sudah terbayang di negeri kita sendiri. siapa yang orang biasa, punya uang sedikit, tidak mungkin akan dapat pelayanan yang bagus. Kasus bu Prita, harusnya tdk perlu terjadi, kalau RS omni memang bertaraf Inter. Berarti RS Omni punya acuan RS Luar negri utk pelayanan, penanganan, mutu, adm dll) Yang jadi pertanyaan Apakah dokter2 di RS. Omni pernah magang di RS LN? Semoga pelajaran ini bermanfaat utk RS lain di seluruh Indonesia. Memang dokter juga manusia, tapi tunjukkan profesinalisme anda dalam menangani pasien. Itu menjadi tanggung jawab anda yang nantinya akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak.

wahhh masukan menarik. kapan indonesia bisa begitu???

91. bee_thoven - Juni 8, 2009

mau komen dikit aja….ada yang nulis OMNI rumah sakit “berstandar Internasiona” perlu saya klarifikasi sedikit. kata Internasional dibelakang OMNI bukan lah cerminan mutu dari rumah sakit tsb. karena RS ini hanya menambahkan embel-embel INTERNASIONAL nya secara asal alias tanpa izin. OMNI adalah rumah sakit swasta biasa yang karena tujuan komersial nya telah menambahkan kata “Internasional” dibelakangnya secara tidak bertanggung jawab dan tanpa izin. Dan ini merupakan sebuah kebohongan publik. ribuan bahkan jutaan pasien telah tertipu (termasuk bu PRITA) oleh embel-embel ini….bagaimana tidak, kita, sebagai orang yang sangat Care dengan kesehatan tentu saja akan memilih tempat terbaik untuk pelayanan kesehatan agar tidak terjadi was-was tentang, let say, malpraktik. dan nampaknya teori ini dimanfaatkan untuk komersial… disini kita bisa lihat bagaimana kehidupan berbangsa kita….segalanaya selalu diukur dangan uang…..RS yang seharusnya mengedepankan keselamatan ternyata lebih mengedepankan materi dan tega telah melakukan kebohongan publik….silahkan tuntut saya karena sudah berpendapat dan jika saya di penjara, semoga semua komunikasi dan kebebasan berpendapat juga terpenjara bersama raga saya…..

92. bee_thoven - Juni 8, 2009

opps ada yg ketinggalan….tentang kata INTERNASIONAL yg hanya embel-embel yg dipakai di RS ini anda bisa baca di: http://yepiye.wordpress.com/2009/06/06/menkes-rumah-sakit-omni-bukan-rumah-sakit-international/#comment-3522 merupakan kutipan dari ibu menkes RI Siti Fadilah Supari yang dikutip dari Koran Tempo

93. P.agung.S - Juni 8, 2009

Menurut sepengetahuan saya, semua RS yang berdiri dimana saja, (juga di plosok dunia, kali) dianjurkan atau diharapkan sesuai standart internasional pada umumnya. Teruatama terhadap pertolongan pertama. Semua para Medisch tahu kalau mereka punya kewajiban untuk menolong semua atau siapa saja tanpa melihat umur, kelamin, ras ataupun uangnya, bila pasien itu membutuhkan pertolongan pertama. Untuk masalah biaya bisa dibicarakan belakangan, yang penting selamatkan nyawa terlebih dahulu.

Kalau masalah fasilitas setiap Rs punya kemampuan yang berbeda, tergantung segala aspek yang dia punya.

Yang jadi tuntuan masyarakat adalah kalau memang RS tersebut tidak bisa memenuhi fasilitas perawatan yang dibutuhkan untuk menyebuhkan penyakit pasien. Hendaknya diberikan ke RS lain(meskipun tidak ada kerja sama perusahaan) yang mampu untuk menangani perawatan yang dibutuhkan pasien dengan melampirkan semua Data Riwayat Kesehatan Pasien (DRKP).

DRKP adalah dokumen pasien yang harus selalu dibawa atau ikut serta kemana pasien itu membutuhkan perawatan lebih lanjut. Meskipun pasien dapat serangan penyakit yang lain tapi pasien tetap membawa badan yang tetap sama. Ini standart International.

Saran saya :
Hak pasien untuk mendapatkan DRKP. Baik dr dokter umum maupun dari RS dimana dia pernah dirawat. Paling tidak Copy dr informasi yang sebenar-benarnya.
Si Pasien bisa mengunakan DRKP tersebut untuk cari dokter yang betul2 dia percaya.
Kalau sekiranya keadaan pasien tidak sesuai dengan keterangan DRKP maka perlu cek LAB ulang. Dan dokter wajib mencantumkan keadaan kesehatan si pasien sebenar-benarnya sesuai dengan pengetahuan dia (dokter) miliki.
DRKP adalah seperti pasport atau dukumen lain, yang dipergunakan sampai si pasien tidak membutuhkan perawatan kesehatan lagi (mati).
DRKP adalah jadi HAK pasien bukan dokter ataupun RS.

94. AA Game - Juni 8, 2009

Kalo RS Omni menang, sampai hari kiamat keturunan dr. Hengki dan keluarganya, akan menderita karena kemunafikan dr. Hengki ( ketakutan kali ya.. ga laku lagi ).. Hey ..! dr. Hengki .. ingat sumpah anda untuk jadi dokter..
Sementara Bu Prita akan mendapatkan hidayah dari yang Maha Kuasa. Seperti yang telah Ibu Prita alami, setelah 20 hari di tahan.. suara hati dan doa Ibu Prita dapat kita dengar ke seluruh dunia dan kita tahu ini adalah atas kehendak-Nya.

Allah akan mengabulkan do’a orang-orang yang teraniaya.

95. Ono Gosip - Juni 9, 2009

BREAKING NEWS !!!
TANGGAPAN KEJATI BANTEN ATAS PEMERIKSAAN JAKSA YANG MENUNTUT PRITRA:
“Kita tidak berbicara siapa yang akan kemudian bertanggung jawab terhadap pembuatan …(BAP),yang penting, tapi siapa yang harus bertanggung jawab mereka yang melakukan tindakan pidana (PRITA). Saya berikan apresiasi kepada jaksa tersebut!!”

96. Billy Koesoemadinata - Juni 9, 2009

setuju.. omni udah kalah oleh konsumennya.. karena dia bikin pendekatan yang ga bener sama pasien yang notabene adalah konsumennya juga

97. Nanda - Juni 9, 2009

semoga pengadilan Prita kali ini lebih obyektif memandang perkara.

98. Ono Gosip - Juni 9, 2009

HASIL DENGAR PENDAPAT KOMISI IX DPR DGN MANAGEMENT RS OMNI:
1. KOMISI SEMBILAN TIDAK PUAS DENGAN JAWABAN DARI PIHAK RS OMNI
2. MENGUSULKAN PENCABUTAN IZIN OPERASIONAL RS OMNI
3. MENCABUT TUNTUTAN RS OMNI KEPADA PRITA MULYASARI
4. RS OMNI HARUS MINTA MAAF SECARA TERBUKA KEPADA PRITA MULYASARI

99. deologi - Juni 9, 2009

aku cantol balik blognya

100. marno - Juni 9, 2009

Pada 4 November 2008 kira-kira pukul 16.15 saya membawa anak saya ke RS Omni, Pulomas, Jakarta Timur, untuk mendapat perawatan di ruang UGD. Menurut pihak rumah sakit, anak saya mendapat serangan jantung akut. Setelah dirawat di UGD, anak saya disarankan pindah ke ruang ICCU. Tak lama kemudian, dokter menganjurkan agar anak saya dirujuk ke RS Harapan Kita untuk mendapat pengobatan lebih lanjut karena peralatan di RS Omni tidak lengkap.

Dengan segera abang saya berangkat ke RS Harapan Kita membawa hasil pemeriksaan RS Omni sekaligus memesan kamar. Pihak RS Harapan Kita menyebutkan supaya anak saya segera dibawa. Karena pihak RS Omni tidak dapat menyediakan ambulans dengan alasan sopir tidak ada, mereka menyarankan menggunakan Ambulans 118 dengan biaya Rp 200.000. Waktu itu di RS Omni ada tiga kendaraan milik rumah sakit tersebut yang sedang parkir.

Akibat tak ada pelayanan ambulans RS Omni, anak saya terlambat dibawa ke RS Harapan Kita. Beberapa jam menunggu Ambulans 118, anak saya, Daniel Wilbert Tambunan (27), drop dan meninggal dunia di RS Harapan Kita, empat jam kemudian.

Beberapa hari setelah itu, pihak RS Omni menagih biaya perawatan. Tak saya periksa satu per satu pada saat itu. Barulah saya lihat kemudian di sana tercantum biaya kamar jenazah Rp 25.000. Aneh betul. RS Omni tidak menyediakan ambulans untuk anak saya yang membutuhkannya, tapi menagih biaya kamar jenazah yang tak pernah dipergunakan anak saya. M Edyson Tambunan Jalan Nusa Cendana Blok C No 4 Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara
[ Sumber : kompas ]

wedew… parah bro…

101. zombie - Juni 10, 2009

sy mah gak bela dua-duanya.. PRITA aneh.. OMNI juga aneh.. ngapain prita minta hasil lab yang sudah direvisi..bukannya bersyukur..Prita harus jujur untuk apa dia tulis2 dgn nama orang lengkap kalau bukan untuk menjelekkan sesuatu. makanya semua gossip dilarang.OMNI juga aneh keras kepala..Masyarakat jangan kepancing urusan beginian.. dua2nya kagak betul..Tp prita sudah terima ganjaran dari sang pencipta..tinggal OMNI?

bebas beropini adalah anugrah

102. Krishna - Juni 11, 2009

betul sekali! kita sebagai blogger akan terbungkam untuk selamanya! dan kalo saja omni menang, kolom pembaca di surat memang seharusnya ditiadakan aja, hahahaha..

103. SIMPANG SIUR DUGAAN SUAP OMNI UNTUK KEJAKSAAN « EkoJuli - Juni 12, 2009

[…] trz… Bagaimana Klu OMNI Menang di Pengadilan…??? […]

104. Balahem Belehem - Juni 12, 2009

Kalah …jelas rugi, menang … apalagi lebih rugi karena dijaman keterbukaan begini solidaritas konsumen sangat tinggi dan konsumen sudah jauh lebih cerdas dibandingkan jaman jadul dulu. Ingat konsumen adalah raja. Dia yang punya keputusan dan dia juga yang punya duit untuk beli produk, jadi bukan penjual. Disebut penjual karena ingin agar barang dagangannya laku dibeli oleh pembeli. Kalau laku, maka penjual akan mendapat keuntungan. Uang keuntungan yang diperoleh itu bisa digunakan oleh penjual buat makan (nyambung nyawa), modal jualan seterusnya (nyambung usaha) dan membesarkan usaha kalo masih ada sisa keuntungan. Melihat hal itu, betapa besar dan sangat pentingnya peran pembeli dalam menentukan kelangsungan hidup penjual. Boleh dibilang nyawa produk dan usaha penjual sebetulnya ada ditangan para pembeli. Kalo sampai terjadi pembeli dirugikan, dibikin tidak puas, apalagi sampe dibikin sakit hati, wah maka jelas banget pembeli akan ngacir sekenceng-kencengnya ke penjual lain. Kalo sudah begini nih, yang paling rugi siapa ? Dalam kasus ini apalah artinya menang pengadilan bagi penjual, karena konsumen akan tambah sakit hati dan yakin untuk transmigrasi ke penjual lain. Coba kalau penjual lebih memilih untuk merendah hati dan meminta maaf pada pembeli yang komplain dan bersedia bertanggugjawab untuk melakukan perbaikan atas kekurangan yang ada. Wah konsumen pasti akan salut, hormat dan kagum atas kebesaran jiwa, etika dan profesionalisme sang penjual. Konsumen pun akan mengerti dan tetap menaruh kepercayaan yang tinggi untuk membeli produk yang ditawarkan penjual tersebut dan mempromosikannya secara gratis pada keluarga, teman-2 dan handaitaulannya. Setelah begini, yang untung juga siapa coba ? Jadi belaham belehem, lebih baik tempatkan selalu konsumen sebagai raja agar produk yang dijual tetap laku, bahkan laris manis.

105. feeds.bloggerpurworejo.com » SIMPANG SIUR DUGAAN SUAP OMNI UNTUK KEJAKSAAN - Juni 12, 2009

[…] trz… Bagaimana Klu OMNI Menang di Pengadilan…??? […]

106. bony - Juni 12, 2009

Surat Pembaca bisa jadi terobosan bisnis perusahaan untuk mengambil keuntungan dari konsumen. Tinggal buat peraturan yang menjebak, loby-loby ama “******” (maaf takut jadi pake asterix), lalu bikin kasus, arahkan untuk nulis di Surat Pembaca lalu dituntut 1 milyar. Keren…!!! Indonesia emang segala bisa…. he he he…. kacian deh loe konsumen (baca:rakyat jelata).

107. bee_thoven - Juni 13, 2009

Wah kasus Pak marno, kasihan sekali ….turut berduka cita ya pak…begitulah pak kalo ketika RS lebih mementingkan materi daripada nyawa seseorang….sebaiknya bapak berkonsultasi pada pengacara…apakah ini termasuk kelalaian RS terhadap pasien atau bagaimana…bagaimanapu pak…nyawa anak bapak terlalu mahal untuk dikorbankan hanya karena kelalaian seperti itu….(alasan RS tidak ada supit terlalu klasik menurut saya….) RS dengan segala upayanya harus siap, terutama dalam keaadaan darurat….Omni-omni…..banyak sekali korban berjatuhan……

108. BaNi MusTajaB - Juni 14, 2009

Kalaupun Prita kalah, hal itu tidak akan mengurangi rasa hormat dan penghargaan kita terhadap Prita. Apa yang telah dilakukan Prita adalah membuka jalan untuk kita semua. Justru kita yang kini dituntut untuk bersikap seperti Prita.
Menjadi Berani mengemukakan pendapat dan berani membuka semua hal buruk tentang rumah sakit dimanapun.Semata-mata untuk kebaikan kita semua.

109. Stop Dreaming - Juli 6, 2009

gimana kabar ibu prita
kok sudah hilang beritanya di media massa

ntar.. teropong2 dolo… nanti kita posting y

110. taikering - Desember 13, 2009

OMNI ????
Orang2 yg gak MaNusIawi

liat aj ..masa seorang ibu rmh tangga cuma gara2 nulis sdkit kkcewaan, dibuat harus ngadepin pengadilan ??
yang namanya rumah sakit tuh isinya MANUSIA yang punya prasaan !!!
klo omni tuh kaya’a lebih tepat klo dibilang Rumah Robot deh ,,kan klo robot cuma ngikutin prosedur doank, gak perlu pake perasaan ,,jadi pantes2 aj sih klo omni diledakkin setelah pasien2yg gak bersalah di evakuasi dulu…

emang yang namanya hukum indonesia itu udah ditaro di pojokkan .alias gak dipake lagi .akhirnya diberakin tikus deh ..pokok’a klo emang omni menang, berarti negeri ini bener2 giting….ih negeri ngeri !!

111. Hotel Albena - Mei 17, 2010

I come up mien an olive branch in sole around, and the self-determination fighter’s gun in the other. Do not set free the olive subdivision become lower from my hand.

Hotel Albena
http://hotelalbena.webs.com/ – Hotel Albeana

112. Lisa - Juni 10, 2010

I think I allready have been acknowledged about this subject
at job yesterday by a colleague, but at that moment
it didn’t caugh my attention.

113. [KASUS PRITA MULYASARI -2] Kalau OMNI Menang, Apa yang Terjadi… | Kenapa sih ini??!!?? - Maret 29, 2011

[…] Source: ekojuli.wordpress.com/2009/06/04/kasus-prita-mulyasari-2-kalau-omni-menang-apa-yang-terjadi/ […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: